<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>

<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
	<channel>
		<title>Ikastara.org</title>
		<link>http://ikastara.org/</link>
		<description>Ikatan Alumni SMU Taruna Nusantara</description>
		<language>en</language>
		<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 12:16:31 GMT</lastBuildDate>
		<generator>vBulletin</generator>
		<ttl>60</ttl>
		<image>
			<url>http://ikastara.org/images/misc/rss.png</url>
			<title>Ikastara.org</title>
			<link>http://ikastara.org/</link>
		</image>
		<item>
			<title>Setangkai Bunga Tulip</title>
			<link>http://ikastara.org/showthread.php?2091-Setangkai-Bunga-Tulip&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 08:51:07 GMT</pubDate>
			<description>Aku adalah setangkai Bunga Tulip. 
Aku tidaklah seelok Sang Mawar nan berduri.. 
Tangkaiku tebal dan licin berlilin.. 
Tak perlu aku memiliki duri...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Aku adalah setangkai Bunga Tulip.<br />
Aku tidaklah seelok Sang Mawar nan berduri..<br />
Tangkaiku tebal dan licin berlilin..<br />
Tak perlu aku memiliki duri yang menyakiti.<br />
Keras di luar tapi cukuplah halus di dalam..<br />
<br />
Aku adalah setangkai Bunga Tulip.<br />
Aku tak semempesona Sang Anggrek,<br />
Yang dapat merayu memanja..<br />
Memperoleh penuh sinar matahari,<br />
Dari ketinggian pohon nan tertumpangi..<br />
Cukuplah aku rendah di atas tanah.<br />
Agar terjangkau dalam telapak nan hangat..<br />
<br />
Aku adalah setangkai Bunga Tulip.<br />
Aku tak seindah Sang Bunga Matahari.<br />
Berbunga majemuk, dan selalu terbuka memandang Sinar Matahari.<br />
Aku hanyalah sekuntum bunga tunggal,<br />
Yang tersipu malu menguncup saat mekar<br />
Melindungi hatiku dari debu dunia luar..<br />
<br />
Aku adalah setangkai Bunga Tulip.<br />
Aku tidaklah selembut Sang Dandelion..<br />
Yang begitu mudah tertiup dan terbawa oleh Angin.<br />
Namun aku cukuplah lemah,<br />
Untuk tetap tergoncang oleh tiupan amarahmu.<br />
<br />
Aku adalah setangkai Bunga Tulip.<br />
Aku tak sehalus Sang Putri Malu.<br />
Yang tersentuh mengerut dan terluka..<br />
Tak perlu kau takut akan kepekaanku.<br />
Perhatikan langkahmu memperlakukanku,<br />
Dan aku akan selalu terjaga untukmu..<br />
<br />
Aku adalah setangkai Bunga Tulip.<br />
Aku cukuplah kuat untuk bertahan,<br />
Namun tetaplah rentan akan goresan.<br />
Aku tak terlalu angkuh untuk terengkuh,<br />
Namun tak cukup rendah tuk terinjak.<br />
<br />
Aku adalah setangkai Bunga Tulip.<br />
Berikanlah aku kepada orang terkasihmu,<br />
Maka dia akan tahu betapa tulus rasa sayangmu..<br />
<br />
Aku adalah setangkai Bunga Tulip.<br />
Dan aku akan senantiasa memaknai hidupmu.<br />
<br />
<br />
Ini adalah thread perdana dari saya. Mohon kritik dan saran yang membangun... :msembah:<font color="Silver"><br />
<br />
<font size="1">---------- Post added at 07:51 PM ---------- Previous post was at 07:32 PM ----------</font><br />
<br />
</font>haduhhh,, baru sadar kalo salah tempat,,,,<br />
gimana ini??? hahahahaha,,,</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://ikastara.org/forumdisplay.php?21-Sastra">Sastra</category>
			<dc:creator>IntanRianda</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://ikastara.org/showthread.php?2091-Setangkai-Bunga-Tulip</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Mungkinkah...?</title>
			<link>http://ikastara.org/showthread.php?2092-Mungkinkah...&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 08:36:13 GMT</pubDate>
			<description>Aku terpana saat Kau mengatakannya. Aku terkejut hingga tak mampu ku bersuara. Banyak hal, banyak cerita yang mungkin belum terungkap. Banyak pula...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Aku terpana saat Kau mengatakannya. Aku terkejut hingga tak mampu ku bersuara. Banyak hal, banyak cerita yang mungkin belum terungkap. Banyak pula kisah yang masih menanti dan menunggu untuk terajut. Namun apakah mungkin waktu itu kan datang? Saat gelombang demi gelombang dunia baru menerpaku. Membuatku goyah, menguncang hati serta pikiran bersamaan?<br />
<br />
Di sinilah kini kusadari dimana aku berpijak. Di dunia ku dalam benteng kesendirian. Dan kulihat Kau tegak berdiri di seberang sana. Dalam dunia mu yang penuh kebersamaan. Tetap mencobaku menjulurkan tangan. Tak sampai peluh keringat kering menunggu. Namun tak jua ku cukup tuk menggapai, melewati pagar berduri senyap ataupun melintasi dinding berperisai hormat. <br />
<br />
Kesadaran pun menghentak merasuk. Ini lah keputusan yang telah kupilih. Jalan yang akan mulai kudaki. Terbuka lebar pupil mataku, menciut pula kekokohanku. SIAPKAH AKU?<br />
<br />
Hening ku tatap layar. Lagi, lagi, dan lagi. Lariku dalam kata. Tak acap satu ucapan. Lelah, aku belum lelah. Hanya getir.. Getir yang kian meracuni. Tidak, mungkin ini hanyalah takut. Takutku meninggalkan sunyi. Takutku tuk membuka diri dan hati... Setelah sekali hancur berkeping..<br />
<br />
Tak sadarkah kau? Betapa sulit bagiku hanya untuk terus hidup dalam sepi. Betapa nista aku menginginkan ramai? Tak perlu kau pertunjukkan itu. Tak perlu kau kirimkan armada langitmu. Tak akan sampai mereka menggapaiku. Karena pun kita hidup dalam dunia yang berbeda, mereka kini mulai tumbuh tertaut terpilin. Jangan, jangan, jangan. Jangan kau uji diriku. Tidak, tidak, tidak, aku mulai ragu untuk mengerti. Saat kau hadapkan aku hanya pada satu pilihan, satu persetujuan. Tak urung ku mampu katakan TIDAK. Meski batin memberontak dan pikiran berteriak. TIDAK. Karena aku masih hidup dalam sunyi, dan kau hidup dalam mentari. <br />
