PDA

View Full Version : Limpahi aku cinta



fixshine
16th February 2009, 11:03 AM
……
Sayangku,
Ingatkah kamu pertama kali kita saling menemukan ? Di suatu siang, ditengah kesibukan kantorku kamu datang sebagai orang baru yang mengenalkan diri sebagai Junior Staff. Kamu diantar managerku satu per satu mendekati meja para staff senior dan menawarkan sebuah nama.

” Saya Dina..”

dihias sekilas senyum tipis. Sedikit sekilas yang sempat membuatku terhenyak sesaat. Telponku aku hold sesaat, aku tukar perkenalanmu dengan nama dan jabatanku
.
” Selamat bergabung..” kataku
” Mohon bantuannya..” jawabmu sopan

………..

Sayangku,
Kita memang dulu tidak cepat untuk dekat. Kamu terlalu pendiam untuk manusia-manusia gila di kantorku yang terbiasa saling meledek untuk mengatasi situasi kerja. Kamu tampak takut-takut untuk mengenal kami. Oh ya wajar, seorang introvert membutuhkan kenyamanan lingkungan.
Awal Oktober, 3 tahun lalu saat ulang tahunku .. aku bagikan kue. Ketika sampai di mejamu baru aku tersadar bahwa ada satu staff yang selama ini lolos dari kebiasaanku menyapa tiap teman.

” Ehm, Mbak Dina ini kan ? boleh dibagikan kue .. aku ultah hari ini “
kamu sedikit terkejut. Pipimu bersemu sedikit merah. Oww oww bagaimana gadis seanggun ini bisa lolos dari pandanganku.

” Ehm ma kasih yak ..” kamu menerima potongan kue tart dari box yang aku bawa.

Sejak itu aku mulai pedekate … tak sulit untuk sekedar tahu id Yahoo-mu, kemudian mengejutkan pagimu dengan offline message di layar kompie-mu.

<de_rocky>Pagi mbak Dina … cuma ngingetin kemaren note booknya ketinggalan
Kulihat kamu bingung sambil celingukan dari ujung meja .. aku bertaruh apa jawabanmu. ha ha… kok jadi ikut berdebar jantung ini.

dan … muncul juga di board chatmu di Yahoo meseengerku.

<d33na>Emh maaf Mas/Mbak siapa ya…
<d33na>aduh iya ketinggalan note bookku, tolong dong penting buat aku kerja

Bukan gayaku tentunya untuk segera memberikan notebook ini. Dengan sedikit trik aku suruh Parman OB di kantorku mengganti gelas minuman di mejamu.
Kamu tampak bingung sekali setelah itu, mulai membuka-buka tas kerja mengeluarkan beberapa kertas dan memegang kepala.

<d33na>aduh Mas/Mbak tolong dong dikembalikan sekarang ..
kamu tampak panik.

“Mbak boleh diganti air minumnya ?…”
Parman mengagetkannya sesuai rencanaku. Aku segera menyelinap ke belakang mejamu.

” Oh Mas Parman, makasih yak, emhh Mas ada yg nitipin note book ke aku ga yah ? “
Aku geli dalam hati, ternyata sudah sifat dasar manusia kalau sedang panik apapun jadi sasaran.

” He he ini note booknya Mbak Dina, ga mungkinlah Mas Parman berani ngambil sesuatu di meja karyawan ..”
aku berhasil membuatmu terpana ..

” Maaf kemarin tertinggal begitu saja, dan tergeletak terbuka. Tidak aku baca-baca kok tenang saja .. “
kamu tersipu malu dan menghadiahkan semu merah terindah itu kembali.

Kejadian itu membuka hubungan kita. Kamu semakin cair padaku. Kamu adalah top list dalam messengerku yang selalu kusapa. Dan senangnya ternyata hanya denganku kamu mau makan bersama cowok di kantorku.

…………

Sayangku,
Kamu ternyata dulu seperti selebritis takut dikejar-kejar gosip. Untungnya kamu mau berbagi denganku.

