Results 1 to 6 of 6

Thread: aku tak mau menjadi layang-layang

Threaded View

  1. Default aku tak mau menjadi layang-layang

    Dear Agatho,

    Terkenang akan hari itu.

    Hari saat aku akan memutuskan benang merah yang telah lama merekat. Terkumpul sudah letih saat menyertaimu. Terombang-ambing akan duniamu. Dunia yang berbeda dengan yang kupunya.

    Penat.
    Tak mampu lagi kumelangkah ke depan.

    Pagi hari itu, hari yang cerah, saat burung-burung gereja masih bersiulan di atas rumahku. Gelak tawa & derap murid-murid SD berlarian yang tak kunjung murung. Di kala itu aku masih ingat canda tawamu, suara syahdu melantunkan kisah yang tak jemu kumendengar. Sejak pertama mengenalmu, kaulah yang menata rapi jalan yang kita tempuh... menandai pohon akan jalan yang telah tertempuh. Namun hatiku telah kusut, tak bisa lagi mengikuti arah jalan itu berlanjut. Sesaat kumasih menoleh tempat kita berawal. Jauh... di kejauhan sana, tak terlihat dari sini. Berat hati ini kembali ke awal, sementara kau masih ulurkan tangan tuk menantiku, di depan sana.

    Agatho, pagi itu juga aku pergi ke rumahmu.Tidak kutemukan dirimu. Tak lama kutinggalkan secarik catatan. Kuletakkan berdiri menyandar pada mug kesayangan. Mug bergambar cangkir kopi diselingi warna-warna cokelat, warna favoritku. Mug yang menampung jenuh daun teh penghangat pagi, minuman favoritmu.


    "Aku ini bukan layang-layang !!!
    Yang bisa ditarik ulur.
    Aku ini juga bukan untuk diadu kekuatan talinya.

    Kenapa ??
    Karena aku bisa putus..
    dan sanggup pergi tuk ngikuitin
    kemauan angin bertiup"


    Hanya itu.
    Semoga dia mengerti.
    Masalahku tak sepele, setidaknya bagiku.
    Malam harinya, si perangko menampung keluh kesahku. Sahabat terbaik dalam segala kondisiku. Dia hanya diam, dia tahu aku ingin dia hanya mendengar. Cukup mendengar tanpa memberi saran. Dan memberi saran saat aku berhenti bercerita. Dia benar-benar mengerti diriku. Aku bersyukur mempunyainya.
    Harusnya aku juga bersyukur telah mendapatkanmu, Agatho.

    Agatho, aku tidak tahu kenapa kamu datang tiba-tiba saat itu.
    Dengan senyum tipis kamu hanya menyerahkan sebuah buku cokelat. Buku catatan biasa. Kepunyaanku.. Buku itu menorehkan sejarah. Sobekan kertas catatan yang kutinggalkan tadi berasal dari buku itu.
    Hanya satu kata darimu Agatho, 'ketinggalan'. Lalu engkau pergi meninggalkan kami berdua. Mungkin kamu tahu kalo aku sedang tak ingin ngomong denganmu saat itu. Mungkin kamu sadar kalo aku sedang butuh waktu jauh darimu.

    Dibalik robekan tadi, tertera tulisan tanganmu Agatho. Tertulis dengan indah,


    "Bagiku,
    kamu tetap layang-layang.

    Layang-layang yang selalu kupandang
    kemanapun kamu terbang.

    Layang-layang yang bisa kutarik mendekat
    serta merta kulepas tapi terikat..

    Walaupun tali benangnya menggores jariku
    kan kugenggam erat-erat.

    Walau terik mentari menutup pandanganku
    kan tetap kurekam di mana keberadaanmu.

    Jika talinya telah putus,
    akan tetap kukejar
    ke manapun.. kapanpun..
    tuk mendapatkanmu kembali..

    Bagiku,
    kamu tetap layang-layangku."


    Aku terus terpana akan kata-katamu, Agatho.. Celah dari sosok dirimu yang tak terlihat muncul selama ini. Merangkai kata-kata nan indah. Berpuisi. Aku suka. Aku menyukai puisi.

    Sepanjang malam itu aku merenung. Sesuatupun menjadi terungkap. Secara tak sadar kamu telah memasuki duniaku dan secara sadar aku berusaha menolak duniamu. Kamu tahu bagaimana menemukanku di saat-saat seperti ini. Kamu sadar apa yang kubutuhkan saat tadi. Kamupun dengan rela menghabiskan waktu memikirkan balasan puisiku tadi. Aku tahu kamu yang membuat puisi itu sendiri dari saudaramu.

    Kini, apa yang akan kulakukan ?
    Aku hanya mampu melanjutkan perjalanan ini ke depan. Mencari-cari petunjuk yang telah kamu tinggalkan di antara barisan pohon-pohon yang mengiringi jalan setapak kita. Mencarimu yang sedang menungguku di depan sana.

    Agatho, aku baru mengerti. Cinta itu hanya butuh memahami. Tak lebih, itu buatku.
    Last edited by fixshine; 3rd April 2009 at 07:14 PM.

    visit http://fixshine.wordpress.com
    Nothing’s coincident, if you have a dream, universe is always conspires in your favour

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •