PDA

View Full Version : [puisi] Hahaha..



IntanRianda
9th September 2010, 07:02 AM
Hahaha . . .
Saya tertawa, terbahak-bahak, terkekeh-kekeh
Kini kenyataan telah ada di depan mata
Bahkan kau pun mengetahuinya, karna kau pelakunya
Kau tersangka
Berkedok alim padahal maling
Hahaha . . .
Saya benar-benar tak dapat menahan tawa
Sebut saja saya gila, saya edan, saya sinting
Saya tertawa bukan karna gembira pun senang
Saya terluka, teriris, tersayat
Tak sanggup saya merasa sakit ini, perih, menusuk
Mati rasa
Tak mampu air mata ini tumpah menderas
Hanya tawa membahana
Hahaha . . .
Menertawakan saya, kamu, dia
Kami, kalian, mereka
Kenyataan, kebohongan, kemunafikan, penyesalan, masa lalu
Hanya perlu diketahui
Saya adalah orang pertama, bukan kedua
Kamu orang kedua, bukan ketiga
Pun dia orang ketiga, bukan orang pertama
Begitu kata guru Bahasa Indonesia
Hahaha . . .
Sekali lagi saya tertawa


Ini adalah hasil karya salah satu sahabat baik saya yang tak ingin disebutkan namanya. Kami hanya ingin berbagi sebuah karya indah ini kepada semua. Mohon saran dan kritik :msuporter:

lanymm
9th September 2010, 08:22 AM
ini puisi kan?

ada thread puisi dek,,

nad3418
9th September 2010, 07:31 PM
@Lany: IMO, puisi ndak harus masuk thread puisi hari ini. Bisa bikin tret sendiri tergantung yang posting. Namanya juga galeri sastra. :D

Aku suka karya ini. Realis, sarkas, dan ketika dibaca seperti ada irama eksotis yang kurasakan.

IntanRianda
10th September 2010, 05:36 PM
bener bangedd bang! sayang penulisnya masih malu-malu,,,
pengen jg sy bs nulis dng gaya seperti ini,,
tp kok ga bisa-bisa yaaa? mungkin 'warna' saya berbeda dan tak bisa dpaksa,,

lanymm
11th September 2010, 09:26 AM
@Lany: IMO, puisi ndak harus masuk thread puisi hari ini. Bisa bikin tret sendiri tergantung yang posting. Namanya juga galeri sastra. :D

Aku suka karya ini. Realis, sarkas, dan ketika dibaca seperti ada irama eksotis yang kurasakan.

di "puisi hari ini" juga banyak yg sarkas bang. mau yg lebih sarkas lagi di "tong sampah" atau "misuh-misuh" banyak.
semuanya indah. bila dilihat dalam kacamata sastra.

IntanRianda
11th September 2010, 09:37 AM
di "puisi hari ini" juga banyak yg sarkas bang. mau yg lebih sarkas lagi di "tong sampah" atau "misuh-misuh" banyak.
semuanya indah. bila dilihat dalam kacamata sastra.

:mjaim: kakak, ni masih lebaran lho,, sy mohon maaf klo s4 bikin kk dongkol waktu pertama kali bikin thread, udah atuh kak,, jng pojokin saya terus,,,,

nad3418
11th September 2010, 01:27 PM
di "puisi hari ini" juga banyak yg sarkas bang. mau yg lebih sarkas lagi di "tong sampah" atau "misuh-misuh" banyak.
semuanya indah. bila dilihat dalam kacamata sastra.

@Lany: Di "puisi hari ini" ini ada banyak hal. Tapi, in my opinion, di "puisi hari ini" tidak untuk dibahas jadi aku tidak banyak komen disana, karena posting di sana disarankan hanya puisi (kalaupun komen, aku usahakan untuk tambahkan puisi di bawahnya biar ndak nge-junk). Jadi, bebas-bebas ajalah mau dimasukin galery sastra sebagai postingan sendiri atau diposting di "puisi hari ini". nDak usah terlalu kaku lah. Kalau dari pendapatku pribadi, "puisi hari ini" aku gunakan untuk katarsis singkat, sementara kalau hasil perenungan aku akan masukkan ke postingan tersendiri. Apakah terus berbeda dalam arti "kualitas"? Aku kira tidak. So, ndak usahlah dipermasalahkan mau dibuat tret sendiri atau diposting di "puisi hari ini". In technical point of view, misal tret "puisi hari ini" dihapus (dan ini pernah terjadi di masa lalu), maka semua puisi di dalamnya hilang. Aku kira cukuplah dihentikan polemik tentang karya apa harus dipajang di mana? Biarkan momod atau mimin yang merapikannya kalau salah letak. Aku bukan momod atau mimin. Dengan demikian, I rest my case.