<d33na>Mas
<de_rocky>ya … ono opo
<d33na>kok kita jadi digosipin sie, aku ga suka
<d33na>aku jadi ga bisa tidur, mas keganggu juga ga krn aku
<d33na>klo mengganggu sebaiknya kita …

ups … sebelum terjadi hal hal yang membahayakan strategi ..

<de_rocky>stop stop ….jangan diteruskan
<de_rocky>>plsss … jng dipikirin lagi, anak-anak memang begitu, ditengah load pekerjaan kita yang penuh tekanan ini, gosip adalah bumbu
<de_rocky>okey .. boleh minta waktumu sepulang untuk bicara langsung ?

Mungkin dengan sedikit enggak enak kamu mau makan bersama denganku siang itu. Dengan keterbukaanmu padaku, kamu ungkapkan kepolosan pikiranmu. Ya ampun, anak-anak itu emang klo iseng kelewatan. Aku jelaskan padamu, itu adalah cara mereka menarik perhatianmu. Karena kamu terlalu pendiam, kurang bisa akrab, dan kusarankan supaya mulai merubah kebiasaan. Kamu tampak mau mengerti.

Beberapa minggu kemudian beberapa acara makan siang yang kutawarkan kamu tolak karena janji makan bersama teman-teman lain. Hhm.. aku ikhlaskan makan siang denganmu, demi ketenangan hatimu. Doaku semoga Tuhan memberi jalan padaku agar dapat memberi warna cerah hari-harimu.

………..

Sayangku,
Kamu ternyata bisa membalasku.

<d33na>Mas .. besok datang pagian yak
log-off

kamu tampak kabur dan aku tak bisa lagi menanyakan kenapa.

Keesokan harinya, hanya buat kamu sayangku, aku pasang alarm HP-ku. Aku bangun pagi-pagi, ga usahlah makan pagi nanti minta Mas Parman beli nasi uduk juga bisa.

Pagi itu aku baru duduk di meja, memasang dasi, sambil menyalakan komputer. Kulihat automatic-set Yahoo messengerku … id-mu belum login. Agak kesal aku dibuatnya, pikirku dikerjain neh. Humm ah ga pa pa, sudah bisa ya kamu nakal.

Tiba-tiba…

” Masku .. kasihan belum makan yaa “
sejulur tangan lembut ada disampingku. Bau harum parfum yang sangat kukenal merebak. Aku menoleh dan oh Tuhanku… seraut wajah yang selalu kurindukan itu.

Sekotak nasi lengkap dengan lauk, sambel balado, tempe, dan buah melon tersaji dengan tatanan rapi. Haha .. aku terbalas sudah

” Aku balas trik note book-mu yang dulu…” setelah meletakkan kotak sarapan buatku itu kamu segera lenyap dan meninggalkan sebentuk lirikan yang tidak akan pernah aku lupakan.

<d33na>Jam 9 nanti Mas Parman dah kubilangin untuk ngambil kotak itu, biar dia yang nyuciin. Makasih ya Mas .. klo ga enak maaf yak cuma bisa segitu.
<de_rocky>Ini toh surprisenya … makasih ya. haha .. aduh bisa langganan catering Mbak Dina neh.

………..

Sayangku,
Aku tidak tahu sebenarnya kita sudah pacaran atau belum sie saat itu. Teman-teman sudah heboh di luaran, mungkin juga sudah jadi rahasia umum, tetapi kita tetap tenang-tenang saja. Aku tak peduli kamu punya seseorang lain di sana. Aku tak peduli kamu mencintai aku, naksir aku atau tidak. Bagiku kehadiranmu setiap hari di kantor adalah salah satu alasan aku bertahan di kantor ini. Aku bersyukur dengan keakraban kita. Aku selalu terpesona dan sangat menikmati kebersamaan kita. Kalaupun aku memang mencintai kamu aku tak mau disibukkan dengan segala macam teknik pedekate dari nganter kamu tiap hari kemana pun, harus menyediakan jadwal nonton bersama, atau menggagalkan janji-janjiku hanya untuk kamu.

