View Full Version : [puisi] Mungkinkah...
IntanRianda
8th September 2010, 03:36 PM
Aku terpana saat Kau mengatakannya. Aku terkejut hingga tak mampu ku bersuara. Banyak hal, banyak cerita yang mungkin belum terungkap. Banyak pula kisah yang masih menanti dan menunggu untuk terajut. Namun apakah mungkin waktu itu kan datang? Saat gelombang demi gelombang dunia baru menerpaku. Membuatku goyah, menguncang hati serta pikiran bersamaan?
Di sinilah kini kusadari dimana aku berpijak. Di dunia ku dalam benteng kesendirian. Dan kulihat Kau tegak berdiri di seberang sana. Dalam dunia mu yang penuh kebersamaan. Tetap mencobaku menjulurkan tangan. Tak sampai peluh keringat kering menunggu. Namun tak jua ku cukup tuk menggapai, melewati pagar berduri senyap ataupun melintasi dinding berperisai hormat.
Kesadaran pun menghentak merasuk. Ini lah keputusan yang telah kupilih. Jalan yang akan mulai kudaki. Terbuka lebar pupil mataku, menciut pula kekokohanku. SIAPKAH AKU?
Hening ku tatap layar. Lagi, lagi, dan lagi. Lariku dalam kata. Tak acap satu ucapan. Lelah, aku belum lelah. Hanya getir.. Getir yang kian meracuni. Tidak, mungkin ini hanyalah takut. Takutku meninggalkan sunyi. Takutku tuk membuka diri dan hati... Setelah sekali hancur berkeping..
Tak sadarkah kau? Betapa sulit bagiku hanya untuk terus hidup dalam sepi. Betapa nista aku menginginkan ramai? Tak perlu kau pertunjukkan itu. Tak perlu kau kirimkan armada langitmu. Tak akan sampai mereka menggapaiku. Karena pun kita hidup dalam dunia yang berbeda, mereka kini mulai tumbuh tertaut terpilin. Jangan, jangan, jangan. Jangan kau uji diriku. Tidak, tidak, tidak, aku mulai ragu untuk mengerti. Saat kau hadapkan aku hanya pada satu pilihan, satu persetujuan. Tak urung ku mampu katakan TIDAK. Meski batin memberontak dan pikiran berteriak. TIDAK. Karena aku masih hidup dalam sunyi, dan kau hidup dalam mentari.
Taukah kau? Bahwa tak bisa tangan menyentuh, tak sampai bunyi tertangkap, hanya huruf berbaris merunjuk kata. Apakah bisa kau menjamin hatiku dengan itu? Apakah bisa kau jaga percaya'ku dengan itu? Saat aku buta akan duniamu dan kau pun masih buram akan duniaku?
Tak sedikit benak bertanya, MAMPUKAH KITA? Aku dengan sendiriku, Kau dengan pasukanmu. Aku dengan kataku, Kau dengan diammu. Aku dengan mandiriku, Kau dengan perintahmu... Satukah kita? Mungkin... Lengkapkah kita? Mungkin... Berlawanankah kita? Mungkin....
Ini thread kedua saya, lagi-lagi mohon kritik dan masukan...
Wesmant
8th September 2010, 04:27 PM
kayak judul lagu Stinky
nad3418
8th September 2010, 05:05 PM
kayak judul lagu Stinky
Ihiy ... Tante Ted teringat masa mudanya ... :D
violace
8th September 2010, 05:40 PM
Ihiy ... Tante Ted teringat masa mudanya ... :D
whakaka....
lagu fave nya angkatan tante ted n om nade
Wesmant
8th September 2010, 07:15 PM
Pada tau aje.
Lagu favorit Si Made Rai dulu tuw.
Cece masih inget orgnya yg mana?
violace
8th September 2010, 07:28 PM
Pada tau aje.
Lagu favorit Si Made Rai dulu tuw.
Cece masih inget orgnya yg mana?
ngga... inget nya bang madesu :D
*terakhir ga sengaja ktemu di Idp PIM tahun lalu, katanya mo ambil master di oz tahun depan
lanymm
9th September 2010, 08:16 AM
kayak judul lagu Stinky
Ihiy ... Tante Ted teringat masa mudanya ... :D
cieeeehhhh,,, ingat doeloe doeloe nih yeee....
:mmutah:
whakaka....
lagu fave nya angkatan tante ted n om nade
betul banget ce,,,, tampang boleh sangar,,, GTM boleh 3 hari,, ujung2nya "stinky",,, maaaakkkkkk,,, :mmutah:
IntanRianda
10th September 2010, 05:48 PM
waduhhh,, jadi yg paling menarik itu judulnya aja yahh,,,
hahahahahaha,,, padahal sepertinya judulnya jg kurang sesuai sama isinya...
hehehehehehehehe,,,,,
nekotisme
11th September 2010, 03:52 AM
cieee...om tevez dan om nade bernostalgia lagu kenangan malam keakraban...nyanyiin lagunya,sapa tau ada yg minat jadiin calon wakil walikota kayak andre stinky...hahaha!
