PDA

View Full Version : [cerpen] Pekerjaan bersihku



fixshine
5th April 2011, 03:54 AM
Aku mengenal dua jenis pekerjaan, pekerjaan baik dan pekerjaan buruk. Terbacanya abstrak yak ? baiklah pekerjaan bersih dan pekerjaan kotor, begitu saja sudah lebih jelas 'kan ? Oh masih ada yang berdebat tampaknya mengartikan. Baiklah bagaimana kalau pekerjaan dengan baju bersih, dan pekerjaan dengan baju kotor, untuk sementara bolehlah dulu seperti itu.

Jika di kantor kalian akan melihat para bos berjas, bawa tas, meeting hingga malam agar semua masalah kantor tuntas. Tapi siapa yang membawakan gelas-gelas minum, membersihkan ruangan, mengelap meja, dan tentu saja mencuci semua bekas yang terpakai, membuang kotoran agar tak menjadi sarang kegerahan dan penyakit. Merekalah para pekerja kotor, oh baiklah diulang merekalah yang mengerjakan pekerjaan kotornya, membersihkan semua bekas tersisa agar semuanya menjadi bersih.

".. Jadi kamu mau mengerjakan pekerjaan bersihnya ? " Sapta, setelah menyodorkan selembar kertas berisi beberapa alinea keputusan rapat sore tadi.

" Memangnya siapa yang akan melakukan pekerjaan kotornya ? "
" Kita bayar orang lah "
" Mahal ? "
" Daripada kita kehilangan semua, ini bisnis, ini perang, jika kita tidak bisa mengambil kembali apa yang seharusnya kita dapatkan, kita yang ditelan habis "

Pekerjaan bersihku ya membuat membuat proposal, membuat draft perjanjian, melakukan contact dengan vendor-vendor terkait, kalau ada masalah ya telpon polisi. Sekotor-kotornya diriku ya cuman tangan tercoreng tinta pena.

Pekerjaan bersihku, juga dulu kuperoleh dengan cara-cara yang bersih. Sekolah-sekolah dan sekolah. Membaca buku, berdiskusi, bertarung dengan ujian-ujian, yang menguras cara berpikir, cara lidah mengolah kata, dan tentu saja pola pikir menyiasati masalah berikut aturan-aturan yang bersinggungan dengannya.

" Kamu mau ambil vendor orang mana ? "
" Memang ada bedanya ? rata orang-orangnya hitam dan seram .."
" hahaha .... hahaha ...."

Sorry Mr. Obama, meskipun dirimu termasuk golongan keturunan orang hitam, tapi dirimu terpelajar, bukan orang-orang yang kumaksud. Pekerjaan kotor yang kumaksud sebagai jalan terakhir dimana musuh kami harus menuruti kemauan kami, setelah negosiasi-negosiasi yang mengalami deadlock. Ketika kedua belah pihak tidak menaruh rasa percaya, merasa saling dirugikan. Merasa saling minta ganti rugi.

Baiklah harga sudah ditetapkan, sulit bicara adil di sini, karena bicara sudah tidak berguna. Yang ada siapa yang harus menyingkir dan tersingkir lalu mulai segalanya dari awal. Tanah itu milik kami, kami harus mengumpulkan modal untuk membangunnya. Mungkin kami kurang pintar membaca selera pasar, sehingga kurang laku. Tetapi mereka yang tiba-tiba datang seperti parasit kecil. Ketika kecil kami ragu membersihkan karena alasan kemanusiaan. Ketika mereka memanggil parasit - parasit kecil lainnya. Mereka bersorak dan membuat klaim. Kami hanya gigit jari.

Mereka terbiasa dengan cara kotor, kami tidak. Melodrama sosial yang secara alami mendarah daging dan tidak diajarkan dalam draft proposal mana pun karena tidak pernah ada ukurannya.

" Oke, vendor sudah siap, mereka mau fifty persen bagi hasil keuntungan, sewa usaha yang kita tetapkan .."
" Baiklah, kukerjakan perkerjaan bersihku, besok kita tanda tangani bersama bagi hasilnya .."

Aku menghela nafas, aku tahu resikonya. Akan ada beberapa demo sosial, kemarahan pedagang-pedagang parasit penutup jalan. Berita koran, tentang cara kasar penggusuran. Belum lagi gugatan-gugatan lainnya.

Aku mungkin berdosa dalam bagian pekerjaan bersihku, tetapi aku berdoa mereka juga mau melakukan pekerjaan bersih berbagi hasil denganku.

IntanRianda
5th April 2011, 02:56 PM
cerpen'nya beraaaaat.............
tapi saya seneng ada cerpen baru!
:mcengir:

fixshine
5th April 2011, 07:46 PM
tenang2 nanti buat lg

nad3418
5th April 2011, 07:56 PM
Jelek!

*sekedarkomenmerusuh.

fixshine
6th April 2011, 01:11 AM
Jelek!

