PDA

View Full Version : “Cerita tentang Kamu” bag 1



fixshine
21st December 2008, 07:19 AM
Jawabanku
( bagian pertama dari trilogi “Cerita tentang Kamu” )

Aku menulis ini untuk mengenangmu.

Ah gara-gara kamu juga sih. Kamu kemarin menanyakan hal aneh. Sudah jauh-jauh di ujung dunia, kamu menanyakan satu kalimat pertanyaan yang membuatku sejenak berpikir kembali. Tentang kita, tentang kapan kita bertemu, mengapa kita bisa bertemu, dan bahkan bagaimana bisa kita tetap berhubungan. Aku tak pernah merasa jauh darimu. Aku tak pernah merasa tak disampingmu. Aku merasa kita selalu bicara tiap waktu, bahkan setelah jeda minggu-minggu tanpa bertemu mata, beradu rasa, berhias canda, aku masih saja selalu dalam lingkaran keberadaanmu. Aku sudah melupakan siapa, apa, mengapa, dan bagaimana kita … aku menikmati dua pribadi yang dulu tak saling kenal, terpaut jauh antara jauh dan waktu dan sekarang menjadi kita. Aku lupa, aku tak sadar, bahkan mungkin egois memikirkan perasaanmu seperti apa.

Sampai kemarin, kamu menanyakan satu hal yang aneh.
– pernahkah ada kalimatku yang menyakitimu ? maafkan aku … –

Kemarin aku senang sekali, setelah jeda minggu-minggu “diam” kita aku melihat icon messengermu menyala. Malam sepi itu bersinar jua. Kamu memang selalu menjadi bintang venusku di kerajaan pagi nan sejuk. Kita berbalas icon senyum lewat messenger. Kamu memamerkan kemanjaanmu dan aku juga refleks membalas dengan perhatian kasihku.

aku menjawab,
– kamu becanda ah, menyakiti apa .. berantem saja tak pernah –

lalu kamu,
– kamu terlalu baik sih, kamu selalu ada … saat aku butuh, kamu tak pernah meminta syarat, sedangkan aku ? mungkin hanya menyusahkan saja, mungkin saat ini harusnya kamu tidur tapi … demi aku, ah enggak ah aku ge-er –

aku bingung merespon,
– kenapa sie kamu ko nanya2 aneh gitu, .. –

Lima menit tak ada jawaban balik. Aku membiarkan mungkin dia juga sedang mengerjakan hal lain. Tapi astaga, ketika cursor monitorku kugerakkan iseng mengecek status messengerku, ternyata koneksi internetku terputus. Sialll … aku panik sejenak, aku ulang prosedur-prosedur login messenger internet kembali. Adrenalinku naik cepat, karena pop-up status “error connection” beberapa kali muncul.

Aku terbayang kamu. Aku merasa kamu sedang melow di sana. Aku merasakan nada-nada minor merasuk hatiku. Aku bermohon pada Tuhan, untuk menunjukkan sekedar tiupan-Nya agar koneksi lancar kembali.

Beberapa kemampuan troubleshoot internetku kukerahkan, tapi apa daya jika server provider bermasalah mungkin hanya Tuhan dan modem yang tahu kapan koneksi akan kembali. Aku memperhatikan proses ping ke ip server gateway menunjukkan :
…..
request time out
request time out
request time out
request time out

….. sampai baris ke 30 pun masih,
request time out

Sudahlah, kututupkan mataku, aku bicara padamu dengan bahasa kita saja. Bahasa yang selalu bisa melintasi batas ruang dan waktu. Aku berharap vibrasi kedamaian hatiku tidak membuatmu punya prasangka buruk padaku.

“ Aku baik-baik saja, tenanglah kamu di sana “

Ketika kubuka mata, ajaib, koneksi internet sudah lancar. Satuan-satuan byte paket signal sudah ditampilkan dalam kecepatan norma. Aku menghela nafas. Jemariku bekerja sendiri mengaktifkan aplikasi messengerku. Begitu online pop-up beberapa message langsung menyerbu.