Wesmant
11th September 2010, 06:18 AM
Walikota mane mang? Lo diajak jadi staff ahli gak? Hehehe
lanymm
11th September 2010, 09:05 AM
waduhhh,, jadi yg paling menarik itu judulnya aja yahh,,,
hahahahahaha,,, padahal sepertinya judulnya jg kurang sesuai sama isinya...
hehehehehehehehe,,,,,
yup,, sepertinya begitu,,,
mungkin judulnya "duniaku duniamu" or something like that
atau "dunia baru" mungkin?
ini sejenis curhatan yg dibahasakan dengan indah. nice. except the title. too provocative (for TN5 n TN7)
IntanRianda
11th September 2010, 09:10 AM
yup,, sepertinya begitu,,,
mungkin judulnya "duniaku duniamu" or something like that
atau "dunia baru" mungkin?
ini sejenis curhatan yg dibahasakan dengan indah. nice. except the title. too provocative (for TN5 n TN7)
hahahaha,, saya edit deh kak,, sy kan blm taw klo seprovokatif itu,,
maklum, msih balita pas itu,,, hhehehehehe
Wesmant
11th September 2010, 09:56 AM
Kak Lany terprovokasi rupanya :p
nekotisme
11th September 2010, 12:07 PM
kayaknya jeng brimob ada nostalgia khusus dgn pelantun tembang 'mungkinkah' versi tn5?:p
lanymm
11th September 2010, 12:10 PM
:mmutah:
Ada,, nostalgia : "kok bisa abangabang yg bertampang sangar suka lagu melceng,, melayu cengeng,, oleh grup musik sekaliber stinky"????
:mmutah:
Jijaybajaylebaymelambayditepipantaybangettauuuuuu, ,,,
Wesmant
11th September 2010, 01:52 PM
Kak Lany kena lambayan rupanya :)
fixshine
11th September 2010, 11:10 PM
sebenere yg perlu di salahkan ya stinky yg begitu pas menggambarkan suasana hati kami saat itu ... mungkinkahh he2
Wesmant
11th September 2010, 11:34 PM
Git, jangan generalisasi dong.
Penyakit mual2 gw 13 taun yll bisa kambuh ntar
violace
12th September 2010, 10:04 AM
Git, jangan generalisasi dong.
Penyakit mual2 gw 13 taun yll bisa kambuh ntar
:mktawa: :mktawa:
Halaaah.. ga mo ngaku nie tante ted...
Wesmant
12th September 2010, 03:02 PM
Cece: udah ngaku tuw...
Ngaku mual-mual hahaha
violace
12th September 2010, 10:24 PM
Aku terpana saat Kau mengatakannya. Aku terkejut hingga tak mampu ku bersuara. Banyak hal, banyak cerita yang mungkin belum terungkap. Banyak pula kisah yang masih menanti dan menunggu untuk terajut. Namun apakah mungkin waktu itu kan datang? Saat gelombang demi gelombang dunia baru menerpaku. Membuatku goyah, menguncang hati serta pikiran bersamaan?
Di sinilah kini kusadari dimana aku berpijak. Di dunia ku dalam benteng kesendirian. Dan kulihat Kau tegak berdiri di seberang sana. Dalam dunia mu yang penuh kebersamaan. Tetap mencobaku menjulurkan tangan. Tak sampai peluh keringat kering menunggu. Namun tak jua ku cukup tuk menggapai, melewati pagar berduri senyap ataupun melintasi dinding berperisai hormat.
Kesadaran pun menghentak merasuk. Ini lah keputusan yang telah kupilih. Jalan yang akan mulai kudaki. Terbuka lebar pupil mataku, menciut pula kekokohanku. SIAPKAH AKU?
Hening ku tatap layar. Lagi, lagi, dan lagi. Lariku dalam kata. Tak acap satu ucapan. Lelah, aku belum lelah. Hanya getir.. Getir yang kian meracuni. Tidak, mungkin ini hanyalah takut. Takutku meninggalkan sunyi. Takutku tuk membuka diri dan hati... Setelah sekali hancur berkeping..