<br />
Taukah kau? Bahwa tak bisa tangan menyentuh, tak sampai bunyi tertangkap, hanya huruf berbaris merunjuk kata. Apakah bisa kau menjamin hatiku dengan itu? Apakah bisa kau jaga percaya'ku dengan itu? Saat aku buta akan duniamu dan kau pun masih buram akan duniaku? <br />
<br />
Tak sedikit benak bertanya, MAMPUKAH KITA? Aku dengan sendiriku, Kau dengan pasukanmu. Aku dengan kataku, Kau dengan diammu. Aku dengan mandiriku, Kau dengan perintahmu... Satukah kita? Mungkin... Lengkapkah kita? Mungkin... Berlawanankah kita? Mungkin....<br />
<br />
<br />
Ini thread kedua saya, lagi-lagi mohon kritik dan masukan...</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://ikastara.org/forumdisplay.php?21-Sastra">Sastra</category>
			<dc:creator>IntanRianda</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://ikastara.org/showthread.php?2092-Mungkinkah...</guid>
		</item>
		<item>
			<title>i-Med Society</title>
			<link>http://ikastara.org/showthread.php?2090-i-Med-Society&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 07:07:10 GMT</pubDate>
			<description>Ikastara Medical Society adalah komunitas alumni SMA Taruna Nusantara yang bergerak dibidang Kesehatan dari berbagai disiplin ilmu kesehatan.. 
...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Ikastara Medical Society adalah komunitas alumni SMA Taruna Nusantara yang bergerak dibidang Kesehatan dari berbagai disiplin ilmu kesehatan..<br />
<br />
Diharapkan komunitas ini dapat bermanfaat bagi diri kita pribadi, sesama rekan sejawat dan terutama demi para pamong SMA Taruna Nusantara yang sudah mendidik dan mengajarkan kita..<br />
<br />
Dan tidak lupa demi cita-cita luhur para pendiri SMA Taruna Nusantara yang mengharapkan para lulusannya dapat memberikan sumbangsih besar demi Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya melalui bidang kesehatan<br />
<br />
Alhamdulillah sejak tercetusnya pendirian suatu BSO yg bergerak di bidang kesehatan pada awal bulan Juni, sebagai suatu bentuk keprihatinan atas kondisi beberapa pamong kita yg memiliki permasalahan kesehatan cukup berat, Pada tanggal 17 Juni 2010 di Nona Resto, Jakarta diadakan rapat pembentukan BSO Ikastara yang bergerak di bidang kesehatan. Saat itu mengundang semua alumni yang bergerak di bidang kesehatan, namun karena mungkin beberapa alumni memiliki kesibukan yang tidak bisa diganggu, hadir pada saat itu Bang Herbert (TN2), Bang Daniel (TN2), Bang Dani (TN5), Bang Rendra (TN10), Saya (TN13), Sri Gusni (TN15) dan juga beberapa Abang/Kakak/serta Adek yang via sms turut mendukung berdirinya BSO Ikastara yang bergerak dibidang kesehatan, i-Med society.<br />
<br />
Program pertama i-Med adalah Health Screening Pamong dalam rangka ulang tahun 20 tahun SMA TN dan berhasil menscreening hampir 100 pamong. Dan dapat mendeteksi lebih dini permasalahan kesehatan pamong yang akan jadi bahan pertimbangan untuk program i-Med kedepannya.<br />
<br />
Pada tanggal 18 Juli 2010 kembali diadakan rapat i-Med yg dihadiri Bang Daniel (TN2), Bang Syahrul Jumadi (TN2), Bang M.Arief (TN2), Bang Agung (TN6), Kak Shanro (TN7), Kak Lany (TN7), Bang Bramantyo (TN10), Bang Marda (TN12), Bang Adi Permana (TN12), Kak Sarrah (TN12), Kak Darmawati (TN12), Kak Kurniawati (TN12), Saya (TN13), Harry (TN13), dan beberapa adek-adek (14-17) yang kembali menekankan betapa pentingnya peran tenaga kesehatan dalam mewujudkan cita-cita luhur para alumni dan memutuskan sejak rapat hari itu sampai dengan bulan Desember 2010 adalah proses pendataan alumni yang bergerak di bidang kesehatan serta pembentukan beberapa sekretariat i-Med di beberapa kota besar.<br />
<br />
Lalu pada bulan Januari 2011 akan diadakan kegiatan i-Med di 6 kota besar (Jakarta-Bandung-Jogja-Solo-Semarang-Surabaya) sebagai bentuk nyata kontribusi eksistensi i-Med. Bulan Januari juga sebagai bulan reuni dan keakraban para alumni TN yg bergerak dibidang kesehatan, serta kedepannya sebagai pembentukan dan pelantikan kesekretariatan pengurus i-Med secara rutin.<br />
<br />
Saat ini sampai bulan Desember 2010, Saya dan Bang Rendra sementara sebagai Care Taker i-Med. Dan kami sangat berharap bulan Januari nanti sudah ada Abang/Kakak yang lebih senior menjadi pengurus atau ketua i-Med ini.<br />
<br />
ini adalah sebuah langkah awal yang kemudian kedepannya akan sangat mungkin dikembangkan lagi ke kota-kota lainnya. saya sangat memohonkan peran serta aktif abang dan kakak serta adik-adik semua dalam menyukseskan i-Med. Awal kebangkitan nasional perjuangan kemerdekaan bangsa ini dipelopori oleh para dokter dan tenaga kesehatan lainnya. dan kita jadikan momentum di i-Med ini juga sebagai langkah awal kita mewujudkan janji kita terhadap almamater untuk memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara dan dunia!<br />
Amin!</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://ikastara.org/forumdisplay.php?9-BSO-Cabang">BSO/Cabang</category>
			<dc:creator>drAgungPras</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://ikastara.org/showthread.php?2090-i-Med-Society</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[[Islam] Idul Fitri - Idul Adha]]></title>
			<link>http://ikastara.org/showthread.php?2088-Idul-Fitri-Idul-Adha&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 03:15:04 GMT</pubDate>
			<description>Ane cari-cari belum ada tritnya... :mzoom::mzoom: 
 
Masih Ramadhan, ucapan selamat hari rayanya ntar aja deh.... :mtengsin:</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Ane cari-cari belum ada tritnya... :mzoom::mzoom:<br />
<br />
Masih Ramadhan, ucapan selamat hari rayanya ntar aja deh.... :mtengsin:</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://ikastara.org/forumdisplay.php?19-Religi">Religi</category>
			<dc:creator>rfauzi</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://ikastara.org/showthread.php?2088-Idul-Fitri-Idul-Adha</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Komitmen [curcol alert] :P]]></title>
			<link>http://ikastara.org/showthread.php?2087-Komitmen-curcol-alert-P&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 00:46:25 GMT</pubDate>
			<description>Kita memulai komitmen ini dengan syarat yang sangat biasa. Bukan dengan janji sehidup semati, bukan juga dengan tautan jari kelingking, apalagi hanya...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Kita memulai komitmen ini dengan syarat yang sangat biasa. Bukan dengan janji sehidup semati, bukan juga dengan tautan jari kelingking, apalagi hanya sekedar dengan cokelat setiap bulan tertentu. Aku tidak pernah memberikan bunga mawar sekeranjang sekali setahun, bukan pula tipe orang yang suka mengirimkan pesan singkat dengan simbol kurang-dari-tiga yang diobral hanya untuk menghabiskan bonus pulsa, dan aku juga bukan orang yang bersedia mendengarkan ceritamu sampai capek dan tertidur.<br />
<br />
Maaf, aku memang tidak romantis. Kuingatkan kau, kita memulai komitmen ini dengan syarat yang sangat biasa : bahwa kita tidak akan pernah mengeluh.<br />
<br />
Agar tidak ketagihan untuk mengirim pesan singkat dua puluh empat kali sehari, aku sengaja tidak menyimpan nomormu di buku teleponku. Agar tidak iseng menyapamu dengan emoticon aneh-aneh, fasilitas percakapan di jejaring sosialku selalu kumatikan. Agar tidak ada alasan mengantarkanmu pulang ketika sudah larut, aku sengaja tidak menanyakan alamat kosmu.<br />
<br />
Maaf, aku memang tidak romantis. Kuingatkan kau, kita memang memulai komitmen ini dengan syarat yang sangat sederhana.<br />
<br />
Syarat sederhana inilah yang akan menjaga kita untuk tidak saling tergantung, karena aku tahu, kau ingin dihargai sebagai sosok yang utuh sepenuhnya, dan bukan hanya sempilan tulang rusuk yang terserak entah darimana. Aku pun akan menghormatimu dengan sepenuhnya, seutuhnya selayaknya kau ingin aku menghargaimu. Waktu itu, entah kapan, kau pernah bilang, bahwa selama aku bisa menjaga diriku, kau akan baik-baik saja. Tanpa aku khawatirkan pun, katamu waktu itu, aku akan baik-baik saja selama kau tidak kenapa-kenapa.<br />
<br />
Bahwa aku tidak akan mengeluh atas usaha seperti apapun yang harus ku lakukan agar aku bisa menjaga diriku sendiri, itu yang aku janjikan kepadamu.<br />
<br />
Kuingatkan kau, kita memulai komitmen ini dengan syarat yang sangat biasa : bahwa kita tidak akan pernah mengeluh. Kita tidak akan mengeluh ketika yang lain selain kita bisa bergandengan tangan lebih awal. Kita tidak akan mengeluh ketika yang lain selain kita bisa mengubah status lebih awal. Kita tidak akan mengeluh ketika yang lain selain kita bisa berjalan beriringan sambil bercanda dengan seru lebih awal. Kita tidak akan mengeluh ketika yang lain selain kita mendahului segala sesuatunya, apapun itu, lebih awal. Aku sendiri tidak akan mengeluh, dan aku sangat percaya, sedemikian pula dirimu.<br />
<br />
Bahwa kau tidak akan mengeluh atas usaha seperti apapun yang harus kau lakukan agar kau bisa menjaga dirimu sendiri, itu yang aku minta kau janjikan kepadaku.<br />
<br />
Kita memulai komitmen ini dengan syarat yang sangat biasa : bahwa kita tidak akan mengeluh. Semoga, komitmen ini akan kita akhiri dengan lebih sederhana namun sangat manis. Komitmen untuk saling menjaga diri kita masing-masing sampai kita dipertemukan oleh-Nya nanti di waktu yang tepat.<br />
<br />
Aku memang tidak romantis, namun ketika waktu yang tepat itu sudah datang, dengan segenap hati aku akan bersedia menjadi pangeran berkuda putihmu. Atas semua pesan singkat yang belum pernah terkirim setiap malam, atas semua cerita yang belum pernah aku sampaikan sebelum tidur, atas semua tangkai bunga yang belum pernah aku berikan, atas semua waktu yang belum terlewatkan bersama, akan terbalas dengan manis ketika dengan tulus terucap lafad :<br />
<br />
Barakallahu laka wa baraka 'alaik, wa jama'a bainakuma fi khair<br />
<br />
hanya untuk kita saja, bukan untuk siapapun.<br />
<br />
Bunda, siapapun namamu kelak, bersabarlah. Kita jaga diri kita baik-baik dan jaga komitmen kita bahwa kita tidak akan mengeluh. Ya, kita jaga diri kita baik-baik.<br />
<br />
Karena untuk kesekian kalinya aku teringat : kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, dan penantian kita tidaklah sia-sia. Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal --iman, keberanian, dan pengharapan-- penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorang pun bayangkan.<br />
<br />
Bersabarlah disana. Aku pasti akan datang, ketika waktunya sudah tepat. Jaga diri baik-baik ya, Bunda ;)</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://ikastara.org/forumdisplay.php?6-Gallery-Sastra">Gallery Sastra</category>
			<dc:creator>sofyantoro_fajar</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://ikastara.org/showthread.php?2087-Komitmen-curcol-alert-P</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Ikastara madiun</title>
			<link>http://ikastara.org/showthread.php?2086-Ikastara-madiun&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 03:18:17 GMT</pubDate>
			<description>:mcengir: Akan ada Ikastara se-Karesidenan Madiun :mcengir: 
 