– sorryy … koneksiku down bentar tadi –
– hemm …, kukira kamu marah benar, maafkan aku ya –
– sudahlah, sudah balik online ‘kan, kamu sebenarnya mau cerita apa sie ? jujur aja –
– cuma itu –
– cuma apa ? –
– yang tadi –
– yang mana ? –

ah, kamu membuatku semakin penasaran.

– ada enggak kalimatku yang menyakitimu ? –
– enggak .. enggak kan udah dijawab gitu, masak ga percaya – aku menegaskan
– ya sudah, itu aja .. makasih, aku bobuk dulu ya –

lalu kulihat status messengernya tidak menyala lagi.

Pertanyaanmu membuatku berpikir keras. Seingatku memang tak pernah ada kalimat-kalimatmu menyakitiku. Sekecil apapun kucoba mengulang kembali moment-moment pertemuan virtual kita.

Kita bertemu awalnya dari ketertarikan terhadap celoteh-celoteh pendapatmu dalam sebuah forum internet. Sederhana saja, dari sapaan pm, ngebuzz messenger, dan entah karena apa banyak cerita darimu keluar tanpa kuminta. Padahal yang kulakukan hanyalah bebas bicara saja, mau norak, mau narsis, bodo amat masalah jaim. Tapi aku sadar, jika kamu pernah bercerita dan kauminta itu sebagai rahasia, aku jaga. Apakah berat buatku ? bisa ya, bisa tidak, ya sudah ga usah diomongin lagi saja.

Dulu aku hanya ingin menjadi teman bagimu, sesungguhnya teman, karena aku sadar berat bagimu untuk sendiri di negeri antah berantah itu. Aku senang bisa menemanimu, sedikit tersanjung bisa menjadi temanmu, dan juga tak peduli … entah dengan siapa kamu berhubungan juga. Bagiku jika kamu sudah ngebuzz messengerku, waktuku untukmu. Itu saja, sederhana.

Kembali lagi masak iya, tidak pernah sakit hati dari ribuan kali sudah baris-baris chatingan kita terlalui ? Oke .. oke bicara sakit hati, harus fair masalah ukuran, standar dan sikap. Tapi bagaimana bisa sakit hati, bisa chating denganmu saja sudah bisa membuat hariku bersinar.
Bagaimana tentang konflik ? beda selera ? debat pandangan ? Ya .. ya … ya itu mungkin, pernah, dan sering bahkan kamu sering meledekku habis-habisan, dari kebiasaanku bangun molor sampai ga pulang-pulang kantor.

Kita berbeda. Tapi aku suka, … ups suka, benarkah ? Bagaimana kalau pelan-pelan timbul rasa cinta ? Oww …ya sudahlah, aku harus jujur pada diriku sendiri sekarang rupanya. Cinta memang yang membuat perhatian menjadi lebih, membuat kamu lebih dimataku dari yang lain, dan membuatku juga bertahan menyingkirkan rasa kantukku demi membalas email atau messengermu. Istimewakah kamu ? entah … atau alami sajalah, ketika kita memang cocok seiring waktu pasti mendekat sendiri.

Cinta memang membuatku bersemangat untuk mengerti kamu, dan mengerahkan kemampuanku membantu kamu. Tapi tidak untuk semakin memiliki kamu. Aku senang dengan caramu berekspresi, ceria, dan semakin semarak dengan letupan-letupan emosi. Indah dengan apa adanya kamu. Sehingga, tentu saja foto-fotomu yang selalu nyengir di blogmu tak pernah menggangguku. Indahmu aku rasakan dengan cara lain, dan entah dengan itu aku penuh mencintaimu.

Mungkin kamu mempunyai seseorang yang lain, dan itu membutuhkan perhatian lebih. Perlu keseriusan memang dalam menjalin hubungan. Aku juga sering melihat kamu dan “dia” di album foto friendstermu, kamu bahagia, aku berdoa semoga manismu selalu abadi. Jealouskah aku ? ..ehmm iya deh iya .. sedikit, sudahlah banyak juga ga pa pa kan, namanya juga sayang. Apa itu yang membuatmu merasa menyakitiku ? Tidak .. tidak selalu ada jalan menyampaikan cinta, aku kan selalu bilang bahwa cinta itu bisa hinggap pada siapa saja. Tapi janganlah sampai emosi itu mengalahkan logika, jika kamu sudah memilih, itu sudah seharusnya. Aku tak pernah merasa kalah atau tersisih. Aku memiliki citramu dengan cara lain.