Tak sadarkah kau? Betapa sulit bagiku hanya untuk terus hidup dalam sepi. Betapa nista aku menginginkan ramai? Tak perlu kau pertunjukkan itu. Tak perlu kau kirimkan armada langitmu. Tak akan sampai mereka menggapaiku. Karena pun kita hidup dalam dunia yang berbeda, mereka kini mulai tumbuh tertaut terpilin. Jangan, jangan, jangan. Jangan kau uji diriku. Tidak, tidak, tidak, aku mulai ragu untuk mengerti. Saat kau hadapkan aku hanya pada satu pilihan, satu persetujuan. Tak urung ku mampu katakan TIDAK. Meski batin memberontak dan pikiran berteriak. TIDAK. Karena aku masih hidup dalam sunyi, dan kau hidup dalam mentari.
Taukah kau? Bahwa tak bisa tangan menyentuh, tak sampai bunyi tertangkap, hanya huruf berbaris merunjuk kata. Apakah bisa kau menjamin hatiku dengan itu? Apakah bisa kau jaga percaya'ku dengan itu? Saat aku buta akan duniamu dan kau pun masih buram akan duniaku?
Tak sedikit benak bertanya, MAMPUKAH KITA? Aku dengan sendiriku, Kau dengan pasukanmu. Aku dengan kataku, Kau dengan diammu. Aku dengan mandiriku, Kau dengan perintahmu... Satukah kita? Mungkin... Lengkapkah kita? Mungkin... Berlawanankah kita? Mungkin....
Ini thread kedua saya, lagi-lagi mohon kritik dan masukan...
bisa mengerti dengan judul mungkin kah nya...
penggambaran dua dunia yang berbeda cuma untuk ngasih gambaran perbedaan dunia kedua tokoh, dan pertanyaan utamanya mungkin kah buat menyatu.
Kalo dibaca selintas emang penggambaran perbedaan dua tokoh nya terlalu banyak tanpa link ke tema utamanya...
gw baca beberapa kali baru ngerti maksud puisi ini.. cool...
"mungkinkah" yang membangkitkan memory lama TN5 n TN7 ngga lebih dari joke aja menurut gw. Skalian biar rame tret nya :D
@ b tewes: "mungkinkah" dan mual2 sepertinya sindrom yang sama untuk sebagian besar orang di angkatan 5 n 7 dan semua orang di angkatan 6 kayanya...
Dan gw baru tau kalo b sigit termasuk ke golongan yang "sebagian kecil" lainnya :D
fixshine
13th September 2010, 12:19 AM
lg itu merdu tauuu dibandingin b'roma
Wesmant
13th September 2010, 03:08 AM
Cece: sigit dari hati paling dalam tuh, hahaha
btw, gmn ga trauma, salah satu soloist mungkinkah pas kelas 2 kamarnya cuma hampir depan2an ama kamar gw, selang 1 doang, hahaha
IntanRianda
13th September 2010, 12:56 PM
hehehehehe,, sy senang klo adek baru macam sy yg ga taw apa2 bs membangkitkan memory abg2 dan kk sekalian. :mtengsin:
meskipun saya bener2 ga ngerti pembicaraan abg dan kk smua,, hahahahaha,, :mpanas:
tpi tetap sy mohon kirik dan saran dri abg kk semua demi perbaikan thread berikutnya,,,, :mmohon:
wahh,, kmrn sy cari lagu mungkinkah stinky di youtube,,,
memang liriknya lagunya ''WOW'' sihhh,,, :mteriak:
---------- Post added at 04:56 PM ---------- Previous post was at 04:08 PM ----------
Aku terpana saat Kau mengatakannya. Aku terkejut hingga tak mampu ku bersuara. Banyak hal, banyak cerita yang mungkin belum terungkap. Banyak pula kisah yang masih menanti dan menunggu untuk terajut. Namun apakah mungkin waktu itu kan datang? Saat gelombang demi gelombang dunia baru menerpaku. Membuatku goyah, menguncang hati serta pikiran bersamaan?
Di sinilah kini kusadari dimana aku berpijak. Di dunia ku dalam benteng kesendirian. Dan kulihat Kau tegak berdiri di seberang sana. Dalam dunia mu yang penuh kebersamaan. Tetap mencobaku menjulurkan tangan. Tak sampai peluh keringat kering menunggu. Namun tak jua ku cukup tuk menggapai, melewati pagar berduri senyap ataupun melintasi dinding berperisai hormat.
Kesadaran pun menghentak merasuk. Ini lah keputusan yang telah kupilih. Jalan yang akan mulai kudaki. Terbuka lebar pupil mataku, menciut pula kekokohanku. SIAPKAH AKU?
Hening ku tatap layar. Lagi, lagi, dan lagi. Lariku dalam kata. Tak acap satu ucapan. Lelah, aku belum lelah. Hanya getir.. Getir yang kian meracuni. Tidak, mungkin ini hanyalah takut. Takutku meninggalkan sunyi. Takutku tuk membuka diri dan hati... Setelah sekali hancur berkeping..