dari hasil pembicaraan awal, penggiat utama rekan2 Ikastara yang bermarkas di Lanud...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>:mcengir: Akan ada Ikastara se-Karesidenan Madiun :mcengir:<br />
<br />
dari hasil pembicaraan awal, penggiat utama rekan2 Ikastara yang bermarkas di Lanud Iswahjudi, Maospati ...<br />
caretaker Ketua : Gultom TN6, sekertaris Apri TN9 dan Jurezz TN15 ...<br />
<br />
Acara bukber sudah dua kali diadakan, bbrp hari yang lalu di resto Bajak Laut dan kemaren di rumah makan Pondok Jati ....<br />
<br />
Mak Nyuss Ikastara Madiun ..</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://ikastara.org/forumdisplay.php?9-BSO-Cabang">BSO/Cabang</category>
			<dc:creator>muhamadyusuf</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://ikastara.org/showthread.php?2086-Ikastara-madiun</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Perang ma malingsia? ayo aja.</title>
			<link>http://ikastara.org/showthread.php?2085-Perang-ma-malingsia-ayo-aja.&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 01:13:08 GMT</pubDate>
			<description>Berikut adalah pidato terkenal Soekarno atas kemarahannya terhadap Malaysia, 12 April 63: 
 
Kalau kita lapar itu biasa 
Kalau kita malu itu juga...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Berikut adalah pidato terkenal Soekarno atas kemarahannya terhadap Malaysia, 12 April 63:<br />
<br />
Kalau kita lapar itu biasa<br />
Kalau kita malu itu juga biasa<br />
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!<br />
...<br />
Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!<br />
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu<br />
<br />
Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.<br />
<br />
Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.<br />
<br />
Yoo...ayoo... kita... Ganjang...<br />
Ganjang... Malaysia<br />
Ganjang... Malaysia<br />
Bulatkan tekad<br />
Semangat kita badja<br />
Peluru kita banjak<br />
Njawa kita banjak<br />
Bila perlu satoe-satoe!<br />
<br />
Soekarno.</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://ikastara.org/forumdisplay.php?17-Ikastara">Ikastara</category>
			<dc:creator>eko susanda</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://ikastara.org/showthread.php?2085-Perang-ma-malingsia-ayo-aja.</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Preeklampsia dan Eklampsia</title>
			<link>http://ikastara.org/showthread.php?2084-Preeklampsia-dan-Eklampsia&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 08:01:51 GMT</pubDate>
			<description>Guys, siapapun yang berwenang, gabungin donk, postingan2 kak Phicil n yang lainnya tentang Preeklampsia dan eklampsia... 
 
Baik yang di tret All...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Guys, siapapun yang berwenang, gabungin donk, postingan2 kak Phicil n yang lainnya tentang Preeklampsia dan eklampsia...<br />
<br />
Baik yang di tret All Abaout pregnancy, maupun di tret-nya Kak Phicill pas Kak Phicill dirawat, ya..<br />
<br />
supaya kalo mo cari info tentang PE dan E ini jadi mudah...<br />
<br />
Atau mau diulang dari depan semua informasinya?<br />
<br />
Makasih :mmalu:</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://ikastara.org/forumdisplay.php?42-Pregnancy-amp-Parenting"><![CDATA[Pregnancy & Parenting]]></category>
			<dc:creator>Yeyep Imoetz</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://ikastara.org/showthread.php?2084-Preeklampsia-dan-Eklampsia</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[[Android] Aplikasi recommended yg harus punya :D]]></title>
			<link>http://ikastara.org/showthread.php?2083-Aplikasi-recommended-yg-harus-punya-D&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 04:09:01 GMT</pubDate>
			<description>Melihat minat terhadap android yang mulai naek, kayaknya sudah waktunya bikin thread rekomendasi aplikasi. Ini murni dari pengalaman pribadi sebagai...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Melihat minat terhadap android yang mulai naek, kayaknya sudah waktunya bikin thread rekomendasi aplikasi. Ini murni dari pengalaman pribadi sebagai pengguna. Kalo ad ayang mau protes atau nambahin, silahkan komen di bawah :)<br />
 <br />
<br />
<b>Produktifitas</b><ul><li><a href="http://weloveastrid.com/" target="_blank">Astrid</a></li>
</ul>Todo/task list manager yang simple dan mudah digunakan. Kalau harus handle banyak proyek, atau banyak punya tugas yang harus dilakukan, dengan menggunakan to-do manager yang handal kejadian seperti lupa, ada yang kelewat, dan hal hal negatif lainnya bisa dihindari. Cukup dengan langsung mengetikan tugas apa yang harus dilakukan, tambahkan kontex bila perlu, dan save, maka astrid akan terus mengingetkan kamu dengan beeping dan buzzing sampe kamu yakin semua tugas penting sudah diselesaikan<br />
<a href="http://ikastara.org/attachment.php?attachmentid=971"  title="Name:  
Views: 
Size:  ">Attachment 971</a><br />
 <br />
 <ul><li>gTask</li>
<li>Evernote</li>
</ul><br />
<b>Nge-gombal/Sok romantis</b><ul><li>Google skymap</li>
</ul><br />
(work in progress yak. penulisnya malas :p)</div>