Aku senang kesederhanaan. Aku sangat percaya hubungan yang natural, alami, tapi mengesankan. Aku sangat menikmati detil-detil terindah ketika kita saling mengetahui kebiasaan kita. Seleramu makan yang tak pernah makan lebih dari separuh, dan kamu selalu membagi nasi separuhnya denganku.

Oya, aku sempat surprise, dulu kamu perokok juga kan, sejak denganku kamu punya tekad enggak merokok lagi. Suatu ketika kita belanja di hypermart bareng, aku menggodamu ke counter rokok Marlboro, kamu berusaha memalingkan muka, ha ha ha malu-malu mau begitu.

“Sudah ah Mas, jangan digodain gitu dong … sudah bertahan 3 bulan lebih nih enggak ngerokok “… wajahmu memelas matamu melotot manja begitu, duh hati pria siapa yang tak akan rontok kalau begini.

“Diganti ke rak sebelah itu saja …ya ”
aku mengajakmu ke rak deretan coklat. Kamu tampak surprise … bingung mau memilih yang mana.

“Aku ga tahu pilih yang mana .. pilihin saja lah “
“Ambil saja sesukamu .. asal jangan cuma Silverqueen atau Beng-Beng itu yak …”

That was a wonderful moment in my mind, my dear.

Kamu kebingungan memilih. Aku suka ekspresimu ketika memilih-milih coklat. Dan akhirnya .. malah berdiri di tengah saja. Aku tawarkan merk2 Lindt, Ferreroche, Special Valentine dari Dairy Milk, Van Houten, … dan ups terakhir yang membuat kamu terlonjak. … sekotak besar Tobleron dengan bentuk khas segitiganya terikat dipunggung boneka Panda berbaju merah. kaos boneka itu ada logo “heart” dengan tulisan “I love u”.

“Makasih ya mas…. makasih ya mas” kamu mendekap coklat itu. Aduh rasanya tak terkatakan bisa memberikan sesuatu yang kamu sukai seperti itu.

Kita berbagi coklat itu sambil nonton di 21, kita nonton tidak di ujung, tetapi baris tengah dekat lorong pintu “exit”. Andai kau tahu sayangku, saat ini pun bahu ini masih merasakan betapa nikmatnya saat-saat kepalamu bersandar. Apapun shampoo-mu tapi keharuman rambutmu yang sering aku belai pelan adalah nuansa di tengah temaram theatre.

Ternyata kita kritikus film yak, kamu benci betapa tidak detilnya film “Geisha” tapi kamu sangat bersemangat menjelaskan detil budaya Jepang satu itu padaku. Di saat lain kamu sangat menyesal karena jadwal kantor yang padat .. tak sempat nonton “Narnia” walaupun kamu sudah memborong 1 box paket bukunya. Tapi untungnya CD/DVD nya sudah beredar di pasaran.

Sore itu saat aku bangun tidur, kamu sudah mengagetkan aku dengan ketokan pintu. Tanpa basa - basi kamu menyerbu kamar kosku dan memasang DVD “Narnia” itu. Aku mandi sebentar, selanjutnya sebagai tuan rumah yang baik aku yang menyediakan teh hangat, sedikit biskuit, sudah cukup untuk kelengkapan “home theatre” kecil di kamarku. O ya, sekotak tissue .. kamu kan pasti akan menangis saat adegan Aslund di korbankan di meja batu pembantaian negeri Narnia.

Hari-hariku adalah mengerti kamu, selalu berusaha menikmati setiap detil kebersamaan kita. Kamu memang tak selamanya manis, bahkan semakin sering kamu bawel ha ha ha … tidak apa-apa manisku. Itu tanda kamu percaya aku. Bahwa tiada batas keraguan antara aku dan dirimu. Kamu bebas bercerita tentang mantan-mantan pacarmu yang sering menyakitimu, dengan pemaksaan, dengan tuntutan, dan tentu perselingkuhan. Kamu juga mau berbagi cerita tentang keluargamu, liburmu yang selalu disibukkan mengantar jalan-jalan keponakan. Album foto onlinemu di internet selalu dipenuhi fotomu dengan keponakan-keponakan yang imut, yang lagi nyengir, ketawa, bahkan nungging… terima kasih yak selalu memintaku mengajarimu mengupdate foto-foto itu di friendster, sesekali aku ajarkan bagaimana membuat slide show, animasi flash, dsb. Memang harus kuakui itu sedikit trik agar kita lebih bisa berlama-lama berdua di depan komputer selepas jam kerja, tidak apa-apa kan toh pasti kuantar pulang.