fixshine
11th September 2010, 09:54 PM
betul2 jd inget tragedi bumi hangus 1 thread puisi sehari2 itu :(( . bagikuw sendiri as admin apalagi gue yg ngotot dulu sebagai inisiator, kepentingan utama forum itu ya peminatnya bny + sering dikunjungi. thread puisi sehari2 sendiri salah satunya agar thread itu rame krn u know lah puisi itu butuh penikmat setia. trus lany sie cukup ok sarannya, dan apa yg dilakukan lumayan mendongkrak rating. so, mari saling menyemangati karya2 sesama alumni

lanymm
12th September 2010, 07:31 AM
Intan : siapa yg mojokin situ? Lha wong itu nanggepin pernyataan bang enade kok,, :mpanas:

Bang nade : masalahnya ga pernah ada karya di "puisi hari ini" diupgrade ke gallery sastra,, karya entongnya benny jg ndak pernah diupgrade dari "tong sampah" padahal karyanya bagus menurutku. Sarkas tapi nyeni. Lucu tapi nylekit. Dan kalo dasarnya abang,, harus ada "backround" yg melatarbelakangi sebuah puisi,, aku rasa semua di thread "puisi hari ini" punya backround bang, punya cerita..
Tapi ya sudahlah,, mungkin mmg karya di "puisi hari ini" cuma katakata yg butuh ruang untuk berwujud. cuma butuh tempat untuk tercurah. Bukan untuk dibahas. :msokimut:

Bang sigit : bumi hangus? :mpanas: jadi ingat es eny,, jangan sampelah dibumihanguskan,, kasian kamikami yg puisinya ada disitu, ndak da di gallery sastra :mpanas:
Mungkin perlu lebih diperjelas bang,, soalnya (maaf) selama ini sy tidak melihat adanya thread baru yg "dipindahtempatkan" kecuali atas permintaan TS (misal krn sadar salah tempat, atau karna double posting)... :mmikir:

fixshine
12th September 2010, 05:41 PM
@lany : ya terus terang gue senang sie ada yg kritis artinya kan perhatian besar bangett, kamu benar ko memang jarang yang dipindah tempatkan. Ya krn kritikan kamu gue jg jadi ada review, dan lebih nyadar klo ternyata gallery sastra bny dianggap tempat buat cerpen sajahh begitu. memang sie dulu kepikiran mo mindah2in, cmn sering juga puisi kan bersambung2 terusjadi motongnya smp postingan ke berapa rada repot, blm lagi yg ga da judulnya. so, mudah nya dianggep penulisnya memang die posting sekedar penghiburan seni dalam sastra.

nah pelajaran bagusnya, kita semua jadi tau klo gallery sastra bukan melulu cerpen, tp puisi juga ok tapi ya mbok jangan puisi2 yg ga mutu, yg ngejunk antara berseni sastra campur bawur. Namun di atas itu semua yg penting, forum itu jadi tempat yg nyaman untuk ber kreasi, sesuai ide brilliant komunikasi lintas angkatan ver si mbah gigi di lounge

violace
12th September 2010, 08:50 PM
nah pelajaran bagusnya, kita semua jadi tau klo gallery sastra bukan melulu cerpen, tp puisi juga ok tapi ya mbok jangan puisi2 yg ga mutu, yg ngejunk antara berseni sastra campur bawur. Namun di atas itu semua yg penting, forum itu jadi tempat yg nyaman untuk ber kreasi, sesuai ide brilliant komunikasi lintas angkatan ver si mbah gigi di lounge

nie maksudnya apa sie bang..??
siapa yang bisa nentuin suatu puisi ato karya satra lainnya itu bermutu ato ngga?
Aku lebih setuju tentang gaya dan selera, terlalu berlebih misalnya langsung nge-judge karya orang ngga bermutu,
itu kan cuma masalah selera dan perspektif.
ngga ada yang mutlak di dunia ini, apalagi sebuah karya sastra.

Soal nge-junk seingat aku udah bahasan dari jaman dahulu kala....
Selama ngga seterusnya bikin thread nya melenceng ngga apa-apalah
skalian bikin rame.. yang saklek malah bikin thread nya ngga berkembang

Soal puisi yang di taro di thread sendiri gw pikir sebelum nya juga udah ada
dan ngga ada yang mempermasalah kan... (liat aja di galery sastra..)
Bedanya yang dulu2 bikin thread baru nya cuma 1,
Intan kemaren skaligus 5 dalam waktu yang berdekatan dan dia newbie...(entah mengapa ini jadi masalah...)