*sekedarkomenmerusuh.

ga kaget ga da romantisnya

IntanRianda
6th April 2011, 11:23 AM
Bang Nad emang ga excited kalo ga ada romance'nya yaaa?
Ayooo buat atuhh yang bisa bikin orang-orang turn on!
*lohhh, masuk ke sex ed & perks donk yahh ntar???

violace
6th April 2011, 07:56 PM
ini b fixshine lagi ber-eksperimen (lagi) ya?

nad3418
6th April 2011, 08:03 PM
Jelek yo Ce? :mbisik:

violace
9th April 2011, 03:48 PM
Jelek yo Ce? :mbisik:

haha.. b nade maksud e opo toh..? :p

Btw kalo inget ba sigit, jadi inget the alchemist karna sering di bawa2 dalam cerpenya. Aku dah baca alchemist beberapa tahun lalu, waktu itu dipinjemin ama sepupu, setelah dia liat gw baca Harry Potter seharian, dia bilang "mending baca ini daripada Harry Potter yang ntah apa critanya". Rada lupa sie tahun berapa yang pasti masih seri awal Harry Potter dan aku masih kuliah.

Baca the alchemist waktu itu sama sekali ngga berkesan (makanya suka heran dengan b sigit yg sepertinya memuja bgt novel itu). Akhirnya kmaren aku beli the alchemist tapi beda edisi ama yang di baca dulu (selain bahasanya beda, novel nya juga tampak lebih tipis, eh apa ini karna bahasanya juga :D entahlah..)

Yang pasti setelah baca lagi, aku nyadar, ceritanya (atau bahasanya) ngga "serumit" yang aku inget terakhir. Ceritanya juga ngga "seheboh" yang aku tangkap dari gambaran b sigit di cerpen2 nya. Mungkin kalo baca buku itu di awal2 dia terbit, ide yang diusungnya emang beda banged, tapi baca jaman sekarang setelah adanya The Secrets dan semua psikologis tentang pikiran, mental block, positif thought etc.. Jadinya ya biasa saja...

Entah kenapa aku nulis hal ini di tret cerpennya b sigit.. hehe... Mungkin karna cerpen2 b sigit sebelumnya yang bikin aku niat baca lagi the alchemist. Dan yaaa... sepertinya lebih suka karya Coelho yang veronica decides to die dibanding The Alchemist, idenya lebih menggelitik :D

Oya, mungkin aku nulis panjang lebar gini cuma buat bilang.. jelek or ga itu kan masalah seleraaa.... *halah :mtimpuk:

nad3418
9th April 2011, 05:36 PM
Jadi berdasakan seleramu ini jelek tho Ce?

*lagipengenngerusuhpokoknya.

violace
9th April 2011, 07:43 PM
no... it's absolutely good.. just... (ala ozy..)

nad3418
10th April 2011, 10:17 AM
hahahahahahhaaaaaaaa ... Okay It's absolutely good.

IntanRianda
11th April 2011, 09:07 PM
Jadi berdasakan seleramu ini jelek tho Ce?

*lagipengenngerusuhpokoknya.

Ahahahhaha... bang Nade maksaaaa!
:mngakak: :mngakak:

Saya tunggu roman berikutnya lho bang!
:mcengir: :mcengir:

fixshine
13th April 2011, 09:53 AM
Baca the alchemist waktu itu sama sekali ngga berkesan (makanya suka heran dengan b sigit yg sepertinya memuja bgt novel itu). Akhirnya kmaren aku beli the alchemist tapi beda edisi ama yang di baca dulu (selain bahasanya beda, novel nya juga tampak lebih tipis, eh apa ini karna bahasanya juga :D entahlah..)

Yang pasti setelah baca lagi, aku nyadar, ceritanya (atau bahasanya) ngga "serumit" yang aku inget terakhir. Ceritanya juga ngga "seheboh" yang aku tangkap dari gambaran b sigit di cerpen2 nya. Mungkin kalo baca buku itu di awal2 dia terbit, ide yang diusungnya emang beda banged, tapi baca jaman sekarang setelah adanya The Secrets dan semua psikologis tentang pikiran, mental block, positif thought etc.. Jadinya ya biasa saja...

Entah kenapa aku nulis hal ini di tret cerpennya b sigit.. hehe... Mungkin karna cerpen2 b sigit sebelumnya yang bikin aku niat baca lagi the alchemist. Dan yaaa... sepertinya lebih suka karya Coelho yang veronica decides to die dibanding The Alchemist, idenya lebih menggelitik :D

Oya, mungkin aku nulis panjang lebar gini cuma buat bilang.. jelek or ga itu kan masalah seleraaa.... *halah :mtimpuk:

bagiku ya teteup alchemist dan eleven minutes teteup paling keren, cmn masing2 orang memang pencernaannya beda2 ho ho ho. cuelho kan suka menceritakan dengan detil, bahasa2 alegorinya, tp gue yakin die menceritakan segala sesuatu bsd on pengalaman pribadinya seperti ide ttg "perawan suci" yg dianggap sebagai sosok inspiratif atau "Tuhan"

btw, buatku sie, berhasil dong yah gue klo dulu nulis2 promosi novelnya, he he he ...