………..

Sayangku,
Benarkah memang ada cinta di antara kita ? Sungguhkah aku sudah benar-benar mengejarnya ? aku hanya merasa selalu bersyukur dengan keterpesonaan-keterpesonaanku padamu. Aku ingin mengatakan sekedar ungkapan “I love u” tapi masih perlukah lagi. Tak cukupkah hati kita sudah saling bicara. Tak cukupkah sikapku padamu. Kala lidah kelu di hadapanmu, kala mata tak lepas hanya untuk menikmati senyummu, dan tercekat bak disiram es selalu saat kamu menggandeng tanganku.

Bagiku keterikatan adalah batas bak sangkar emas. Kita memang tak punya jadwal tetap. Aku tak hendak melihatmu dalam keharusan jadwal lazimnya orang pacaran. Aku senang melihatmu seperti merpati yang bebas berekspresi dalam seni terbangnya. Kita tak harus punya waktu special untuk bersama. Sudah cukup jika mendatangi kamu mengoreksi beberapa lajur datamu yang kurang sempurna, mengoreksi kesesuaian beberapa data customer, dsb. Dan sesungguhnya kita memiliki semua waktu. Karena hatiku tanpa kau minta sudah perlahan kau miliki.

………..

Dan sayangku …
Akhir saat-saat bahagia kebersamaanku denganmu itu tiba juga tak terelakkan, pelan tapi pasti, halus tapi mengiris pasti.

Kamu sengaja atau tidak, selalu saja jika mengajakku selalu di waktu-waktu sibuk lemburku. Tentu saja sebagai senior staff yang punya tanggung jawab dengan report bulanan aku menolak halus. Teman-temanku berbisik tentang beberapa telpon masuk untukmu from the other man. Aku tidak pernah mempermasalahkan itu … aku bukan orang yang mau mencampuri urusan orang lain.

Suatu sore di bulan keenam kebersamaan kita, aku ke mejamu seperti biasa mengkonfirmasikan beberapa berkas. Aku datang dari belakang kursimu. Kamu tidak menyadari. Oh ternyata kamu sedang asyik berbicara di telpon, kulirik monitormu ada hanya satu board chat dan itu bukan dariku. Aku tak sempat membacanya karena kamu cepat tersadar kehadiranku. Aku tersenyum ramah seperti biasanya meletakkan beberapa berkas di meja. Kamu tampak sedikit terkejut.

” Sudah ya, sudah ya … nanti aja deh, benar mau ke sini kan nanti sore ? “ kamu menutup telpon dengan sedikit sedikit senyum membayang. Aku merasakan senyum itu bukan untukku. Ah, segera kubuang pikiran-pikiran negatif. Aku ke sini kan untuk kerjaan kantor. Kamu dan aku terlibat percakapan kantor dan aku kembali.

Hari-hari setelah itu serasa nada rinduku tak tersambut. Chatinganku semakin jarang kamu jawab dengan akrab, hanya chatingan urusan kantor saja. Biasanya kamu selalu pamit padaku kalau pulang duluan. Tetapi selepas aku sholat maghrib di kantor, kursi mejamu selalu sudah telihat kosong.

<de_rocky>kemaren langsung kabur yak :( ga bilang2 neh
<d33na> bareng temen ko
…..
dan
(d33na is currently log off)

aku tahu kamu tidak logoff, hanya invisible. Namun sudah cukup merusak hari-hari indahku.

Kamu dijemput mobil audy warna merah. Begitu kata teman-teman. Aku memang tak pernah tahu, atau terlalu cuek ? Tapi akhirnya aku merasa juga kehebohan cerita kita tak pernah lagi terngiang dalam gosip harian kantor, kecuali Mas Parman yang masih selalu menanyakan namamu hanya sebagai bahan sapaan yang ga up-to-date. Semakin hari, semakin hariku terganggu dengan keringnya komunikasi antara kita. Aku semakin sering tak melihat “aku” di matamu. Dan kamu sepertinya sudah tak memberi kesempatan lagi aku untuk mengajakmu makan siang bersama seperti biasa.