Tak sadarkah kau? Betapa sulit bagiku hanya untuk terus hidup dalam sepi. Betapa nista aku menginginkan ramai? Tak perlu kau pertunjukkan itu. Tak perlu kau kirimkan armada langitmu. Tak akan sampai mereka menggapaiku. Karena pun kita hidup dalam dunia yang berbeda, mereka kini mulai tumbuh tertaut terpilin. Jangan, jangan, jangan. Jangan kau uji diriku. Tidak, tidak, tidak, aku mulai ragu untuk mengerti. Saat kau hadapkan aku hanya pada satu pilihan, satu persetujuan. Tak urung ku mampu katakan TIDAK. Meski batin memberontak dan pikiran berteriak. TIDAK. Karena aku masih hidup dalam sunyi, dan kau hidup dalam mentari.
Taukah kau? Bahwa tak bisa tangan menyentuh, tak sampai bunyi tertangkap, hanya huruf berbaris merunjuk kata. Apakah bisa kau menjamin hatiku dengan itu? Apakah bisa kau jaga percaya'ku dengan itu? Saat aku buta akan duniamu dan kau pun masih buram akan duniaku?
Tak sedikit benak bertanya, MAMPUKAH KITA? Aku dengan sendiriku, Kau dengan pasukanmu. Aku dengan kataku, Kau dengan diammu. Aku dengan mandiriku, Kau dengan perintahmu... Satukah kita? Mungkin... Lengkapkah kita? Mungkin... Berlawanankah kita? Mungkin....
Berikut adalah sebuah puisi balasan dari sahabat saya, Anggini Tri Wijayanti sbg respon dri puisi saya:
Suara Cinta itu mengejutkan, karena dia datang tiba-tiba.
Kadang Ia datang hanya dengan suara, wajah bahkan desahan nafas yang tidak dikenal.
Karena Kau melihat asa dan harapan dalam rajutan kata dalam bait tak bersenar.
Walaupun Asa dan harapan belum berbunga sempurna karena digulir antara Siang dan malam, Musim Dingin dan Musim Hujan, Musim Panas dan Musim kemarau.
Itu akan sempurna jika kau resapi tanpa ragu olehmu dan dirinya.
Jika suara cinta menghampiri daratan itu bukan halangan untuk mencintainya.
Karena yakinkan dirimu atas tegaknya dia disana.
Resapi keindahan lambaian penuh harap,saling menggapai walau hanya asa rindu kalut yang terengkuh.
Tak Perlu kau lewati benuamu lalu kau menghampiri singsana tropisnya.
Cukup yakinkan dirimu atas suara cintanya.
Jangan pernah ragu atas apa yang kau langkahi, buka matamu, riapkan suaranya dikupingmu, terangkan hatimu, atas dirinya didadamu.
Yakinkan akan dia milikmu dan kau miliknya.
Kenapa kau takut dengan gaung suara cintanya ?
Jika kau merasa hatimu berkeping ketika suaranya meninggalkanmu, maka hatinya menjadi debu jika tepis suaranya.
Kau Getir dia hampa.
Jangan kau kubahi dirimu wahai wanita Tulip.
Buang Topeng Emasmu.
Suara cintamu tahu akan asingnya dirimu dalam sepi, tapi bukankah itu yang kau pilih.
Kau merasa sepi diatas sepi dia merasa sunyi diatas gempita.
Kau berteriak dalam sunyi dia berteriak dikaki hiruk Rusuh mentari yang hampir jatuh.
Jangan Pernah berkata tidak pada suara cintanya.
Jangan merasa akah goyah diatas pijakannya.
Selembar daun tanpa isyarat darimu pun dia tahu bahwa ada bekas nafas nadimu disana.
Kau memang Buta begitu juga dia, karena kalian sepasang mata yang gelap akan dunia tapi kalian bisa berpedar pandangan.
Jangan pernah bertanya mampukah kami ?
Cukup tenang debaran dadamu karena dia mempunyai sayap untuk menangkapmu dan kau punya tangan untuk membelainya.
Jangan pernah berkata mungkinkah mohonlah itu pada hatimu.
Dan berikut satu puisi balasan yang lain, dari sahabat saya, Rizki Niraz Anggraini:
Tahu kah kau teman.. Hidup itu seperti sebuah lorong panjang tak berujung...
Terkadang..
Kau mendapati diri mu berjalan di lorong penuh graffiti warna-warni meski tak satupun dari tulisan-tulisan itu yg benar-benar berarti bagi mu..
Terkadang..
kau harus melintasi lorong sepi.. Hanya ada kau, udara, dan cahaya.. Dan entah mengapa derap langkahmu terdengar begitu nyata dan menakutkan di lorong ini..
Terkadang..
