qybolt
14th December 2008, 01:12 AM
Newgate Street
Newcastle upon Tyne, UK
Sinners Bar
Malam itu cukup dingin. Yah, setidaknya lebih dingin daripada dinginnya malam Breda. Segelas cocktail yang barusan kuminum tak cukup untuk menghangatkan badan dari terpaan angin malam. “ Cih, mestinya gua bawa jaket yang lebih tebel nih ” pikirku. Sayang gerutuan itu tak mampu menghilangkan rasa dingin ini. Beberapa saat kemudian, sekelompok anak muda melewatiku dan mereka pun masuk ke dalam “sinners ” bar tempatku berada 10 menit yang lalu. Dalam hati aku bingung, “ Ko bisa yah orang bule clubbing malem-malem pake celana pendek aja? Padahal gua kedinginan gini.”
saat Dinginnya angin malam Newcastle serta penantian 10 menit ini mulai membuatku gelisah. “ Dia ngapain aja seh? Ko lama banget?” pikirku. Mestinya ngambil jaket doang kan ga nyampe 10 menit lah.Kulihat jam tanganku, pukul setengah satu malam. Malam baru saja dimulai bagi sekelompok mahasiswa dari Breda yang sedang study trip di kota ini dan panggilan malam telah memanggil sebagian besar dari mereka ke dalam bar ini. Setidaknya panggilan alam itu tidak berlaku bagiku.......serta dia....
Beberapa saat kemudian, pintu masuk pun terbuka dan keluarlah gadis yang kutunggu-tunggu.
“Hey, what took you so l....”
“OH, I HATE THOSE STUPID BRITON’S YOUNGSTER. I WAS ABOUT TO TAKE MY JACKET WITH MY PASSPORT INSIDE WHEN SUDDENLY THIS MAN JUST STOP ME AND ASK ME TO DANCE AND DRINK WITH HIM”
“hey,chill a sec....”
“SEEMS LIKE THAT GUY DON’T LISTEN TO ME AFTER A FEW MINUTES. SO I JUST GAVE HIM A PROPER FUCK OFF, AND HERE I AM.....
“.........” ~ampun dijeeeeeeeee~
“ Phew,sooorrryyy iqballl. I just pissed of by that guy, he’s about to ruin my sleeping time, and i wish to be in my room again within half an hour”
“Haha, just like you. Anyway,you’d better take a cigarettes to help cool things off”
“Nice idea, I’ll take one then.”
Ia pun mengambil sebatang rokok dari tasnya. Slogan pemerintah “roken is dodelijk” tak dihiraukannya. Dinyalakannya rokok itu, lalu dan perlahan dihembuskannya asap rokok itu.
Jujur saja, aku benci orang yang merokok. Namun dirinya adalah pengecualian. Bagiku asap rokok yang ia hembuskan bagaikan jalinan kabut tipis yang bermain-main dengan pribadinya, menambah keanggunannya, serta memperdalam kemisteriusannya. Tak lupa ia mengambil sebuah sachet kecil berwarna hijau dengan coretan biru kecil "AH" bertuliskan "Fruit Kauwgom" dan menawarkannya padaku, sebuah ritual kecil kami yang kujalani dengan taat setiap saat aku berdiri dengannya di "Rookzone" meskipun aku tidak merokok, tentu.
Masih kuingat saat aku pertama kali bertemu dengannya. Hari pertama di quarter ketiga tahun pelajarn pertama. Saat itu aku sedang duduk di kantin sambil meminum segelas kopi sembari menunggu lecture yang akan dimulai setengan jam lagi.
“Excuse me, do you speak english?” tanyamu kepadaku.
“Yep...” jawabku singkat, sementara aku berkata dalam hati “Mmm, Lekkerding,cakep juga ni cewe.”
“Do you happen to know where room HD001 is? Got a lecture within half an hour there.”
balasmu dengan aksen khas jerman.
“ Ow,just go thru that door and turn left. It still locked though. Lecture at 8.45 in the first day after 2 weeks holiday always like that” jawabku. “ And, lemme guess. You’re a new student from Germany right?”
“ Ummm,not really. I’m Ukrainian, but I’ve spent the last six years in Dusseldorf. And you’re......maybe you’re dutch or spanish?”
“Spanish dari mana tho mbak,hehhehee. ” Gumamku dalam hati.
