PDA

View Full Version : [puisi] Kisah Sang Darah Yang Tertumpah



lanymm
13th September 2010, 08:16 AM
Kisah Sang Darah Yang Tertumpah

Nista nista dan nista
Kotori tangan dengan darah orang yang menderita
Bakari rumah-rumah ibadah dan menyebut itu ibadah
Hanya darah darah darah sungguh memang haus darah
Entah kau turunan drakula atau nyamuk penghisap darah

Bejat bejat dan bejat
Siksakan jiwa untuk menghasut dan menghujat
Lelahkan raga untuk memukul membunuh dan menjilat
Hanya ratapan tangis dan bau darah yang memikat
Entah kau lalat atau iblis yang bertopeng malaikat

Tak tahukah kamu?
Aku sudah sampai di pintu surga
Dan bau darahku yang tertumpah sudah sampai ke tahtaNya
Tahukah kamu?
Dia yang di singgasana menangis
Pedih hatiNya bagai teriris-iris

KataNya "tak bisakah hargai kemerdekaan anugerahKu dengan hidup rukun dan damai?"
TangisNya "tak bisakah berhenti saling menyiksa karena kalian sama-sama manusia?"
RatapNya "apakah kalian pikir darah umatKu yang tertumpah jadi dupa yang harum?"
GeramNya "apakah harus Kuporakporandakan bumi agar kalian berhenti menyakiti saudara sendiri?"
PikirNya "entah tuhan siapa yang kalian sembah yang haus darah dan rindu nyawa manusia ciptaannya?"
TitahNya "wahai serdadu-serdaduKu, goncangkanlah lagi sedikit air di mangkuk-mangkuk bumi, buatlah gunung-gunungKu berteriak, dan matahariKu melontarkan amarah cahayanya, biarkan tangisKu turun tanpa henti untuk membasuh tanah tempat darah umatKu tertumpah dan untuk menghanyutkan para pendosa, lemparkan beberapa bintang dan benda langit untuk menggetarkan hati ciptaanKu... Sesungguhnya Aku hanya mau mereka tahu bahwa Akulah sang Empunya segala-galanya."

Maka,
Goncanglah bumi dan tumpahlah air laut
Meledak gunung-gunung dan berguguran bintang
Terbakar hutan dan penjuru bumi tenggelam
Punah bangsa-bangsa dan lenyap pemerintah
Namun manusia tetap jahat dan hatinya jauh dari damai
Terus berdosa tapi menganggap dirinya beribadah

Jadi,
Berapa nyawa lagi harus dikirim ke angkasa?
Berapa banyak darah lagi harus tertumpah?
Berapa orang lagi harus luka-luka?
Agar orang buta huruf tahu makna Bhinneka Tunggal Ika
Dan orang buta hati paham artinya Pancasila

IntanRianda
14th September 2010, 06:18 PM
Kisah Sang Darah Yang Tertumpah

Nista nista dan nista
Kotori tangan dengan darah orang yang menderita
Bakari rumah-rumah ibadah dan menyebut itu ibadah
Hanya darah darah darah sungguh memang haus darah
Entah kau turunan drakula atau nyamuk penghisap darah

Bejat bejat dan bejat
Siksakan jiwa untuk menghasut dan menghujat
Lelahkan raga untuk memukul membunuh dan menjilat
Hanya ratapan tangis dan bau darah yang memikat
Entah kau lalat atau iblis yang bertopeng malaikat

Tak tahukah kamu?
Aku sudah sampai di pintu surga
Dan bau darahku yang tertumpah sudah sampai ke tahtaNya
Tahukah kamu?
Dia yang di singgasana menangis
Pedih hatiNya bagai teriris-iris

KataNya "tak bisakah hargai kemerdekaan anugerahKu dengan hidup rukun dan damai?"
TangisNya "tak bisakah berhenti saling menyiksa karena kalian sama-sama manusia?"
RatapNya "apakah kalian pikir darah umatKu yang tertumpah jadi dupa yang harum?"
GeramNya "apakah harus Kuporakporandakan bumi agar kalian berhenti menyakiti saudara sendiri?"
PikirNya "entah tuhan siapa yang kalian sembah yang haus darah dan rindu nyawa manusia ciptaannya?"
TitahNya "wahai serdadu-serdaduKu, goncangkanlah lagi sedikit air di mangkuk-mangkuk bumi, buatlah gunung-gunungKu berteriak, dan matahariKu melontarkan amarah cahayanya, biarkan tangisKu turun tanpa henti untuk membasuh tanah tempat darah umatKu tertumpah dan untuk menghanyutkan para pendosa, lemparkan beberapa bintang dan benda langit untuk menggetarkan hati ciptaanKu... Sesungguhnya Aku hanya mau mereka tahu bahwa Akulah sang Empunya segala-galanya."

Maka,
Goncanglah bumi dan tumpahlah air laut
Meledak gunung-gunung dan berguguran bintang
Terbakar hutan dan penjuru bumi tenggelam
Punah bangsa-bangsa dan lenyap pemerintah
Namun manusia tetap jahat dan hatinya jauh dari damai
Terus berdosa tapi menganggap dirinya beribadah

Jadi,
Berapa nyawa lagi harus dikirim ke angkasa?
Berapa banyak darah lagi harus tertumpah?
Berapa orang lagi harus luka-luka?
Agar orang buta huruf tahu makna Bhinneka Tunggal Ika
Dan orang buta hati paham artinya Pancasila

Semangat mengisi puisi bertema nasionalisme, sy mohon izin ikut berpartisipasi :msembah:

INHARMONI

Aku hidup
dalam bayang para dayang
dalam sebuah intermezo
yang sia-sia

Siapakah gerangan?
aku, iya
yang berpusat pada aku
sudut pandangku

Aku melihat dayang telanjang
yang entah mengapa menyesakkan dada
aku menyua para peminta
para papa yang terasing

Aku bayang radikal
bayang pemberontakan
Pemecah kontroversial

Karena mungkin hanya akulah yang sadar
Mungkin akulah yang terasing
Mungkin akulah yang merasakan ketidakadilan
Mungkin akulah yang merasa jengah
Mungkin hanya rasa saja
Mungkin ini dianggap biasa...
:mmikir:

Tak mengurangi rasa hormat, sy mohon kritik dan saran... :mmohon:

IntanRianda
5th October 2010, 06:39 PM
APALAH..?

Apalah manusia tanpa hati
Apalah komunikasi tanpa kata

Apalah norma tanpa moral
Apalah kejujuran tanpa keadilan

Sering kata terucap tanpa hati
Sering keadilan terseru tanpa moral mendukung

Adakah semua termaknai
Saat kehidupan pun masih tak pasti?