Kau berjalan tergesa-gesa di lorong penuh pintu, dan satu-satunya hal yang kau inginkan hanyalah suara gemerincing kunci pintu-pintu itu...
Terkadang..
Kau berjalan tertatih-tatih di lorong dingin... Dingin dinding lorong menyesakkan pernapasanmu, dan hal yang paling kau nanti adalah suara derap langkah seseorang menemani irama langkahmu...
Terkadang..
Kau merasa semua lorong menjadi satu.. terlalu melelahkan, menyakitkan dan menyedihkan bagi kakimu untuk melangkah...
Mungkin,,
Mungkin sang kaki tak sanggup lagi melangkah, tapi hatimu ingin berlari, karna hatimu percaya.. Percaya suatu saat kau akan melewati lorong hangat, sehangat pelukan ibumu, aman seaman genggaman tangan ayahmu, cerah secerah tawa sahabat-sahabatmu, manis, semanis senyum cintamu..
Apalah arti kaki nan lelah pabila sang hati telah kukuh, apalah arti kesedihan dan masalah pabila sang hati selalu percaya...
Dan hati kan terus melangkah tanpa lelah...
Saya, kami memohon masukan kritik dan saran dri abg kk sekalian ttg puisi kami :msembah:
fixshine
14th September 2010, 12:35 AM
penghayatan dan teknik yg terpadu itu seperti puisi-nya Rizki ( ini temen2mu anak tN juga bukan ? )
violace
14th September 2010, 06:45 AM
Sepertinya bukan TN, sekurang nya Rizki Niraz positif bukan TN
(jiwa aktif mencari tau gw masih blum ilang.. :mkesel:)
IntanRianda
14th September 2010, 07:08 PM
Aku terpana saat Kau mengatakannya. Aku terkejut hingga tak mampu ku bersuara. Banyak hal, banyak cerita yang mungkin belum terungkap. Banyak pula kisah yang masih menanti dan menunggu untuk terajut. Namun apakah mungkin waktu itu kan datang? Saat gelombang demi gelombang dunia baru menerpaku. Membuatku goyah, menguncang hati serta pikiran bersamaan?
Di sinilah kini kusadari dimana aku berpijak. Di dunia ku dalam benteng kesendirian. Dan kulihat Kau tegak berdiri di seberang sana. Dalam dunia mu yang penuh kebersamaan. Tetap mencobaku menjulurkan tangan. Tak sampai peluh keringat kering menunggu. Namun tak jua ku cukup tuk menggapai, melewati pagar berduri senyap ataupun melintasi dinding berperisai hormat.
Kesadaran pun menghentak merasuk. Ini lah keputusan yang telah kupilih. Jalan yang akan mulai kudaki. Terbuka lebar pupil mataku, menciut pula kekokohanku. SIAPKAH AKU?
Hening ku tatap layar. Lagi, lagi, dan lagi. Lariku dalam kata. Tak acap satu ucapan. Lelah, aku belum lelah. Hanya getir.. Getir yang kian meracuni. Tidak, mungkin ini hanyalah takut. Takutku meninggalkan sunyi. Takutku tuk membuka diri dan hati... Setelah sekali hancur berkeping..
Tak sadarkah kau? Betapa sulit bagiku hanya untuk terus hidup dalam sepi. Betapa nista aku menginginkan ramai? Tak perlu kau pertunjukkan itu. Tak perlu kau kirimkan armada langitmu. Tak akan sampai mereka menggapaiku. Karena pun kita hidup dalam dunia yang berbeda, mereka kini mulai tumbuh tertaut terpilin. Jangan, jangan, jangan. Jangan kau uji diriku. Tidak, tidak, tidak, aku mulai ragu untuk mengerti. Saat kau hadapkan aku hanya pada satu pilihan, satu persetujuan. Tak urung ku mampu katakan TIDAK. Meski batin memberontak dan pikiran berteriak. TIDAK. Karena aku masih hidup dalam sunyi, dan kau hidup dalam mentari.
Taukah kau? Bahwa tak bisa tangan menyentuh, tak sampai bunyi tertangkap, hanya huruf berbaris merunjuk kata. Apakah bisa kau menjamin hatiku dengan itu? Apakah bisa kau jaga percaya'ku dengan itu? Saat aku buta akan duniamu dan kau pun masih buram akan duniaku?
Tak sedikit benak bertanya, MAMPUKAH KITA? Aku dengan sendiriku, Kau dengan pasukanmu. Aku dengan kataku, Kau dengan diammu. Aku dengan mandiriku, Kau dengan perintahmu... Satukah kita? Mungkin... Lengkapkah kita? Mungkin... Berlawanankah kita? Mungkin....
Ini thread kedua saya, lagi-lagi mohon kritik dan masukan...
HILANG
Kau, nyata namun jauh
ada apakah? Apakah aku salah?
salah menilai?