“Nope, I’m a full-fledged Indonesian ” Balasku. “Anyway, I’m Iqbal. Nice to meet you”
“Iqbal? I’ve seen that name somewhere....Hey! You’re also from group 14 right?”
“Err, I believe yes. Are we in the same group?” Lumayan deh segrup sama cewe cakep,hehhehehe.
“Yes, we are!!!! Nice to meet you too!!!!” I’ll introduce myself then, My name is...............”
“Hey, IQBAAAAAAALLLLL!!! I’m finish smokin’ here. So stop staring at the wall and let’s go back and get some sleeeeeppp!!!!”
Semenjak hari itu, kuawali hari-hariku dengan senyuman indah yang menghangatkan terpaan angin kencang dibulan februari.
“I knew!,you must’ve thinking bout some british girl you met somewhere Eldon Square this afternoon, right? [giggles]”
Kau bagaikan sinar matahari nan terang di antara sela-sela pepohonan di centrum park yang memberi cahya kehidupan pada bunga-bunga musim semi.
“Ooohhhh...You must’ve thinkin bout nicky, don’t you? I saw you looking at her with that ”drooling” expression in the bar. I’ll tell her tomorrow,oh you naughty boy!”
Kau bagaikan tulip merah yang membawa canda tawa di hari dingin ini. Tapi lebih dari itu, kaulah sang “Tulip Hitam” yang membuat segala keajaiban kecil dalam kehidupanku. (BTW, jelas lah gua ngiler ngeliat Nicky, wong “Tulip Hitam” ada di sebelah nicky terus kok)
“ You know, you’d better find a “king” for yourself rather than asking stuff bout me. Otherwise, you might end up prefer having a “queen” instead of a “king”. ”
“Hahaha, hey Iqbal! I never thought that you could be as sarcastic as those britons! Anyway that was a good one!”
“Not really. I could sense your “kingdom” is halfway to be a “queendom”. ” Pancingku dengan senyum “nakal” khasku.
“ Of course not!!!! I’m straight,you know! Just don’t want to have a relationship yet.” Balasmu dengan expresi wajah yang kudeskripsikan dengan “mysteriously makes everyone feel comfortable”.
“Any place in the waiting list for an Indonesian Guy? Maybe???” Tanyaku dengan raut muka memelas dan dengan segala harapan yang kusimpan dalam jawabanmu yang selanjutnya.
“ Let’s see, I’ll organize an interview for all aplicants next month okay! And you’re in the first row!,make sure you’re prepared for it,sweet guy!” Balasmu, yang walaupun tidak menjawab harapanku tetapi memberi ketenangan dalam batinku lewat “10 detik kebahagiaan” ini.
Tanpa kusadari kami sudah hampir sampai di tempat tujuan. Belok kiri setelah McD dan lurus saja, setelah itu sampailah kami di Backpackers Inn, dan berakhirlah “petualanganku” dengan “peri bunga” pada malam ini. Kau mulai bercerita tentang betapa mahal serta "uncivilized"nya english breakfast, karena itu kau membawa 2 kilo apel sebagai pemuas laparmu, sekalian diet .
Yah, setidaknya kau pun berbagi apelmu denganku,lagi pula 2 kilo apel tak akan habis bagi seorang gadis sepertimu untuk dimakan dalam 4 hari saja. Meskipun telah mendapat apel darimu, tetap saja aku tak bisa menahan godaan pizza hut yang berada disekitar Backpackers Inn yang mengganjal perutku tadi sore, Meskipun godaan pizza hut itu tak ada apa-apanya dibandingkan godaan halus dari kepribadianmu.
Gelisah,kunikmati detik2 detik terakhir "pengembaraan malam"ku ini. Seketika itu juga kusadari betapa serakahnya sang pendamba ini atas monopoli waktu terhadapnya. Namun, kusadari juga betapa tak berdayanya diriku untuk mempertaruhkan ketenangan batin dengan cara memetik "buah terlarang" dan maju selangkah dalam hubungan kita.Sejenak,terpercik keinginan tuk nikmati cahya rembulan membelai lembut wajahnya. Kulihat dirinya yang selalu terbuka apa adanya, menikmati arena dunia dalam ritme hidupnya, bernyanyi lewat suara hatinya, dan menari dengan semangat menggelora.
.
Kubuka pintu depan Backpacker Inn tersebut dengan bahasa Belanda beraksen Noord-Brabantku, “Alstublieft,mevrouw.”
