duh, makin parah aje anak jaman sekarang....di kelas aja dah pada gituh......

=============
Robert - detikNews

Samarinda - Dunia pendidikan kembali tercoreng. Di Samarinda, 14 siswa sebuah sekolah Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) kedapatan berbuat mesum di kelas. Para siswa bengal itu langsung dikeluarkan pihak sekolah.

Informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa memalukan itu terjadi pada bulan Januari lalu. Para siswa itu terdiri dari berbagai kelas, mulai kelas 1, 2 hingga 3.

Terbongkarnya aib ini berawal dari informasi yang disampaikan seorang siswa. Siswa itu mengatakan, sejumlah temannya sering melakukan perbuatan tak senonoh di dalam kelas. Perbuatan itu biasanya berlangsung saat tidak ada pelajaran, entah karena jam istirahat atau guru pengajar tidak masuk dan sebagainya.

Informasi tersebut ditindaklanjuti para guru dengan membentuk tim investigasi. Hingga suatu hari, mereka sengaja dengan alasan tertentu, tidak mengisi pelajaran di kelas. Dan seperti biasa, para siswa menyambut hal itu dengan gembira. Ada yang bermain keluar kelas, ke kantin dan sebagainya.

Sejumlah siswa dan siswi lainnya ada pula yang memilih tinggal di dalam kelas. Tapi tidak untuk belajar sendiri, membaca buku atau melakukan kegiatan sekolah lainnya. Para siswa itu justru melakukan perbuatan yang sangat tidak pantas. Mereka berbuat mesum dan ditonton teman-temannya yang lain.

Setidaknya ada 14 pelajar yang kedapatan berbuat mesum, masing-masing 8 wanita dan 6 pria. Mereka adalah Nr (13), Rh (13), El (13), Md (14), Ht (14), Har (15), Er (15) dan My (15), Sr (14), Al (14), Le (14), Zl (14), An (15) dan Rr (15).

"Ini aib bagi kami. Karena sekolah kami berbasis agama," kata Wakil Kepala MTsN Model Samarinda Bidang Kurikulum, Irfan Anshori, saat ditemui di kantornya, Rabu (10/2/2010).

Irfan menegaskan, pihaknya siap mempertanggungjawabkan keputusan pemecatan para siswa itu, termasuk jika ada protes dari orang tua siswa. Hal ini 5 di antara siswa-siswi itu saat ini duduk di kelas III dan terancam tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) pada Maret mendatang.

"Tindak asusila itu kesalahan fatal. Kami siap bertanggungjawab secara penuh," ujar Irfan.