Entah ini semua tekateki
tak bertepi
yang mungkin akan kusambut
dengan aku tak peduli!
Buat apa?
Padahal samudera telah menepikan ombaknya!
Lalu, kenapa?
Mungkin aku harus diam
dan tak bertanya
karena kau, semakin aku dekat,
semakin tak ku mengerti!
:mide:
Di sini sy mcoba membuat puisi balasan dng gaya yg berbeda. Mohon masukan
:mtengsin:
fixshine
15th September 2010, 02:44 AM
komennya : sdh berada di jalur yg benar tampaknya, sdh lebih jujur dan keliatan emosinya
IntanRianda
15th September 2010, 08:01 AM
komennya : sdh berada di jalur yg benar tampaknya, sdh lebih jujur dan keliatan emosinya
Terima kasih, bang! Akan sy kembangkan,,,, :msembah:
---------- Post added at 12:01 PM ---------- Previous post was at 12:00 PM ----------
HILANG
Kau, nyata namun jauh
ada apakah? Apakah aku salah?
salah menilai?
Entah ini semua tekateki
tak bertepi
yang mungkin akan kusambut
dengan aku tak peduli!
Buat apa?
Padahal samudera telah menepikan ombaknya!
Lalu, kenapa?
Mungkin aku harus diam
dan tak bertanya
karena kau, semakin aku dekat,
semakin tak ku mengerti!
:mide:
Di sini sy mcoba membuat puisi balasan dng gaya yg berbeda. Mohon masukan
:mtengsin:
AKU BUTUH KAU!!!
Gundah! Hasratku ingin berlari pulang..
Gulana datang membawa gelisah.
Hei, Kau dibalik penutup tabir!
Datang dan bawalah aku pergi jika cukup nyali.
Apa perlu aku datang sendiri mempermalukanmu?
Apa perlu aku culik Kau dari singgasana hormatmu?
Aku tak peduli!
Aku butuh Kau!!
Sekarang juga!!! :mkesel:
Cutegigi
16th September 2010, 08:09 AM
feedback dari gua, di judul threadnya dipasangin tag dong [puisi] atau [cerpen] atau [cerbungkajekadat] (cerita bersambung gak jelas kapan ada terusannya :p)
gua suka rada bingung mau ngomentarinnya. :)
IntanRianda
16th September 2010, 11:37 AM
feedback dari gua, di judul threadnya dipasangin tag dong [puisi] atau [cerpen] atau [cerbungkajekadat] (cerita bersambung gak jelas kapan ada terusannya :p)
gua suka rada bingung mau ngomentarinnya. :)
Siap, *bang atau kak?* :mbisik:
akan saya tagg skrg juga! :msembah:
---------- Post added at 03:37 PM ---------- Previous post was at 03:31 PM ----------
feedback dari gua, di judul threadnya dipasangin tag dong [puisi] atau [cerpen] atau [cerbungkajekadat] (cerita bersambung gak jelas kapan ada terusannya :p)
gua suka rada bingung mau ngomentarinnya. :)
Maaf, *bang or kak?*
tag [cerbungkadat] kok ga ada ya?
adanya [cerita] atau [cerpen]
jadi saya pilih [cerita] aja :p
Cutegigi
16th September 2010, 01:31 PM
huhu.
om fixshine monggo diaksi tu... :p
IntanRianda
16th September 2010, 01:59 PM
huhu.
om fixshine monggo diaksi tu... :p
Weeeeitzzzz,,, AMPUUUUN, Bang!!! Cuman bercandaaaaa~
hehehehehehehehehe,,,, :mmohon:
---------- Post added at 05:57 PM ---------- Previous post was at 05:52 PM ----------
AKU BUTUH KAU!!!
Gundah! Hasratku ingin berlari pulang..
Gulana datang membawa gelisah.
Hei, Kau dibalik penutup tabir!
Datang dan bawalah aku pergi jika cukup nyali.
Apa perlu aku datang sendiri mempermalukanmu?
Apa perlu aku culik Kau dari singgasana hormatmu?
Aku tak peduli!
Aku butuh Kau!!
Sekarang juga!!! :mkesel:
Balasan Puisi Lagi *sok nyambung*
HEI
Hei! Hei!
Aku memanggilmu
Hei! Hei!
Ini aku, kau tau?
Hei! Hei!
Jangan menggebu begitu!
Hei! Hei!
Tenanglah, jangan terburu buru!
Aku ada di sini
Tak mau pergi
Namun tak untuk menemani
Aku telah menanti ribuan hari
Aku telah lelah menanti!
Tenanglah wahai jiwa yang mendekam di bui
Membebaskanmu menjadilah aku
Yang kan terbang menikmati kebebasannya
Hei! Hei!