“Thanks, Mr. gentleman [giggles] ”
“You’re welcome, milady. Shall i accompany you to your room” Kali ini aku mencoba logat “sok-sok british” yang dibalas pula dengan logat Russia yang jarang kau gunakan. Senyum di wajahku rupanya masih cukup mampu tuk menutupi langkah gontaiku yang mengharapkan kebersamaan bersamamu barang semenit lagi. Dan saat kuberdiri didepan kamarmu, Ku tahu ku harus meninggalkan utopia kecilku ini.
“Iqbal, thanks for accompanying me from that bar, i thought i’m the only one going to the inn this early
“No problem, you know I’m not the party-type right?”
“Sure, you’re not! Shall we meet tomorrow at 10 and take a walk around the city? You’re free tomorrow right?”
“Yep,uh-huh. Good night then! See you tomorrow! ” Oke, berakhir sudah dunia impianku malam ini,pikirku. Namun.....
“Need some goodnight kiss?” Pertanyaan yang tidak kuantisipasi sebelumnya, yang memang kuharapkan, namun kuanggap sebagai “permainan kecilnya” yang spontan kubalas dengan..
“Go ahead,make my day!” dilengkapi dengan senyum cengangas-cengenges trademark-ku yang menghiasi wajahku. Namun “topeng” ku pun terkuak saat kau kecup lembut bibirmu dipipiku. Terpesoan oleh kejutanmu, diriku terdiam beku di depan kamar 114.Sementara aku terpaku oleh beberapa detik itu,ia pun mengucapkan “good night, sweet guy” dilanjutkan dengan menghilangnya bunga pujaanku dalam pintu kamarnya.
“[blam].....”
“...............”
”................”
“................”
“Well, seems like this IS my day.....”
“Mayan dah,dapet goodnight kiss di pipi,wuehuehueheueheu.....”
“ Sayang cuman dipipi....jancuk.....”
YouTube - Anyone else but you-The Moldy Peaches (http://www.youtube.com/watch?v=Pf6T-EcBmYs)
You're a part-time lover and a full-time friend
The monkey on your back is the latest trend
I don't see what anyone can see
In anyone else but you
Here is the church and here is the steeple
We sure are cute for two ugly people
I don't see what anyone can see in anyone else
But you
But you............
Newcastle upon Tyne, UK
Sinners Bar
Malam itu cukup dingin. Yah, setidaknya lebih dingin daripada dinginnya malam Breda. Segelas cocktail yang barusan kuminum tak cukup untuk menghangatkan badan dari terpaan angin malam. “ Cih, mestinya gua bawa jaket yang lebih tebel nih ” pikirku. Sayang gerutuan itu tak mampu menghilangkan rasa dingin ini. Beberapa saat kemudian, sekelompok anak muda melewatiku dan mereka pun masuk ke dalam “sinners ” bar tempatku berada 10 menit yang lalu. Dalam hati aku bingung, “ Ko bisa yah orang bule clubbing malem-malem pake celana pendek aja? Padahal gua kedinginan gini.”
saat Dinginnya angin malam Newcastle serta penantian 10 menit ini mulai membuatku gelisah. “ Dia ngapain aja seh? Ko lama banget?” pikirku. Mestinya ngambil jaket doang kan ga nyampe 10 menit lah.Kulihat jam tanganku, pukul setengah satu malam. Malam baru saja dimulai bagi sekelompok mahasiswa dari Breda yang sedang study trip di kota ini dan panggilan malam telah memanggil sebagian besar dari mereka ke dalam bar ini. Setidaknya panggilan alam itu tidak berlaku bagiku.......serta dia....
Beberapa saat kemudian, pintu masuk pun terbuka dan keluarlah gadis yang kutunggu-tunggu.
“Hey, what took you so l....”
“OH, I HATE THOSE STUPID BRITON’S YOUNGSTER. I WAS ABOUT TO TAKE MY JACKET WITH MY PASSPORT INSIDE WHEN SUDDENLY THIS MAN JUST STOP ME AND ASK ME TO DANCE AND DRINK WITH HIM”
“hey,chill a sec....”
“SEEMS LIKE THAT GUY DON’T LISTEN TO ME AFTER A FEW MINUTES. SO I JUST GAVE HIM A PROPER FUCK OFF, AND HERE I AM.....
