PDA

View Full Version : [cerpen] Tidak seperti biasanya...



goesgoes
31st March 2010, 08:09 PM
Aku sangat hapal dengan kondisi bus ini tiap kali aku menaikinya. Bau harum dari pengharum ruangan serta hawa dingin yang cukup merasuk tubuh sudah menjadi trademark bagiku dari bus ini. Jam di HP menunjukkan sekarang pukul 5 sore.
Baru pertama kalinya aku berangkat sesore ini dan langsung dari terminal, tidak seperti biasanya. Biasanya aku berangkat jam 4 sore dan naik dari agen. Untungnya aku mendapat kursi yang menjadi favoritku, bangku kedua dari depan dan dekat dengan jendela.
Aku tak peduli kursi itu di baris bangku supir maupun tidak, yang penting aku bisa duduk di dekat jendela dan sesekali bisa melihat pemandangan dari luar bus ini.



Tak lama kemudian, seorang wanita duduk di kursi di sebelahku. Ternyata dia mempunyai tujuan yang sama denganku, kota yang sama meskipun beda kecamatan.
Wanita ternyata seorang pekerja kesehatan di sebuah rumah sakit militer karena dia ikut suaminya yang merupakan seorang polisi. Dia harus pulang-pergi dengan bus ini untuk menyusui anaknya yang masih kecil karena dia tidak bisa mengajak anaknya untuk ikut ke kota ini.



Tidak seperti biasanya, kali ini aku menaiki bus ini bukan karena aku tidak ada kuliah, bukan karena aku ingin merayakan hari raya Idul Fitri di rumah, tidak juga karena sebentar lagi tahun baru. Setelah beberapa kali pedagang asongan menghampiriku untuk menjajakan dagangannya,
entah itu makanan, minuman, alat tulis, maupun senter dan pemantik api yang sangat besar, yang selalu kudapati tiap aku naik bus ini, bus ini mulai berangkat dari terminal. Aku memutuskan untuk menutup mata, berisitirahat, seperti yang kulakukan setiap kali aku naik bus ini.



Dering HP beberapa kali membangunkanku dan aku terbangun sejenak untuk memberitahukan posisiku sekarang ke lawan bicaraku. Setelah telpon ditutup aku kembali untuk tidur karena aku tidak terlalu suka bangun selama perjalanan.
Pukul 10 malam, bus berhenti di sebuah rumah makan dan para penumpang dipersilakan untuk beristirahat. Aku memutuskan untuk sholat Isya dan menjama’ sholat Maghrib sambil men-charge HP karena alarm low bat sudah beberapa kali berbunyi sebelum aku sampai di rumah makan. Selesai makan, aku kembali mengabarkan lokasiku. Sekitar pukul 10.30, bus kembali berangkat.



Pukul 12 malam, aku terbangun karena suara berisik. Ternyata pak supir sedang mengumumkan bahwa penumpang yang naik bus ini yang memiliki tujuan sama denganku harus pindah bus lain. Aku tak tahu apa penyebabnya karena tak seperti ini biasanya. Aku biasanya hanya tinggal tidur dan terbangun saat sudah sampai tujuan.
Akhirnya aku dan wanita di sebelahku pindah bus, namun kami terpisah bangku karena bangkunya berbeda dengan yang tertera di tiket. Aku tidak lagi duduk di kursi deretan depan, terlebih aku duduk tidak di sebelah jendela seperi biasanya. Aku duduk di sebelah lelaki dengan potongan cepak a la tentara.
Dia menanyakan kepadaku dimana aku turun dan setelah kujawab, ternyata lagi-lagi kota tujuanku dengan orang yang duduk disebelahku sama dan juga dengan pola yang masih sama, kota yang sama namun beda kecamatan. Aku bertanya padanya, mengapa harus pindah bus di tengah malam begini karena baru pertama kali ini aku merasakannya. Dia menjawab bahwa dia tidak tahu meskipun dia sudah mengalami pindah bus ini empat kali.
Aku meredam rasa penasaranku dan memilih untuk melanjutkan tidurku karena perjalanan ini masih lama dan pasti aku akan capek kalo aku tidak tidur.



