fixshine
6th February 2012, 02:42 PM
Taman kita
Bukalah jendela itu
maka tiap pagi akan kau saksikan
paman mentari menaburkan kehangatan
perhatikan garis-garis cahayanya
kemana jatuhnya ?
titik-titik embun yang berkilau
berlian-berlian tak terbeli penghias tetamanan
kebun mungil kita
paparan hijau basah
lembut bercahaya menyejukkan mata, berlama-lamalah
memandangnya agar sejuknya dunia mengelus kalbu
hapuskan kenangan-kenangan lalu yang merobek rasa
kuncup-kuncup yang mulai mekar, kesegaran aroma bunga
mari kita resapi ...
kau ingat ?
inilah kita saat - saat awal pertemuan
sesuatu yang segar, sesuatu yang lain dari biasa
merasuk begitu saja, menancap di hatiku
lalu ingin terus terulang
kupandangi terus kamu menyejukkan,
kaucari diriku katamu tiba-tiba tak nyaman jika ku tak ada sebentar saja
kudengarkan saja terus celotehmu, seperti nyanyian burung-burung pagi itu
tak beraturan menurut tangga nada, tapi merdu sekali di telinga
kauhabiskan waktu sampai detik terakhir bersamaku
sampai lapar dan haus pun adalah selingan
tetamanan itu
adalah miniatur bagaimana kita membentuk roman cinta
apakah kita hanya lewat sekilas mengagumi
lalu tergoda milik tetangga
atau kebanggaan dan kesyukuran merawat taman sendiri
selalu yang baru itu sesuatu yang menakjubkan
seiring waktu satu per satu ternoda dengan pengganggu
rumput liar, ulat hama, semut penggigit, dedaunan layu
semakin ganas ketika hujan penggerus tanah,
dan panas cuaca pelemah raga
tiada sepoi angin jika pohon perkasa belum bertahta
tiada mata air penyejuk jika sumur kehidupan belum tergali
tiada harapan keindahan lagi tanpa asa mau bersama lagi
kita harus bayar keindahan
yang telah menari
sayangku hal terindah bukanlah berdiam dan sekedar memuji
sayangku mari kita melebur menjadi bagian keindahan taman itu
kita jugalah pemeran utama dalam drama taman kita
mana cangkul, sekop, sapu lidi,
gunting ranting, ember air, juga ramuan anti jamur
tiada panorama yang abadi tanpa kita ikut mengabdi
tak perlu takut kotornya karena itu riasan alami
tak perlu geli dengan ulatnya karena taman kita mengajak becanda
tak perlu khawatir dengan bau keringatnya karena itulah kejujuran
... dimana kita saling menerima kekurangan
tak perlu ragu mengubah pola nuansa tata letak taman kita
... karena taman kita taman hati kita milik kita
sehingga tak ada waktu melirik tetangga
dan ketika semangat kita sampai pada titik lelah
mari merebah beralas tanah
memandang birunya langit
rasakan puas sunggingkan sumringah
kau dengar sayangku
taman kita berterima kasih
dengan hembusan sepoi angin lembutnya
..ini bukan mimpi,
... inilah tempat ternyaman
.... cinta tumbuh di hati
..... di taman kita taman kita sendiri
by
fixshine
Bukalah jendela itu
maka tiap pagi akan kau saksikan
paman mentari menaburkan kehangatan
perhatikan garis-garis cahayanya
kemana jatuhnya ?
titik-titik embun yang berkilau
berlian-berlian tak terbeli penghias tetamanan
kebun mungil kita
paparan hijau basah
lembut bercahaya menyejukkan mata, berlama-lamalah
memandangnya agar sejuknya dunia mengelus kalbu
hapuskan kenangan-kenangan lalu yang merobek rasa
kuncup-kuncup yang mulai mekar, kesegaran aroma bunga
mari kita resapi ...
kau ingat ?
inilah kita saat - saat awal pertemuan
sesuatu yang segar, sesuatu yang lain dari biasa
merasuk begitu saja, menancap di hatiku
lalu ingin terus terulang
kupandangi terus kamu menyejukkan,
kaucari diriku katamu tiba-tiba tak nyaman jika ku tak ada sebentar saja
kudengarkan saja terus celotehmu, seperti nyanyian burung-burung pagi itu
tak beraturan menurut tangga nada, tapi merdu sekali di telinga
kauhabiskan waktu sampai detik terakhir bersamaku
sampai lapar dan haus pun adalah selingan
tetamanan itu
adalah miniatur bagaimana kita membentuk roman cinta
apakah kita hanya lewat sekilas mengagumi
lalu tergoda milik tetangga
atau kebanggaan dan kesyukuran merawat taman sendiri
selalu yang baru itu sesuatu yang menakjubkan
seiring waktu satu per satu ternoda dengan pengganggu
rumput liar, ulat hama, semut penggigit, dedaunan layu
semakin ganas ketika hujan penggerus tanah,
dan panas cuaca pelemah raga
tiada sepoi angin jika pohon perkasa belum bertahta
tiada mata air penyejuk jika sumur kehidupan belum tergali
tiada harapan keindahan lagi tanpa asa mau bersama lagi
kita harus bayar keindahan
yang telah menari
sayangku hal terindah bukanlah berdiam dan sekedar memuji
sayangku mari kita melebur menjadi bagian keindahan taman itu
kita jugalah pemeran utama dalam drama taman kita
mana cangkul, sekop, sapu lidi,
gunting ranting, ember air, juga ramuan anti jamur
tiada panorama yang abadi tanpa kita ikut mengabdi
tak perlu takut kotornya karena itu riasan alami
tak perlu geli dengan ulatnya karena taman kita mengajak becanda
tak perlu khawatir dengan bau keringatnya karena itulah kejujuran
... dimana kita saling menerima kekurangan
tak perlu ragu mengubah pola nuansa tata letak taman kita
... karena taman kita taman hati kita milik kita
sehingga tak ada waktu melirik tetangga
dan ketika semangat kita sampai pada titik lelah
mari merebah beralas tanah
memandang birunya langit
rasakan puas sunggingkan sumringah
kau dengar sayangku
taman kita berterima kasih
dengan hembusan sepoi angin lembutnya
..ini bukan mimpi,
... inilah tempat ternyaman
.... cinta tumbuh di hati
..... di taman kita taman kita sendiri
by
fixshine