Originally Posted by IntanRianda Aku terpana saat Kau mengatakannya. Aku terkejut hingga tak mampu ku bersuara. Banyak hal, banyak cerita yang mungkin belum terungkap. Banyak pula kisah yang masih menanti dan menunggu untuk terajut. Namun apakah mungkin waktu itu kan datang? Saat gelombang demi gelombang dunia baru menerpaku. Membuatku goyah, menguncang hati serta pikiran bersamaan? Di sinilah kini kusadari dimana aku berpijak. Di dunia ku dalam benteng kesendirian. Dan kulihat Kau tegak berdiri di seberang sana. ...
Nama merupakan sesuatu yang akan disandang anak seumur hidupnya. Tak heran bila para calon orangtua berupaya mengkreasikan nama yang indah untuk calon buah hatinya. Karena itu, pikirkanlah dengan hati-hati nama yang paling tepat untuk anak. Jangan sampai memilih sebuah nama terburu-buru atau tanpa pertimbangan dan pada akhirnya menyesal kemudian, atau justru membuat anak kecewa. "Nama seseorang akan berpengaruh besar pada cara ia memandang dirinya dan cara orang lain berpikir ...
Mungkin kita merasa kesal, muak, dan marah membaca berita-berita di koran: penggelapan pajak, mafia hukum, bentrokan berkekerasan, pemerkosaan, dan banyak lainnya. Semua seperti menambahi frustrasi dan kesulitan pribadi kita dalam menjalani hidup. Semua penyelewengan dan persoalan di atas tentu tidak dapat dibiarkan. Tetapi, secara pribadi kita tetap perlu mempertahankan suasana hati positif bagaimanapun kondisi sosial yang melingkupi kita. Saya meminjam usulan praktis dari Michele ...
Makanan cepat saji (fast food) tidak saja membuat tubuh lebih cepat melar, tetapi juga bisa menghilangkan kesabaran. Orang yang terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji dilaporkan menjadi kurang sabar dan serba tergesa-gesa. Kendati belum diketahui dengan pasti kaitan antara fast food dan kesabaran, studi yang dilakukan sejumlah peneliti dari Kanada menunjukkan bahwa mereka yang hobi makan makanan cepat saji cenderung menjadi kurang sabar. "Restoran cepat saji adalah ...
Sering coba kubisikkan kata "sabar" di hatiku. Sabar menyusuri waktu perlahan. Sabar menunggumu pelan-pelan. Sabar menghadapi aku. Kita bukan lagi remaja belasan tahun yang coba maknai cinta dengan sebatang coklat, setangkai bunga dan apel malam minggu. Cinta kita teramat jujur dengan semua rasa. Ia tak hanya semanis rindu. Cinta kita juga pernah menjelma menjadi pilu dan diwakili air mata yang menyesakkan. Cinta kita bahasakan rasa dengan jujur. ...