“.........” ~ampun dijeeeeeeeee~
“ Phew,sooorrryyy iqballl. I just pissed of by that guy, he’s about to ruin my sleeping time, and i wish to be in my room again within half an hour”
“Haha, just like you. Anyway,you’d better take a cigarettes to help cool things off”
“Nice idea, I’ll take one then.”
Ia pun mengambil sebatang rokok dari tasnya. Slogan pemerintah “roken is dodelijk” tak dihiraukannya. Dinyalakannya rokok itu, lalu dan perlahan dihembuskannya asap rokok itu.
Jujur saja, aku benci orang yang merokok. Namun dirinya adalah pengecualian. Bagiku asap rokok yang ia hembuskan bagaikan jalinan kabut tipis yang bermain-main dengan pribadinya, menambah keanggunannya, serta memperdalam kemisteriusannya. Tak lupa ia mengambil sebuah sachet kecil berwarna hijau dengan coretan biru kecil "AH" bertuliskan "Fruit Kauwgom" dan menawarkannya padaku, sebuah ritual kecil kami yang kujalani dengan taat setiap saat aku berdiri dengannya di "Rookzone" meskipun aku tidak merokok, tentu.
Masih kuingat saat aku pertama kali bertemu dengannya. Hari pertama di quarter ketiga tahun pelajarn pertama. Saat itu aku sedang duduk di kantin sambil meminum segelas kopi sembari menunggu lecture yang akan dimulai setengan jam lagi.
“Excuse me, do you speak english?” tanyamu kepadaku.
“Yep...” jawabku singkat, sementara aku berkata dalam hati “Mmm, Lekkerding,cakep juga ni cewe.”
“Do you happen to know where room HD001 is? Got a lecture within half an hour there.”
balasmu dengan aksen khas jerman.
“ Ow,just go thru that door and turn left. It still locked though. Lecture at 8.45 in the first day after 2 weeks holiday always like that” jawabku. “ And, lemme guess. You’re a new student from Germany right?”
“ Ummm,not really. I’m Ukrainian, but I’ve spent the last six years in Dusseldorf. And you’re......maybe you’re dutch or spanish?”
“Spanish dari mana tho mbak,hehhehee. ” Gumamku dalam hati.
“Nope, I’m a full-fledged Indonesian ” Balasku. “Anyway, I’m Iqbal. Nice to meet you”
“Iqbal? I’ve seen that name somewhere....Hey! You’re also from group 14 right?”
“Err, I believe yes. Are we in the same group?” Lumayan deh segrup sama cewe cakep,hehhehehe.
“Yes, we are!!!! Nice to meet you too!!!!” I’ll introduce myself then, My name is...............”
“Hey, IQBAAAAAAALLLLL!!! I’m finish smokin’ here. So stop staring at the wall and let’s go back and get some sleeeeeppp!!!!”
Semenjak hari itu, kuawali hari-hariku dengan senyuman indah yang menghangatkan terpaan angin kencang dibulan februari.
“I knew!,you must’ve thinking bout some british girl you met somewhere Eldon Square this afternoon, right? [giggles]”
Kau bagaikan sinar matahari nan terang di antara sela-sela pepohonan di centrum park yang memberi cahya kehidupan pada bunga-bunga musim semi.
“Ooohhhh...You must’ve thinkin bout nicky, don’t you? I saw you looking at her with that ”drooling” expression in the bar. I’ll tell her tomorrow,oh you naughty boy!”
Kau bagaikan tulip merah yang membawa canda tawa di hari dingin ini. Tapi lebih dari itu, kaulah sang “Tulip Hitam” yang membuat segala keajaiban kecil dalam kehidupanku. (BTW, jelas lah gua ngiler ngeliat Nicky, wong “Tulip Hitam” ada di sebelah nicky terus kok)
“ You know, you’d better find a “king” for yourself rather than asking stuff bout me. Otherwise, you might end up prefer having a “queen” instead of a “king”. ”
“Hahaha, hey Iqbal! I never thought that you could be as sarcastic as those britons! Anyway that was a good one!”
“Not really. I could sense your “kingdom” is halfway to be a “queendom”. ” Pancingku dengan senyum “nakal” khasku.
“ Of course not!!!! I’m straight,you know! Just don’t want to have a relationship yet.” Balasmu dengan expresi wajah yang kudeskripsikan dengan “mysteriously makes everyone feel comfortable”.
“Any place in the waiting list for an Indonesian Guy? Maybe???” Tanyaku dengan raut muka memelas dan dengan segala harapan yang kusimpan dalam jawabanmu yang selanjutnya.