Aku memang sakit jika gagal, hati ini tercabik-cabik jika ada yang terlepas dari genggamanku, tapi apalah sebenarnya yang hilang ? Kamu selalu ada untuk kusapa, kamu selalu gembira ( walau hanya lewat image blog ) untuk kuikut bersama merasakan, dan entah kenapa di saat-saat sepiku, bisa-bisanya kamu tau aja, dan ngebuzz messengerku. Aku bersyukur akan itu semua, dan aku tak berhak bahkan tak bisa lagi sakit hati padamu.

Ah .. sudahlah, aku tak pernah mau peduli dengan itu. Aku tak pernah mau punya moment buruk denganmu, apalagi prasangka dan menuntut ini itu. Bagiku cinta bukan mengekang, atau saling mengikat. Sewajarnya saja ketika hati terpanggil untuk saling memberi ketulusan. Karena jika antara kita semisal saling merasa memiliki, menguasai, dan menuntut, tentu banyak beda antara kita yang akan terpangkas paksa. Itu pasti akan menyakitkan. Jika masing-masing dari kita tergerus keterpaksaan, lalu siapakah kita tanpa diri yang sebenarnya. Seharusnya cinta melengkapi, menyempurnakan.

Ah aku tahu sekarang jawabannya. Jika kamu bertanya tentang apa yang pernah menyakiti hatiku ? mungkin ada, bahkan mungkin sering. Tapi karena aku tak pernah membuat syarat tentang siapa kamu, seperti apa kamu, maka semua darimu itu indah. Bagaimana bisa kamu menyakiti aku .. aku mencintaimu saja, cukup mencintaimu saja, dan itu cukup.

Lega rasanya sekarang, aku sudah menemukan jawaban. Mungkin hari-hari esok kamu sudah lupa menanyakan lagi dalam chating messenger kita. Tapi aku sudah menjawab dalam bahasa kita, dan aku yakin kamu sudah menerima jawabanku.




by fixshine,
thx to dia yg lg "offline ga pamit2"

Link :
bagian 1 dari trilogi “Cerita tentang Kamu” (http://ikastara.org/forum/showthread.php?t=600)
bagian 2 dari trilogi “Cerita tentang Kamu” (http://ikastara.org/forum/showthread.php?t=601)
bagian 3 dari trilogi “Cerita tentang Kamu” (http://ikastara.org/forum/showthread.php?t=602)

fixshine
27th January 2011, 11:17 AM
klo ada yg binun ini ngambil sudut pandang orang ke 1, intinya sie co nya mo nembak ce nya tp ga langsung

violace
1st February 2011, 06:56 PM
koq males baca awal nya ya bang..?
Ngga tau sie tengah dan akhirnya.. lha baca paragraf awal nya aja bosen... entah kenapa susah dicerna. Ato mungkin otak aku aja yang lagi kram...

fixshine
2nd February 2011, 10:40 PM
koq males baca awal nya ya bang..?
Ngga tau sie tengah dan akhirnya.. lha baca paragraf awal nya aja bosen... entah kenapa susah dicerna. Ato mungkin otak aku aja yang lagi kram...

moodnya beda aja wajar ko, aku aja klo baca tulisanmu berkali2 baru ngeh maksudnya wakakaka

violace
3rd February 2011, 03:42 PM
moodnya beda aja wajar ko, aku aja klo baca tulisanmu berkali2 baru ngeh maksudnya wakakaka

haha... kalo tulisan aku susah dimengerti dan bahasanya sering kacau sie bukan berita baru bang...
Tapi tulisan ab kali ini entah kenapa bikin boring.. baru hal yang di luar kebiasaan...

nad3418
4th February 2011, 12:39 AM
Menurutku sih tulisan Sigit selalu boring :p

IntanRianda
4th February 2011, 11:54 AM
Menurutku sih tulisan Sigit selalu boring :p

wahhhh! jahaaaaattttt...!
gak boring taw, bang..
cm mank bener, mbingungin....