Setelah rada lama sub forum sastra "sekarat"... Gw seneng banget ada Intan yang muncul dan ngasih semangat baru..
Soal dia posting puisi nya skaligus 5 di thread baru, gw pikir ngga masalah, karna dia pengen masing2 karya nya di apresiasi. (dan gw stuju dengan pendapat b nade tentang bedanya puisi di thread tersendiri dan di thread puisi hari ini)
Kalo jaman dahulu ada yang dalam sehari posting beberapa thread di sub forum chit-chat ga masalah, kenapa yang ini dipermasalahkan...??
masing-masing judul thread nya beda, dan sub forum nya udah bener.. So dimana masalah nya...?
Kalo ngga tertarik dengan thread nya dan ngga mau meng-apresiasi karyanya... ya ngga usah di reply..

fixshine
13th September 2010, 12:29 AM
yg km bold misalnya ada puisi bagus di thread puisi sehari2 eh tiba2 ditimpalin ngejunk," eh titipan dah dikirim yak", "eh, lama ga nongol" , "hai gimana kabar"

IntanRianda
13th September 2010, 12:23 PM
:mmelow: sy mohon maaf atas kenyolotan sy kemarin,,, saya cm adek baru yg kelewat semangadd aja kokk,,, :msembah:

Sepertinya blm banyak angkatan2 saya dan angkatan2 yg baru lulus mengisi forum ini (forum sastra terutama). Padahal sy yakin bnyk pujangga2 di angkatan sy yg mnunggu untuk muncul. Tpi yahh, Sy mohon maav bila kami, adek2 ini asal aja langsung mendobrak masuk, krn kmi mmg blm taw, 'aturan2' yg mngkn ada. sy sampai skrg jg masih mencari thread perkenalan yg dimaksud kak lany (blm ketemu jg) malah nyasar dsana-sini baca forum2 laennya,,, hehehehehe,,,, ato emg sy aja yg gaptek dan blm familiar dng fungsi2 web ini :mide:

Untuk ke depannya, akan sy ajak teman lainnya utk mencoba kembali mengisi forum2 ikastara, sebisa mungkin membawa sedikit perubahan yg diharapkan ke arah yg lebih baik jg.. :mtengsin:

:mtimpuk: klo bisa sihh cukup saya saja yg :mbenjol:

karena memang sy nyolot dan nakal,, :mhayal:

tpi percayalah,,, teman2 laen cm ragu2 dan belum taw aja kok :mbalon:

sehingga, untuk berikutnyaaa, kmi tetap memohon bimbingan dan masukan abg serta kk. klo ada sesuatu yg kurang berkenan, mohon diberitaw dng jelas pula, krn kmi ni masih bru menetas,, hehehehhe :msembah:

violace
13th September 2010, 04:25 PM
ini thread yang dimaksud http://ikastara.org/showthread.php?1961-kenalan-dunksss&highlight=kenal

IntanRianda
5th October 2010, 06:46 PM
Bodoh...

Diucapkan berkali-kali....

tapi rasanya percuma.
seperti dianggap selewat saja.

Gak suka..
tapi gak mau jadi possessive.

harus gimana lagi?
sabar lagi?
iya sabar.
gak tersiksa. gak menderita.
tapi.... entahlah.

rasanya seperti marathon tanpa ada yang menyemangati.
rasanya seperti tersesat di tengah hutan gelap tanpa ada cahaya bulan yang menolong.
rasanya seperti haus di tengah padang pasir dan hanya bisa melihat fatamorgana.
rasanya... ya begitu.

gak ngeluh kok.
kuat.
tapi... kosong.
kenapa tahan?
karena saya yakin.
walaupun kadang... ragu.

dua hati yang sama-sama tau
tapi gak pernah bicara..
dua pikiran yang sama-sama mengerti
tapi dikalahkan keegoisan..

malam tiba, hanya bisa bergelut dalam pikiran sendiri.
mengira-ngira masa lalu, masa kini, dan masa depan.
lalu dibuang jauh-jauh..

terlalu termakan dengan omongan yang dulu-dulu.
namun sekarang semuanya seperti omong-kosong.

matahari terlalu tinggi
saya hanya awan.. yang bisa tertiup angin, menjadi mendung, dan menangis...hujan.

sekali lagi,
gak ngeluh kok. enggak.
kuat.
hanya sedikit.. bingung.

saya bodoh. tapi gak ada yang sebodoh saya untuk bisa tahan sampai saat ini.
sabar lagi?
iya sabar.
sabar gak ada batasnya.
hanya manusia saja yang membatas-batasi.

suatu saat mata dan telinga ini pasti terbuka dengan jelas.
pasti..

NBW (TN17)