“ Let’s see, I’ll organize an interview for all aplicants next month okay! And you’re in the first row!,make sure you’re prepared for it,sweet guy!” Balasmu, yang walaupun tidak menjawab harapanku tetapi memberi ketenangan dalam batinku lewat “10 detik kebahagiaan” ini.
Tanpa kusadari kami sudah hampir sampai di tempat tujuan. Belok kiri setelah McD dan lurus saja, setelah itu sampailah kami di Backpackers Inn, dan berakhirlah “petualanganku” dengan “peri bunga” pada malam ini. Kau mulai bercerita tentang betapa mahal serta "uncivilized"nya english breakfast, karena itu kau membawa 2 kilo apel sebagai pemuas laparmu, sekalian diet .
Yah, setidaknya kau pun berbagi apelmu denganku,lagi pula 2 kilo apel tak akan habis bagi seorang gadis sepertimu untuk dimakan dalam 4 hari saja. Meskipun telah mendapat apel darimu, tetap saja aku tak bisa menahan godaan pizza hut yang berada disekitar Backpackers Inn yang mengganjal perutku tadi sore, Meskipun godaan pizza hut itu tak ada apa-apanya dibandingkan godaan halus dari kepribadianmu.
Gelisah,kunikmati detik2 detik terakhir "pengembaraan malam"ku ini. Seketika itu juga kusadari betapa serakahnya sang pendamba ini atas monopoli waktu terhadapnya. Namun, kusadari juga betapa tak berdayanya diriku untuk mempertaruhkan ketenangan batin dengan cara memetik "buah terlarang" dan maju selangkah dalam hubungan kita.Sejenak,terpercik keinginan tuk nikmati cahya rembulan membelai lembut wajahnya. Kulihat dirinya yang selalu terbuka apa adanya, menikmati arena dunia dalam ritme hidupnya, bernyanyi lewat suara hatinya, dan menari dengan semangat menggelora.
.
Kubuka pintu depan Backpacker Inn tersebut dengan bahasa Belanda beraksen Noord-Brabantku, “Alstublieft,mevrouw.”
“Thanks, Mr. gentleman [giggles] ”
“You’re welcome, milady. Shall i accompany you to your room” Kali ini aku mencoba logat “sok-sok british” yang dibalas pula dengan logat Russia yang jarang kau gunakan. Senyum di wajahku rupanya masih cukup mampu tuk menutupi langkah gontaiku yang mengharapkan kebersamaan bersamamu barang semenit lagi. Dan saat kuberdiri didepan kamarmu, Ku tahu ku harus meninggalkan utopia kecilku ini.
“Iqbal, thanks for accompanying me from that bar, i thought i’m the only one going to the inn this early
“No problem, you know I’m not the party-type right?”
“Sure, you’re not! Shall we meet tomorrow at 10 and take a walk around the city? You’re free tomorrow right?”
“Yep,uh-huh. Good night then! See you tomorrow! ” Oke, berakhir sudah dunia impianku malam ini,pikirku. Namun.....
“Need some goodnight kiss?” Pertanyaan yang tidak kuantisipasi sebelumnya, yang memang kuharapkan, namun kuanggap sebagai “permainan kecilnya” yang spontan kubalas dengan..
“Go ahead,make my day!” dilengkapi dengan senyum cengangas-cengenges trademark-ku yang menghiasi wajahku. Namun “topeng” ku pun terkuak saat kau kecup lembut bibirmu dipipiku. Terpesoan oleh kejutanmu, diriku terdiam beku di depan kamar 114.Sementara aku terpaku oleh beberapa detik itu,ia pun mengucapkan “good night, sweet guy” dilanjutkan dengan menghilangnya bunga pujaanku dalam pintu kamarnya.
“[blam].....”
“...............”
”................”
“................”
“Well, seems like this IS my day.....”
“Mayan dah,dapet goodnight kiss di pipi,wuehuehueheueheu.....”
“ Sayang cuman dipipi....jancuk.....”
YouTube - Anyone else but you-The Moldy Peaches (http://www.youtube.com/watch?v=Pf6T-EcBmYs)
You're a part-time lover and a full-time friend
The monkey on your back is the latest trend
I don't see what anyone can see
In anyone else but you
Here is the church and here is the steeple
We sure are cute for two ugly people
I don't see what anyone can see in anyone else
But you
But you............