Aku tak tahu apakah itu maumu, tapi aku sungguh tak sanggup selalu dicuekin begitu. Aku seperti tenggelam pelan-pelan dalam lumpur hisap di padang pasir, kekeringan, kehausan, perlahan pasti dan akhirnya mati. Mungkin itu maumu agar aku menjauh pelan-pelan. Mungkin maumu agar sehalus mungkin hubungan kita merenggang. Tapi sayangku, aku bukan manusia seperti itu. Aku menyukai keterbukaan, aku menyukai kejujuran, mengapa kamu tak mau cerita padaku. Bersama pernah menjadi bagian hari-harimu adalah saat terindah bagiku. Tetapi ketika kau campakkan aku pelan-pelan begini hanyalah penyiksaan tak terhingga. Kamu benar-benar memenangkan hatiku, ya melambungkan aku ke langit sekaligus setelah itu menjatuhkan aku sendirian dan kehilangan harapan.

Baiklah aku memutuskan mengakhiri pertanyaan-pertanyaan hati yang menyiksa tiap detikku ini. Aku ingin memastikan padamu.

Malam itu kutelpon kamu.
terdengar bukan suasana damai kamarmu
terdengar ada pria bicara-bicara disampingmu, sedang pesan makanan

“Ya halo..”
“Mbak Dina dimana ya ? nyapa aja ko ini kayaxnya dah lama ga ngobrol”
biasanya kamu segera menjauh dari keramaian dan kamu hadiahkan 15 menit yang “mendamaikan” dalam canda dan tawa.
Namun harapan itu segera hilang dan aku salah sama sekali.

“Sorry, aku memang berubah .. aku sudah kembali seperti dulu”
Berubah? benarkah itu ? Kamu sudah berubah ? Aku tercekat. Aku kehilangan kata-kataku, aku kehilangan jiwaku, apa salahku, aku sudah berusaha sebaik-baiknya untukmu inikah yang kudapat ? Semudah inikah ?

“Mengapa ..?” tak bisa kusembunyikan lagi perasaanku.
“Aku ga mau berantem di sini, besok saja kita chating seperti biasa..”
dan tak perlu kutunggu lagi telpon itu untuk kau kututup.

Terima kasih Tuhan, aku sudah mendapat jawaban. Pertanyaan-pertanyaanku semua terjawab sudah. Jawaban yang singkat. Hanya kata BERUBAH. Dan cukup membuatku hatiku hancur lebur. Aku terbanting berkeping-keping dari ketinggian indah mimpi-mimpiku. Kamu benar-benar memenangkan hati ini sayangku. Aku memang tak berdaya dengan pesonamu, bahkan juga kau sekaligus telah berhasil remukkan hati ini hanya dengan satu kata.

………..


Sayangku,
tahukah rasa sakitnya seperti apa hati ini ? ada yang selalu meledak di dada. Aku kehilangan alasan melangkahkan kakiku. Telapak tanganku hanya untuk menutupi mukaku. Jika kamulah satu-satunya cahaya hari-hariku, lalu sekarang pergi kepada siapa lagi aku mengadu ? kepada siapa lagi kepedihan hatiku ini aku bagi ?

Aku ingin menyebutmu kejam, tapi sisi hati yang sungguh cinta padamu tegaskan kamu berhak beroleh kebahagiaanmu sendiri. Jika aku selalu ingin hari-harimu penuh keceriaan, aku rela berkorban untuk itu. Tetapi sakitnya, membuatku meronta.. sendiri…sedemikian kuteriakkan pedih ini hanya terjawab sepi. Aku ingin salahkan kamu, tapi aku tahu aku tak berhak. Aku yang salah jika memang tak berikan kepastian jika itu kau minta segera. Namun salahkah aku jika terlalu terpesona akan dirimu ? kalau memang salah, aku harus terima segala kesakitan ini.