Jangan kau iri begitu!
Jalan hidup kita berbeda
Kau bukan aku
Aku bukan kau
Jangan hentikan waktuku!
Itu bukan tugasmu, tugasku, tugas kami, tugas kita
Hei! Hei!
Lagi lagi aku memanggilmu
Hei! Hei!
---------- Post added at 05:59 PM ---------- Previous post was at 05:57 PM ----------
waduh, klo jd balas-balasan puisi gini bkl dmarahin lg ga yaaa?
sok asik menuh2in thread sendiri. gmn ini, abg, kk? pdhl dah ada thread puisi sndr,,,
waduuuuuhhhh,,,, double post? wahhh,,, gawaaattttt,,,,, :mmelow:
bakal kenaaa :mtimpuk:
uweeeee,,, uweeeeeee,,,,, :mnangis:
Cutegigi
16th September 2010, 02:01 PM
heuhue. maksud gua suruh om fixshine beraksi bikinin tag nya. ;)
IntanRianda
16th September 2010, 02:04 PM
heuhue. maksud gua suruh om fixshine beraksi bikinin tag nya. ;)
ohh, gitu yaaa, bang? nii saya lanjut tambah post dsini gpp?
violace
16th September 2010, 06:55 PM
Intan.. intan..
Gak liat tuh dibawah namanya mbah gigi ngga ada NIS dan pangkat nya...?
otoritas tertinggi di forum tuh.. berkekuatan absolute :D
lanjut aja tambah post sendiri
yang keberatan biasanya thread starter kalo isi thread ngga sesuai pengennya dia..
karna ini TS nya lu.. ya suka2 lu ajalah mo post apa.
fixshine
17th September 2010, 02:48 AM
heuhue. maksud gua suruh om fixshine beraksi bikinin tag nya. ;)
yes om siap on progress sambil menikmati libur dulu he2
---------- Post added at 02:48 AM ---------- Previous post was at 02:07 AM ----------
Maaf, *bang or kak?*
tag [cerbungkadat] kok ga ada ya?
adanya [cerita] atau [cerpen]
jadi saya pilih [cerita] aja :p
nah gue demen klo yg ngasie usulan2 membangun kek gini
to mbah gigi : order sdh luncur menunggu cendol mbahhh hehehe
Cutegigi
17th September 2010, 08:21 AM
usul guaaa kali ituuh. wekekek.
@cece: heuheu. gak sengaja itu. dulu2 gua juga pasang nis kok....something is broken somewhere. gua lagi males ngubek2nya :p
fixshine
17th September 2010, 05:29 PM
ya maap om orang sambil meluk bantal; hehe aniway semangat buat semua
IntanRianda
23rd September 2010, 04:09 PM
LAGI DAN LAGI
Lagi-lagi aku terdiam. Sejenak hening. Sepintas sunyi. Untuk kesekian kali. Aku terbentur, menatap dinding kegundahan dan kegelisahan. Ada apakah ini? Mengapa begini?
Aku, aku, dan aku. Keburukanku. Kejelekanku. Kekhawatiranku. Tak lagi biasa aku bagi. Denganmu. Lidahku kelu, tanganku bisu. Tak bisa ku rangkai kata. Untukmu. Tak mampu terucap, tak mampu ku membentuk kalimat. Entah karena kurang nyali, kelebihan pikir, atau keraguan hati.
Aku tebak, lagi-lagi ini angkuhku, atau takutku? Mungkinkah kasihku yang membuatku lumpuh?
Mengapa hanya padamu?
Aku bertanya..
Salahkah aku? Jika tak kupercayakan sedihku padamu?
Hinakah aku jika menyembunyikan masalahku di balik punggungku?
Khianatkah aku jika tak kubicarakan semua itu denganmu?
Aku tak yakin. Aku tak tahu. Aku hanya bimbang. Bingung dan ragu terbelit menjadi satu.
Ini hanyalah rintang kecil, pikirku selalu. Tak pantas aku mengatakannya padamu.
Ini hanyalah hambatan mudah, ulangku sambil lalu. Tak pantas aku membicarakannya di hadapanmu.
Ini hanyalah tantangan ringan kehidupan, ujarku pada diriku. Tak pantas aku mengeluhkannya padamu.
Lagi dan lagi. Tak ingin kuhabiskan sedikit waktu berhargamu denganku hanya untuk itu. Tak mau kusiakan detik-detik langkamu denganku hanya untuk menyeretmu dalam alunan senduku. Tak sudi kubuang detak jantungmu bersamaku hanya untuk memperlihatkan kelemahanku di hadapanmu. Tidak, tidak, dan tidak.
Aku bertanya....
Salahkah aku? Jika aku hanya ingin menggunakan waktuku untuk menyenangkanmu?
Hinakah aku jika mauku habiskan detik-detikku hanya untuk menghiburmu?
Khianatkah aku jika hasratku tuk melihat senyummu dalam setiap detak jantungku?
Kudengar suaraku dalam canda tawamu bergaung dalam pikir dan hati. Tak terhindar lagi tanyaku. Taukah kau kalau kututupi semua itu di balik bayangku? Sadarkah kau bila ku lakukan itu agar aku dapat menyambutmu dengan senyumku?
Apakah diammu karena kau menyadarinya? Mungkinkah kata lainmu merupakan pengertianmu? Benarkah penerimaan itu berarti pengampunanmu? Ataukah bincangmu hanya taburan manis penutup rindu?
Aku tak yakin. Aku tak tahu. Aku hanya bimbang. Takut dan kecemasan makin melilitku.
Lagi dan lagi. Aku tau aku sedang jatuh. Terperosok dalam lubang yang sama. Keraguan yang lain. Ketakutan yang lain. Kekhawatiran yang lain. Bimbang yang terus membayang.
Sampai kapan kah kau akan tahan? Lelah kah kau kelamaan? Aku makin tercekam kelam. Mampukah kau mengerti? Mampukah kau menjangkauku yang tersembunyi di sudut? Sanggupkah kau raba dan rasakan hatiku sebelum cahaya lain menimpaku?
Karena makin ku sayang kau, semakin ku bungkam.
Lagi dan lagi. Aku tatap sosokmu saat kau terbang dengan sepenuh jiwamu,
Sedangkan aku dsini masih cemas mencoba mengais sayap tuk tentukan arah langitku..
IntanRianda
4th October 2010, 04:48 PM
TANYAKU
Aku bertanya pada logikaku,
Apakah arti dirimu bagiku?
Lalu ku bertanya pada hatiku,
Apa makna dirimu untukku?
Kemudian, tanyaku pada rasaku,
Apakah aku sungguh menyayangimu?
Tak dapat logika, hati, dan rasaku menjawab,
Tak pasti semua masih tak menentu...
Lanjutku bertanya pada Sang Waktu,
Akankah waktu itu akan semakin menguatkan aku,
Ataukah waktu itu justru makin memudarkan dirimu?
Aku tak tau,
karena aku masih menanti.
Cutegigi
5th October 2010, 08:52 AM
mayan2...
lanjut bu :)
IntanRianda
5th October 2010, 06:27 PM
TANYAKU
Aku bertanya pada logikaku,
Apakah arti dirimu bagiku?
Lalu ku bertanya pada hatiku,
Apa makna dirimu untukku?
Kemudian, tanyaku pada rasaku,
Apakah aku sungguh menyayangimu?
Tak dapat logika, hati, dan rasaku menjawab,
Tak pasti semua masih tak menentu...
Lanjutku bertanya pada Sang Waktu,
Akankah waktu itu akan semakin menguatkan aku,
Ataukah waktu itu justru makin memudarkan dirimu?
Aku tak tau,
karena aku masih menanti.
TANYAKU (2)
Aku bertanya pada logikaku,
Apakah arti diriku bagimu?
Lalu ku bertanya pada hatiku,
Apa makna diriku untukmu?
Kemudian, tanyaku pada rasaku,
Apakah kau sungguh menyayangiku?
Tak dapat logika, hati, dan rasaku menjawab,
Tak pasti semua masih tak menentu...
Lanjutku bertanya pada Sang Waktu,
Akankah waktu itu akan semakin menguatkan kamu,
Ataukah waktu itu justru makin memudarkan diriku?
Aku tak tau,
karena aku masih menanti.
PS: dengan membalik kata-kata 'aku' dan 'kamu' kesannya jadi bedaa yaaa?
hehehehe... Siap bang, ga peduli sepi ato rame, sy keep posting ajahh! =p
Cutegigi
6th October 2010, 08:16 AM
hehe.
banyak yang cuman numpang liat doang si.
gak pede kali mo posting :p
fixshine
6th October 2010, 11:55 AM
kali ini gue senang explorasi balik2 kata ini .... keren teruskan dek yah
IntanRianda
6th October 2010, 08:41 PM
hehe.
banyak yang cuman numpang liat doang si.
gak pede kali mo posting :p
Iya bang, sepi bngdd nihh
Ga seru jadinyaaa :mkesel:
---------- Post added at 12:41 AM ---------- Previous post was at 12:40 AM ----------
kali ini gue senang explorasi balik2 kata ini .... keren teruskan dek yah
Siaaap, Bang! Tpi blm ada ide isenk lgi nihh,, basi semuaaa,,,
:mngintip:
Powered by vBulletin® Version 4.2.0 Copyright © 2013 vBulletin Solutions, Inc. All rights reserved.