	<div style="padding:10px">

	

	

	
		<fieldset class="fieldset">
			<legend>Attached Images</legend>
			<ul>
			<li>
	<img class="inlineimg" src="/png.gif" alt="File Type: png" />
	<a href="http://ikastara.org/attachment.php?attachmentid=971&amp;d=1282623491">taskedit-final.png</a> 
(38.6 KB)
</li> 
			</ul>
			</fieldset>
	

	

	</div>
 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://ikastara.org/forumdisplay.php?14-Teknologi-Komputer-Mobile-dan-Internet">Teknologi, Komputer, Mobile dan Internet</category>
			<dc:creator>Cutegigi</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://ikastara.org/showthread.php?2083-Aplikasi-recommended-yg-harus-punya-D</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Berita duka meninggalnya putra dari Achmad Junaedi (TN6)</title>
			<link>http://ikastara.org/showthread.php?2082-Berita-duka-meninggalnya-putra-dari-Achmad-Junaedi-(TN6)&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 22:15:52 GMT</pubDate>
			<description>Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia pada 21/08/10, anaknya kawan kita Achmad Junaedi (juned/TN6). Semoga arwahnya diterima di...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><div align="center">Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia pada 21/08/10, anaknya kawan kita Achmad Junaedi (juned/TN6). Semoga arwahnya diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. Amin.<br />
Rumah duka di Blora Jawa Tengah. No hp juned : +6287886222109</div></div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://ikastara.org/forumdisplay.php?4-Berita-Kita">Berita Kita</category>
			<dc:creator>3d1-m4R</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://ikastara.org/showthread.php?2082-Berita-duka-meninggalnya-putra-dari-Achmad-Junaedi-(TN6)</guid>
		</item>
		<item>
			<title>anggota DPRD teladan ...</title>
			<link>http://ikastara.org/showthread.php?2081-anggota-DPRD-teladan-...&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 21:40:58 GMT</pubDate>
			<description>Sektiono dan Teladan di Tengah Pasang Surut Kehidupan 
 