Tuhanku .. doaku hanya satu saat itu, kuatkan hatiku Tuhan…kuatkan hatiku Tuhan.. kuatkan hatiku Tuhan … tetap limpahi aku dengan cinta, cinta yang mendamaikan, dan bukan kebutaan cinta yang hanya membawa benci dan dengki.

………..

Sayangku,
Esok harinya kau tepati janjimu. Untungnya mejaku agak pojok letaknya, karena aku hanya bisa menangis melihat percakapan chating kita.

<d33na>Hei kamu baik-baik saja..kan ?
aku tersenyum getir, kiranya aku tak mungkin lagi dipanggil “Mas” seperti biasanya.

<de_rocky>ehm setidaknya masih bisa ke kantor
<d33na>kamu mau jawaban sekarang ?

aku serasa tak percaya ini benar-benar terjadi. icon tab messenger itu menyala berkali-kali, bercerita tentang apa yang terjadi di hatimu. Menjelaskan asal kata BERUBAH yang kamu tegaskan kemarin. Bahwa kamu memang pernah berharap padaku. Bahwa kamu juga tersanjung setiap pemberianku. Namun itu tak menjawab kehausanmu akan kepastian. Bagimu kepastian lebih penting dari segala kebaikan dan perhatikan. Karena kamu bisa menerima segala asal mendapat kepastian.

<d33na>terima kasih sudah memberi banyak perhatian padaku, tapi kayaxnya sekarang sudah terlambat..

ya kamu memang telah berkenalan orang lain. Dan dia berani segera menjawab kehausanmu. Selamat … siapa pun dia.

<de_rocky>ma kasih ya sudah mau jujur padaku, ternyata kamu masih percaya aku untuk tempat bercerita ..
<d33na>aku percaya kamu .. pasti mudah melupakan ini segera
<de_rocky>semoga ya ..

Aku segera tersadar, bahwa aku dengan caraku sendiri harus bangkit. Tiada kamu lagi dalam nyata, walaupun maaf…. dari kejauhan aku masih butuh melirik kamu untuk sekedar maniskan hari-hariku.

Aku masih harus bertarung dengan perasaanku tiap hari rupanya. Status messengermu yang selalu penuh kemesraan pada “dia” tak kupungkiri menggangguku. Mau protes ? sudah kubayangkan aku akan hanya jadi bahan tertawaan. Terima saja .. terima dan hidup saja dengan kondisi itu.

Jika Tuhan melangsungkan kejadian ini untukku Dia pasti merencanakan sesuatu, aku tak berharap mendapatkan dewi yang lain, cukup Tuhan kuatkan hatiku dan limpahi aku dengan cinta dan hanya cinta agar aku dapat menghilangkan duka, dengki, iri, dan segala kesakitan hati ini. Menerimanya dengan lapang sebagai kesadaran bahwa yang terpenting adalah dalam diri. Kebahagiaan bukan tergantung pada orang lain, karena orang lain wajar untuk berubah. Entah sugesti atau apapun namanya, aku percayakan cinta adalah sesuatu yang mendamaikan, selalu dalam tindakan memberi dengan ikhlas dan jangan cemari harapan akan berbalas atau sesuatu imbalan.

Teman-teman terdekatku tentulah ada yang tahu. Mereka ternyata juga menaruh perhatian. Selama ini mereka diam karena tak ingin lebih memperkeruh suasana. Aku bersyukur mereka turut menguatkanku. Setelah beberapa bulan kemudian aku sudah bisa perlahan mengobati sakit hati ini. Waktu adalah obat dan teman-teman dekat adalah tempat berbagi yang tulus, untuk sekedar penawar kepedihan.

<d33na>kamu masih mau bantu aku ?
siang itu board messengermu menyapaku

<de_rocky>tumben nieh .. tentu kamu masih temanku
<d33na>bantu aku nanti sore … aku mau pindahan ke rumah baruku setelah menikah nanti



………..

Sayangku,
akhirnya hari bahagiamu akan datang. Tentu melihatmu bahagia adalah kebahagiaanku juga. Mungkin sedikit iri ha ha ah manusiawi, tapi itu lebih baik daripada kamu nyatanya tak berbahagia denganku.

