manesha
9th June 2011, 11:43 AM
Aku tersenyum kecil membaca sebuah thread di forum alumni SMA. Forum ini memang sebuah forum yang menyenangkan, banyak sekali orang dan topik menarik ada di forum ini. Tapi tidak, hari ini aku tersenyum bukan untuk mereka. Senyumku untuk sebuah undangan. Seorang alumni akan melangsungkan pernikahannya.
Kubaca ulang, sedikit terasa berat di dadaku. Rasa yang sering muncul kala aku sedih, terharu atau cemburu.
http://i53.tinypic.com/2n7jtsj.jpg
Berujar aku dalam hati “Beruntung..”
Sekilas aku melirik ke belakang. Ada kamu yang masih terlelap damai. Kamu masih terlelap di kasur kita. Kupandangi kamu tajam, seakan mencoba membaca memori diriku yang tergurat di setiap senti kulitmu.
Aku dan kamu begitu sama
http://i55.tinypic.com/2q9g8wx.jpg
Kamu dan aku bagai kembar rasa. Kamu dan aku begitu sama. Tapi, semula persamaan adalah berkah, sampai “terlalu” datang padanya. Kamu dan aku terlalu sama.
Persamaan berubah menjadi pertanyaan. “Mengapa?” adalah sarapan kami. “Kok bisa?” adalah makan siang kami. “Sampai kapan?” adalah makan malam kami. Kami adalah pertanyaan. Pertanyaan butuh jawaban kata mereka. Silakan tanyakan pada Waktu, dia sungguh bijak, karena kami pun tak kuasa menjawab.
Kubaca dengan teliti bagian terakhir undangan tersebut
http://i55.tinypic.com/2i0v8z.jpg
Aku bersyukur kami juga sama dalam hal itu
Aku melihat kamu dalam mimpiku Kamu melihatku dalam mimpimu
And we decide that’s all that matters..
====================
Sepasang lengan yang hangat memeluk dari belakang.
“Sayang, baca apa ?” kau bertanya
“Ah, ini ada undangan yang bagus” balasku.
Dia membaca lalu tersenyum.
“Wow.. oke nih, kreatif ya, dan sangat indah” dia berujar
“Ga seindah kamu” aku berkata.
“Gombal” jawabmu sambil tertawa
=================
Dua figur berpakaian putih berdiri di depan altar. Pendeta di antara mereka. Mereka berkata “ I do”
PS: Thanks To Bang Oggy udah rela undangannya dipake buat tema :mmohon: :)
Kubaca ulang, sedikit terasa berat di dadaku. Rasa yang sering muncul kala aku sedih, terharu atau cemburu.
http://i53.tinypic.com/2n7jtsj.jpg
Berujar aku dalam hati “Beruntung..”
Sekilas aku melirik ke belakang. Ada kamu yang masih terlelap damai. Kamu masih terlelap di kasur kita. Kupandangi kamu tajam, seakan mencoba membaca memori diriku yang tergurat di setiap senti kulitmu.
Aku dan kamu begitu sama
http://i55.tinypic.com/2q9g8wx.jpg
Kamu dan aku bagai kembar rasa. Kamu dan aku begitu sama. Tapi, semula persamaan adalah berkah, sampai “terlalu” datang padanya. Kamu dan aku terlalu sama.
Persamaan berubah menjadi pertanyaan. “Mengapa?” adalah sarapan kami. “Kok bisa?” adalah makan siang kami. “Sampai kapan?” adalah makan malam kami. Kami adalah pertanyaan. Pertanyaan butuh jawaban kata mereka. Silakan tanyakan pada Waktu, dia sungguh bijak, karena kami pun tak kuasa menjawab.
Kubaca dengan teliti bagian terakhir undangan tersebut
http://i55.tinypic.com/2i0v8z.jpg
Aku bersyukur kami juga sama dalam hal itu
Aku melihat kamu dalam mimpiku Kamu melihatku dalam mimpimu
And we decide that’s all that matters..
====================
Sepasang lengan yang hangat memeluk dari belakang.
“Sayang, baca apa ?” kau bertanya
“Ah, ini ada undangan yang bagus” balasku.
Dia membaca lalu tersenyum.
“Wow.. oke nih, kreatif ya, dan sangat indah” dia berujar
“Ga seindah kamu” aku berkata.
“Gombal” jawabmu sambil tertawa
=================
Dua figur berpakaian putih berdiri di depan altar. Pendeta di antara mereka. Mereka berkata “ I do”
PS: Thanks To Bang Oggy udah rela undangannya dipake buat tema :mmohon: :)