Mojokerto - SURYA- Naik-turun dalam kehidupan bukanlah hal yang perlu ditakuti bagi...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Sektiono dan Teladan di Tengah Pasang Surut Kehidupan<br />
<br />
Mojokerto - SURYA- Naik-turun dalam kehidupan bukanlah hal yang perlu ditakuti bagi Sektiono. Lelaki 43 tahun ini tak terguncang dengan naik-turunnya `roda kehidupan` karena berprinsip bahwa sepanjang apa yang dilakukannya halal dan demi mendapat ridho Tuhan, tak ada bedanya antara menjadi kuli atau juragan.<br />
<br />
Berbagai profesi pernah dijalani Sektiono. Menjadi pengajar, pemain ludruk, sutradara, dan bahkan duduk di kursi empuk sebagai anggota DPRD dengan penghasilan yang berlimpah.<br />
Tak sembarang orang bisa melalui pasang-surut kehidupan, terutama jika menyangkut kondisi ekonomi. Kebanyakan, orang akan berpikir pendek dan bertindak bodoh jika menghadapi perubahan ekonomi yang drastis. Tapi, tidak dengan Sektiono. Meski tak lagi menikmati gaji yang besar, mantan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto periode 2004-2009 ini, tetap optimistis menjalani hidup. Semenjak masa jabatannya di DPRD habis pada 2009 lalu, Sektiono kembali fokus pada profesi lamanya, yakni bekerja sebagai penjaga sekolah (tukang kebon) di SDN Prajurit Kulon I Kota Mojokerto.<br />
<br />
Tetap berpegang pada ajaran agama, menjadi kunci keberhasilan warga Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto ini untuk bertahan dalam menghadapi setiap cobaan hidup. Ia bersama istrinya, Miftakhul Jannah, tekun menjalani salat malam dan salat dhuha. Ia menumpahkan keluh kesah dengan bersujud kepada Tuhan di malam hari, ketika sebagian banyak orang memilih untuk tidur lelap.<br />
<br />
“Agama itu nomor satu, sehingga tidak masalah jika ada perubahan hidup, apalagi perubahan ekonomi,” ujarnya.<br />
<br />
Ia lantas menceritakan tentang pengalaman hidupnya. Lulusan STM Raden Wijaya Mojokerto ini pernah bekerja sebagai pengajar di beberapa sekolah teknik yang ada di Mojokerto. Itu bukan akhir karirnya, apalagi karena statusnya cuma sebagai tenaga tidak tetap. Tak berselang lama, ia memilih mundur sebagai pengajar. Sektiono pun menjalani hidup baru menjadi penjaga sekolah sejak tahun 1997.<br />
<br />
Selain sebagai penjaga sekolah, lelaki yang memiliki darah seni ini juga berkecimpung di dunia ludruk. Cak Cemet adalah nama panggungnya. Tugas sebagai penjaga sekolah biasanya menyita waktu pada pagi dan siang hari. Di waktu-waktu selain itu, ia kerap main di panggung ludruk bersama rekan-rekannya.<br />
<br />
Reformasi memberinya peluang berubah. Terbukanya alam demokrasi, membuat Sektiono yang cukup populer karena sepak terjangnya di ludruk, terjun ke dunia politik. Ia bergabung dengan Partai Demokrat dan menjadi ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat Kecamatan Gedeg.<br />
<br />
Bergabung dengan partai politik membuat hidupnya berubah. Tak pernah disangkanya, ia bisa terpilih dan duduk menjadi anggota DPRD Kabupaten Mojokerto. Selama di dewan, Sektiono masuk di Komisi III (bidang Pembangunan). Kehidupan menjadi anggota dewan, membawa perubahan drastis bagi ekonomi keluarganya.<br />
<br />
Ayah dari AS Wahyu Nugroho dan M Risky DP ini pun tiba-tiba begitu mudah menerima uang banyak. Setiap bulan, ia bisa mendapatkan penghasilan sampai Rp 25 juta. Namun, karena latar belakang agamanya yang kuat, lelaki kelahiran Blimbing, Jombang, ini tak lantas mengubah gaya dan pola hidupnya. Ia tetap hidup sederhana. Beruntung, istri dan anak-anaknya pun terikut dengan pola hidup sederhananya.<br />
“Meski gaji besar, tapi tak semua saya makan sendiri. Saya bagi dengan para konstituen yang dulu memilih saya,” katanya.<br />
<br />
Kesederhanaan hidup itu juga ditunjukkannya dengan tak melepas pekerjaannya sebagai penjaga sekolah. Setiap pagi usai salat subuh, ia pun menyapu halaman sekolah. Ia juga membersihkan ruang kepala sekolah, ruang guru, dan laboratorium. Toilet sekolah juga tak lepas untuk dibersihkannya.<br />
<br />
“Anggota dewan kan masuknya agak siang, sekitar jam delapan. Jadi, pagi hari saya masih bisa bersih-bersih sekolah,” ujar dia.<br />
Usai membersihkan diri dan salat dhuha, Sektiono pun berangkat ke kantor DPRD Kabupaten Mojokerto untuk menjalani perannya sebagai wakil rakyat. Ia memilih tetap mengendarai motor seperti sebelum jadi anggota dewan. Jika Sektiono di dewan, anak sulungnya menggantikan sementara sebagai penjaga sekolah.<br />
<br />
Tatkala tugas usai di gedung DPRD dan hari belum larut malam, Sektiono masih sempat bersih-bersih sekolah ketika tiba di rumah. Maklumlah, ia dan keluarganya tinggal di rumah penjaga sekolah yang ada di belakang sekolah.<br />
Istrinya, Miftakhul Jannah, mesti menyandang predikat baru sebagai istri anggota dewan, tak lantas jadi pongah. Seperti sebelumnya, Miftakhul tetap berjualan di kantin sekolah. Ia juga membantu suaminya bersih-bersih sekolah.<br />
<br />
“Bulan Agustus 2009 pengabdian saya sebagai anggota dewan selesai,” ujar Sektiono.<br />
Tak bisa dipungkirinya, pasca berhenti sebagai anggota dewan, keadaan ekonomi keluarganya merosot drastis. Bayangkan, dari sebelumnya tiap bulan mendapatkan penghasilan sekitar Rp 25 juta, kini harus kembali menerima gaji sebagai penjaga sekolah yang cuma Rp 600.000 per bulan.<br />
“Tapi, alhamdulillah, Allah masih sangat pemurah pada kami. Karena tak berselang lama, banyak sponsor yang datang untuk mendanai kelompok ludruk kami, sehingga masih ada tambahan dari sejumlah tanggapan ludruk,” ujar dia.<br />
<br />
Saat ini, Sektiono memimpin dua grup ludruk sekaligus. Yakni Mustika Baru dan Agung Nusantara. “Yang penting bagi saya mendapatkan uang secara halal, dan tak menyakiti hati orang,” kata Sektiono yang juga ketua kelompok pengajian penjaga sekolah se Kecamatan Prajurit Kulon ini.<br />
Kelompok ludruknya pun tak sembarangan dalam menampilkan pertunjukan. Ia dan rekan-rekannya menghindari guyonan-guyonan berbau porno. Sebagian besar, Sektiono sendiri yang menyiapkan skenario cerita untuk tampil bersama rekan-rekannya.<br />
<br />
“Semua anggota ludruk kami dilarang minum minuman keras dan main perempuan. Kalau waktu salat tiba, ya harus salat. Demikian pula saat latihan atau bermain, tak boleh meninggalkan salat, karena itu kewajiban,” katanya.<br />
<br />
Dari bermain ludruk, Sektiono mampu membeli empat buah motor. Dua buah motor dipakai oleh kedua anaknya. “Sedangkan dari penghasilan sebagai anggota dewan dulu, saya bisa beli rumah di Juritan,” katanya.Bebet I. Hidayat<br />
<br />
source : <a href="http://www.surya.co.id/2010/08/21/anggota-dprd-yang-legowo-jadi-penjaga-sekolah.html" target="_blank">http://www.surya.co.id/2010/08/21/an...a-sekolah.html</a></div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://ikastara.org/forumdisplay.php?15-Detik-Dunia">Detik Dunia</category>
			<dc:creator>fixshine</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://ikastara.org/showthread.php?2081-anggota-DPRD-teladan-...</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Mitos atau Fakta?</title>
			<link>http://ikastara.org/showthread.php?2080-Mitos-atau-Fakta&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 02:03:59 GMT</pubDate>
			<description>Well, di sekitar kita banyak banget mitos-mitos tentang kehamilan yang beredar luas. Sampe-sampe kita (aku khususnya) bingung, mana yang mitos, mana...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Well, di sekitar kita banyak banget mitos-mitos tentang kehamilan yang beredar luas. Sampe-sampe kita (aku khususnya) bingung, mana yang mitos, mana yang beneran fakta..<br />
<br />
Misalnya:<br />
Bumil gak boleh minum es, tar bayinya gede<br />
<br />
yang ternyata adalah MITOS. Es gak bakalan bikin bayi gede, gula yang terkandung dalam es sirup atau es krimlah yang bikin bayi kita gede..<br />
<br />
Tret ini dimaksudkan supaya kita bisa berbagi berbagai mitos dan fakta, sehingga bumil2 lain gak tersesat sama mitos..<br />
<br />
Juga buat tempat bertanya, apakah suatu hal itu mitos, atau fakta...<br />
<br />
Silakan meramaikan... ^_^<font color="Silver"><br />
<br />
<font size="1">---------- Post added at 09:03 AM ---------- Previous post was at 09:00 AM ----------</font><br />
<br />
</font>Nanya donk...<br />
<br />
tadi malem, aku dikasih tau temen, katanya kalo mau bayinya jadi kecil tapi padet (gempal gitu ya?) konsumsilah kerak nasi...<br />
<br />
ini mitos atau fakta?</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://ikastara.org/forumdisplay.php?42-Pregnancy-amp-Parenting"><![CDATA[Pregnancy & Parenting]]></category>
			<dc:creator>Yeyep Imoetz</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://ikastara.org/showthread.php?2080-Mitos-atau-Fakta</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[[Film] Ikastarans... Tukeran Film Yuk ...]]></title>
			<link>http://ikastara.org/showthread.php?2079-Ikastarans...-Tukeran-Film-Yuk-...&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 02:17:57 GMT</pubDate>
			<description>Dear Ikastara Movie Freaks... 
 
Ada yg suka download film-film HD (1080/720) ? 
Suka nonton Blu-Ray Rip tapi cape donlot...?  
Suka mengkoleksi film...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Dear Ikastara Movie Freaks...<br />
<br />
Ada yg suka download film-film HD (1080/720) ?<br />
Suka nonton Blu-Ray Rip tapi cape donlot...? <br />
Suka mengkoleksi film di hardisk...?<br />
<br />
Gw ada koleksi 1,5 terra film hasil barteran ama temen-temen dari forum-forum tetangga :)<br />
Koleksi ane ada movie, serial, cartoon, dll dan 90% sudah HD<br />
<br />
Kebetulan lagi gak bawa hardisknya tapi nanti saya list disini...<br />
Kalo sudah kekumpul orang-orangnya nanti kita kopdar aja :)<br />
<br />
<br />
Kalo yg mau ikutan absen dulu trus list koleksinya apa aja ya...?</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://ikastara.org/forumdisplay.php?36-Film">Film</category>
			<dc:creator>leolintang</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://ikastara.org/showthread.php?2079-Ikastarans...-Tukeran-Film-Yuk-...</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kelahiran putra pertama Yanuar (TN-7) & Dini]]></title>
			<link>http://ikastara.org/showthread.php?2078-Kelahiran-putra-pertama-Yanuar-(TN-7)-Dini&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 01:18:33 GMT</pubDate>
			<description><![CDATA[Meneruskan dari Yanuar: 
 
Alhamdulillah.Telah lahir dengan sehat dan selamat, putra pertama kami 
"Fathan Zuqni Ismatama" dengan berat 3510 gram dan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Meneruskan dari Yanuar:<br />
<br />
Alhamdulillah.Telah lahir dengan sehat dan selamat, putra pertama kami<br />
&quot;Fathan Zuqni Ismatama&quot; dengan berat 3510 gram dan panjang 50 cm di RS<br />
YPK Menteng pada pukul 05.04 WIB. Semoga menjadi anak yg soleh dan<br />
berguna bagi sesamanya. Amin.<br />
<br />
Terimakasih atas doanya<br />
Salam<br />
Yanuar dan Dini<br />
<br />
anaknya lucu, gak item kayak bapanya :p<br />
<img src="http://lh3.ggpht.com/_MjaCdroXkXs/TGyEw8kfDEI/AAAAAAAAAJU/nO_TZGbD4Dc/s640/IMG00031-20100819-0530.jpg" border="0" alt="" /><br />
<img src="http://lh6.ggpht.com/_MjaCdroXkXs/TGyExNhVl-I/AAAAAAAAAJY/Y94sdITnywg/s640/IMG00032-20100819-0530.jpg" border="0" alt="" /><br />
<img src="http://lh3.ggpht.com/_MjaCdroXkXs/TGyExRZBgzI/AAAAAAAAAJc/2SouywDsn14/s800/IMG00034-20100819-0531.jpg" border="0" alt="" /></div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://ikastara.org/forumdisplay.php?4-Berita-Kita">Berita Kita</category>
			<dc:creator>Cutegigi</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://ikastara.org/showthread.php?2078-Kelahiran-putra-pertama-Yanuar-(TN-7)-Dini</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Menepi di Lembah Tidar</title>
			<link>http://ikastara.org/showthread.php?2076-Menepi-di-Lembah-Tidar&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 16:18:22 GMT</pubDate>
			<description>Sepertinya kita memang tidak perlu bertemu lagi. 
 
Kalimat itu kukirimkan pada dia pada malam ketika aku sampai di Lembah Tidar. Pada malam setelah...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Sepertinya kita memang tidak perlu bertemu lagi.<br />
<br />
Kalimat itu kukirimkan pada dia pada malam ketika aku sampai di Lembah Tidar. Pada malam setelah aku memacu motorku untuk meninggalkan dia. Pada malam setelah dibuat basah olehnya.<br />
<br />
Ok. Maaf tidak bisa menjadi yang terbaik untukmu. Balasnya<br />
<br />
Kami pun tak pernah bertemu lagi. Untuk sekedar berkirim sms kosong pun tidak lagi. Aku pun menepi di Lembah Tidar. Berlari dari dia<br />
<br />
<div align="center">***</div><br />
Suatu siang dalam pelarianku, dini, salah seorang sahabatku mengirim sms<br />
<br />
Aku mendukungmu. Tak usahlah bertemu dengan dia lagi. Kabari aku kalau ada masalah<br />
<br />
Sms itu ku “iya”kan saja, meski ku tahu Dini tidak akan bisa selalu ada ketika aku butuh. Untuk sekedar membalas sms saja, ia seringkali tidak sempat. Tak apalah, paling tidak Dini masih peduli padaku. Metta, sahabat yang lain, ikut – ikutan mengirimiku sms<br />
<br />
Semangat!!! Cowok bukan hanya dia. Jangan pernah berpikir semua cowok sama dengan dia. Masih banyak cowok lain yang lebih baik dari dia.<br />
<br />
Lagi – lagi ku“iya”kan saja sms sahabatku itu. Bagaimana tidak, aku tak punya pilihan meski kadang ingin kubertanya padanya,”Mana, Me, cowok lain yang kamu bilang masih banyak itu?  Mana pula yang kamu bilang lebih baik dari dia?”<br />
<br />
Kuyakin pertanyaan itu hanya akan dibalas Metta dengan ceramah tentang waktu dan kesabaran yang benar – benar membuat kesabaranku diuji. Hmf. Membosankan.<br />
<br />
Pada hari yang sama itu pula, Vitri, sahabatku yang lain lagi, tak mau kalah. Vitri menulis<br />
<br />
Sudahlah, dia bukan lelaki yang baik. Let him go. Aku tidak suka dengan perasaan ketika bertemu dengan dia. Sangat tidak nyaman ketika aku harus berhadapan dengan orang yang telah menyakiti sahabatku<br />
<br />
Sms terakhir ini tak kutanggapi. I’m speechless. Benar – benar tidak tahu bagaimana harus membalasnya ketika ternyata, polah tingkahku menyusahkan orang – orang disekitarku.<br />
<br />
Well, aku, metta, dini, dan vitri memang bersahabat sejak SMA. Satu kebiasaan kami adalah menceritakan kepada yang lain apabila salah satu dari kami sedang membutuhkan dukungan, dan, ya, saat itu akulah yang membutuhkan dukungan. Seingatku aku hanya bercerita pada Metta, tapi tak kagetlah aku bila dini dan vitri pun langsung tahu apa yang sedang kualami.<br />
<br />
Sms ketiga sahabatku pada hari itu menggerakkanku untuk benar – benar berhenti. Kembali ke jalan yang lurus. Bertobat.<br />
<br />
Keesokan harinya aku mulai berdoa kembali setelah berbulan – bulan tak pernah berdoa karena merasa sangat berdosa. Berdosa telah bercinta dengan dia, tapi tak ingin dihakimi.<br />
<br />
Bukan hal yang mudah untuk berdoa kembali ketika dalam setiap pejaman mataku, aku melihat dia. Dalam keheninganku, bayangan kami bercinta terus berputar dalam otakku. Rasanya begitu nyata. Sentuhannya, aroma tubuhnya. Hingga aku berkeringat dibuatnya.<br />
<br />
Dalam setiap keheningan itu, aku lelah. Lelah karena harus mengerahkan banyak tenaga untuk menghalau bayangan itu, lagi dan lagi. Lelah karena banyak tenaga harus kukerahkan untuk memfokuskan diri pada doa – doaku. Lelah sudah ku rasa ketika selama berhari – hari kucoba merelakan tapi malah semakin mengingatnya, semakin menginginkannya. Rasanya seperti membohongi diri sendiri. Aku lelah<br />
<br />
<div align="center">***</div><br />
Aku pun berlari. Mencoba tak peduli pada semua nasihat sahabat – sahabatku. Aku memberanikan diri untuk menghubunginya.<br />
<br />
“selamat siang, ada yang bisa saya bantu?” begitu sapanya ketika aku menelponnya<br />
<br />
“aku belum mendapatkan menstruasiku bulan ini” kataku langsung ke inti permasalahan<br />
<br />
“kok bisa?sama siapa?”<br />
<br />
“kamu”, dan pulsaku habis. Great! Tepat ketika aku mengharap mengetahui reaksinya. Dia pun tak balas menelpon atau bahkan sekedar mengirim sms, dan aku tak lagi punya keberanian untuk berbicara padanya.<br />
<br />
Aku kembali menepi di Lembah Tidar. Kembali bertekun dalam doa. Kali ini lebih sungguh - sungguh dalam berdoa. Lebih berharap.<br />
<br />
<div align="center">***</div><br />
Beberapa hari setelah itu, dia menelponku<br />
<br />
“benarkah kau tidak pernah melakukannya dengan orang lain?”, terdengar kecemasan dalam kalimatnya<br />
<br />
“tidak”, jawabku mantap<br />
<br />
“kalau gitu siap – siap beli perlengkapan bayi ya” katanya kemudian terbahak – bahak<br />
<br />
“ah, tak perlu. Aku sudah mendapatkan menstruasiku bulan ini”<br />
<br />
“yaaaaah…..”, kali ini terdengar kekecewaan<br />
<br />
“aku kehilangan anakku”, lanjutnya kemudian terpingkal – pingkal<br />
<br />
“dasar gila!”<br />
<br />
“ya sudah. Aku harus kembali bekerja. Aku akan mengunjungimu ketika senggang”<br />
<br />
Sambungan telpon pun terputus. Cerita tentang dia pun kuputuskan sampai disini saja karena rasanya harapan akan pencapaian masa depan pun kembali menghampiriku, tak ingin aku diganggu lagi olehnya. Pertobatanku terus berlanjut. Semoga godaan tak datang secepat dia masuk dan keluar dari hidupku.<br />
<br />
<div align="center">***</div><br />
Aku kembali bercerita pada sahabatku, kini pada mereka bertiga, metta dini dan vitri. Aku bercerita bahwa aku telah melanggar janjiku pada mereka untuk tidak menghubungi dia lagi. Vitri terbahak – bahak ketika mendengar ceritaku yang begitu bodoh karena terlalu khawatir ketika menstruasiku belum datang juga. Dini lebih serius menanggapi ceritaku, dia benar – benar khawatir akan terjadi hal – hal yang tidak kami inginkan padaku, sedangkan Metta justru berbinar – binar mentapku sembari berkata, “gw salut sama lo,neng, menurut gw lo hebat, berani mengambil keputusan dengan mengikuti kata hati lo”<br />
<br />
<br />
<br />
<font color="Red"><font size="2">*penggunaan nama aseli memang disengaja untuk menimbulkan efek nyata karena lagi – lagi cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan cerita mungkin cerita ini menjadi benar adanya :p</font></font>:mlewat::mlewat::mlewat::mtengsin:<br />
<br />
<br />
monggo abang2,kakak2,adek2, saya tunggu komentarnya :mbalon:</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://ikastara.org/forumdisplay.php?6-Gallery-Sastra">Gallery Sastra</category>
			<dc:creator>valentina</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://ikastara.org/showthread.php?2076-Menepi-di-Lembah-Tidar</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>