<d33na>terima kasih ya kemaren bantu-bantu mberesin rumahku, kamu jago ngedesain rumah juga yak
<de_rocky>selalu apa sih yang enggak buat mbak Dina…
<de_rocky>masak ga percaya aku, sudah liat rapinya kamar kosku kan ?
ku bercanda sambil sedikit narciss

<d33na>calon suamiku say thanks to you, dia sedang ada tugas luar kota soalnya
<de_rocky>uuups jadi malu nieh, dia tahu aku juga ?
<d33na>tentu klo dia ga mau menerima masa laluku .. kutinggal aja dia
<de_rocky>he he gpp Mbak Dina, itu doaku ko …
<d33na>apa ….
<de_rocky>jika ga dapet orangnya, semoga Tuhan ijinkan aku masih bisa bantu-bantu kamu ..
<d33na>lho oh … kamu masih .. ehm tapi sekarang .. sudah masa lalu kan?
<de_rocky>ha ha memang masa lalu, tapi yang penting aku sudah temukan damai hatiku … kamu masih percaya aku seperti dulu .. meski itu sedikit hanya untuk bantu-bantu kamu

Aku tersenyum. Aku menemukan cara terindah lain dalam kedamaian hati kita. Hari-hariku kini kembali indah, dengan kamu masih memandangku sebagai sahabat

“Maaf, Mas ” suara Mas Parman di belakang
“Ini titipan Mbak Dina sebelum pulang tadi …” Oh sayangku ternyata kamu masih ingat juga, masakanmu tentu masih terasa sesuatu darimu yang terindah bagiku.

………..

Sayangku,
Esok adalah hari pernikahanmu. Semoga kamu bahagia bersamanya dimana hatimu terjaga. Tiap malam-malamku selalu kupanjatkan doa pada Tuhanku
” Tuhanku Yang menguasai segala takdir, selalu limpahkan kekasih tersayangku cinta, kuatkanlah dia dalam cinta, dan semoga Kau berkahi dia selalu bersama orang-orang tercinta ..”



by fixshine,
inspirated by my own true story

Thanks to :
-Dina yang memperbolehkan namanya dipake biar komersil dikit

bani
16th February 2009, 05:04 PM
so sweet bang....

memang kebersamaan yg indah sulit dilupakan, dan terkadang saat salah satu diantaranya mencari sesuatu yg berbeda dari kebersamaan itu, yg lain terlambat untuk menyadarinya...
terlalu menikmati? atau kah takut?


” Tuhanku Yang menguasai segala takdir, selalu limpahkan kekasih tersayangku cinta, kuatkanlah dia dalam cinta, dan semoga Kau berkahi dia selalu bersama orang-orang tercinta ..”

ini jg yg slalu sy doakan untuknya....

jurezz
16th February 2009, 06:30 PM
huhuhuhu...
so suittt bang sigitt...

dulu dah pernah baca di blog abang nie..

tapi tetep keren... :mbisik:

Egtheasilva Artella
16th February 2009, 07:18 PM
ini yg disebut cinta tak harus memiliki?
tough huh,,,

nad3418
16th February 2009, 07:22 PM
ini yg disebut cinta tak harus memiliki?
tough huh,,,

Temanya Sigit kan selalu seputaran itu ... :mbisik:

Egtheasilva Artella
16th February 2009, 08:10 PM
Temanya Sigit kan selalu seputaran itu ... :mbisik:
trademark:

b sigit -> kasih tak sampai
b enade -> perselingkuhan :p
k cece -> sad ending

fixshine
16th February 2009, 09:03 PM
tunggu deh tema yg lain .. lagi proses ga jadi2

amy982274
17th February 2009, 04:11 AM
cinta memang tak selalu memiliki....:(

* based on true story ga bang?

fixshine
17th February 2009, 05:45 AM
cinta memang tak selalu memiliki....:(

* based on true story ga bang?
itu kan dah ditulis diatas cmn inspired sie kan perlu kaidah2 dramatis :mbisik: