PDA

View Full Version : [cerpen] Komitmen [curcol alert] :P



sofyantoro_fajar
5th September 2010, 07:46 AM
Kita memulai komitmen ini dengan syarat yang sangat biasa. Bukan dengan janji sehidup semati, bukan juga dengan tautan jari kelingking, apalagi hanya sekedar dengan cokelat setiap bulan tertentu. Aku tidak pernah memberikan bunga mawar sekeranjang sekali setahun, bukan pula tipe orang yang suka mengirimkan pesan singkat dengan simbol kurang-dari-tiga yang diobral hanya untuk menghabiskan bonus pulsa, dan aku juga bukan orang yang bersedia mendengarkan ceritamu sampai capek dan tertidur.

Maaf, aku memang tidak romantis. Kuingatkan kau, kita memulai komitmen ini dengan syarat yang sangat biasa : bahwa kita tidak akan pernah mengeluh.

Agar tidak ketagihan untuk mengirim pesan singkat dua puluh empat kali sehari, aku sengaja tidak menyimpan nomormu di buku teleponku. Agar tidak iseng menyapamu dengan emoticon aneh-aneh, fasilitas percakapan di jejaring sosialku selalu kumatikan. Agar tidak ada alasan mengantarkanmu pulang ketika sudah larut, aku sengaja tidak menanyakan alamat kosmu.

Maaf, aku memang tidak romantis. Kuingatkan kau, kita memang memulai komitmen ini dengan syarat yang sangat sederhana.

Syarat sederhana inilah yang akan menjaga kita untuk tidak saling tergantung, karena aku tahu, kau ingin dihargai sebagai sosok yang utuh sepenuhnya, dan bukan hanya sempilan tulang rusuk yang terserak entah darimana. Aku pun akan menghormatimu dengan sepenuhnya, seutuhnya selayaknya kau ingin aku menghargaimu. Waktu itu, entah kapan, kau pernah bilang, bahwa selama aku bisa menjaga diriku, kau akan baik-baik saja. Tanpa aku khawatirkan pun, katamu waktu itu, aku akan baik-baik saja selama kau tidak kenapa-kenapa.

Bahwa aku tidak akan mengeluh atas usaha seperti apapun yang harus ku lakukan agar aku bisa menjaga diriku sendiri, itu yang aku janjikan kepadamu.

Kuingatkan kau, kita memulai komitmen ini dengan syarat yang sangat biasa : bahwa kita tidak akan pernah mengeluh. Kita tidak akan mengeluh ketika yang lain selain kita bisa bergandengan tangan lebih awal. Kita tidak akan mengeluh ketika yang lain selain kita bisa mengubah status lebih awal. Kita tidak akan mengeluh ketika yang lain selain kita bisa berjalan beriringan sambil bercanda dengan seru lebih awal. Kita tidak akan mengeluh ketika yang lain selain kita mendahului segala sesuatunya, apapun itu, lebih awal. Aku sendiri tidak akan mengeluh, dan aku sangat percaya, sedemikian pula dirimu.

Bahwa kau tidak akan mengeluh atas usaha seperti apapun yang harus kau lakukan agar kau bisa menjaga dirimu sendiri, itu yang aku minta kau janjikan kepadaku.

Kita memulai komitmen ini dengan syarat yang sangat biasa : bahwa kita tidak akan mengeluh. Semoga, komitmen ini akan kita akhiri dengan lebih sederhana namun sangat manis. Komitmen untuk saling menjaga diri kita masing-masing sampai kita dipertemukan oleh-Nya nanti di waktu yang tepat.

Aku memang tidak romantis, namun ketika waktu yang tepat itu sudah datang, dengan segenap hati aku akan bersedia menjadi pangeran berkuda putihmu. Atas semua pesan singkat yang belum pernah terkirim setiap malam, atas semua cerita yang belum pernah aku sampaikan sebelum tidur, atas semua tangkai bunga yang belum pernah aku berikan, atas semua waktu yang belum terlewatkan bersama, akan terbalas dengan manis ketika dengan tulus terucap lafad :

Barakallahu laka wa baraka 'alaik, wa jama'a bainakuma fi khair

hanya untuk kita saja, bukan untuk siapapun.

Bunda, siapapun namamu kelak, bersabarlah. Kita jaga diri kita baik-baik dan jaga komitmen kita bahwa kita tidak akan mengeluh. Ya, kita jaga diri kita baik-baik.

Karena untuk kesekian kalinya aku teringat : kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, dan penantian kita tidaklah sia-sia. Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal --iman, keberanian, dan pengharapan-- penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorang pun bayangkan.

Bersabarlah disana. Aku pasti akan datang, ketika waktunya sudah tepat. Jaga diri baik-baik ya, Bunda ;)

dina kharisma
24th January 2011, 12:37 PM
curcol to the max, njar? :))

like the way you make the whole thing flows :)

sofyantoro_fajar
25th January 2011, 05:00 PM
wakakaka :P

Cutegigi
26th January 2011, 12:15 PM
not bad.
cuman sebutan bunda nya jadi membingungkan dan rada merusak flow.
IMHO.

dina kharisma
26th January 2011, 05:14 PM
hahah.. bikin ilfil yang itu XD