Pukul 7 pagi aku terbangun dan memutuskan untuk tidak tidur lagi karena sudah hampir sampai. Entah kenapa di bus yang satu ini, kondisinya amat kotor. Bungkus makanan dimana-mana, padahal biasanya tidak separah ini. Tiba-tiba aku teringat kalau aku, dan nampaknya penumpang dari bus sebelumnya, belum mendapatkan jatah kudapan yang biasanya dibagikan.
Orang-orang di dalam bus sudah sedikit karena banyak yang sudah turun di pemberhentian sebelumnya. Lelaki yang duduk di sebelahku sudah tak ada karena dia pindah ke kursi deretan depan karena sudah tidak ada yang menempati. Aku tidak pindah karena aku malas memindah-mindahkan barang bawaanku. Entah kenapa aku merasa bus ini mulai terasa panas.
Padahal bus ini merupakan bus dari perusahaan yang sama dengan bus yang biasanya aku naiki. Tidak seperti biasanya dimana setiap aku sampai kota tujuan, aku pasti kedinginan dan kakiku hamper mati rasa. Kali ini aku cukup mengeluarkan banyak keringat.



Akhirnya pukul 8 pagi aku sampai di kota tujuan. Aku turun di tempat yang agak jauh dari tempat biasanya. Aku turun karena supirnya tidak mendengar suaraku yang berkata bahwa ingin turun. Aku menunggu jemputan di depan apotek.
Tidak seperti biasanya, hawa di kota ini tidak terlalu panas meskipun terbilang cukup panas bila dibandingkan dari kota aku berangkat tadi. Baru saja aku akan menelpon agar dijemput, ternyata mobil kakakku sudah sampai. Aku menuju ke rumah budheku. Saat aku sampai, di sana sudah banyak orang, tak seperti biasanya karena rumah budheku biasanya sepi.
Paling-paling ramai karena suara dari para sepupuku. Setelah berbincang dengan banyak orang, aku menuju masjid untuk sholat. Aku sudah lama tidak sholat di masjid itu sejak aku pindah rumah. Sudah satu tahun kami sekeluarga pindah rumah.
Rumah kami awalnya berada di dekat rumah budheku namun rumah yang baru berada cukup jauh, sekitar 10 menit perjalanan dari rumah budheku. Aku sangat kangen sholat berjamaah disana. Sholat Maghrib, sholat Isya, maupun sholat Tarawih dan sholat dua Hari Raya. Namun kali ini, aku akan sholat berjamaah disana bukan untuk sholat Dhuhur karena belum masuk waktu sholat. Dan tidak biasanya aku sholat hanya dengan ditemani makmum yang jumlahnya sedikit.



Setelah sholat selesai, aku berjalan melewati jalan kecil yang dulunya dua arah namun sekarang dibuat satu arah karena sering macet. Aku berjalan menuju tempat di dekat masjid yang tak jauh dari masjid tempat aku sholat tadi.
Tidak seperti biasanya, aku kesana bukan untuk berziarah mengunjungi makam ibuku. Kali ini aku akan mengantar kepergian jenazah bapakku, ya, mengantar jenazah bapakku yang tadi telah disholatkan di masjid sebelumnya.
Aku dan keluarga-keluargaku mengantar bapak ke tempat peristirahatannya untuk yang terakhir kalinya. Dan untuk terakhir kalinya, aku akan melihat senyum bapak sebelum bapak meninggalkan kami untuk selamanya.




Maafkan aku bapak bila dalam rekam jejak perjalanan hidupmu, aku sebagai seorang anak tidak mampu membahagiakan engkau. Maafkan aku bapak, bila tingkah lakuku sebagai seorang anak tidaklah berubah sejak aku kecil, aku masih merengek-rengek dan mungkin sering membuat engkau kesal. Maafkan aku bapak, bila dalam waktu hamper selama 20 tahun ini aku belum bisa berbakti kepadamu. Maafkan aku bapak, bila aku sering tidak memedulikanmu, padahal aku ingin memelukmu, aku sangat menyayangimu tapi aku tak mau mengungkapkannya. Maafkan aku bapak, bila tak semua nasehatmu aku kerjakan. Maafkan aku bapak, bila hanya do’a ini yang dapat kusampaikan di saat engkau telah tiada dari sisiku. Selamat jalan bapak. Semoga engkau bahagia di alam sana.

dina kharisma
31st March 2010, 10:07 PM
jadi sedih bacanya >.<

goesgoes
31st March 2010, 10:14 PM
jadi sedih bacanya >.<

sebenernya niatnya bikin biar nggak sedih...mosok malah bikin sedih...:mtengsin:

asri.putri.xii
31st March 2010, 11:31 PM
Tetep semangat goesgoes :)

goesgoes
31st March 2010, 11:55 PM
Tetep semangat goesgoes :)

pasti donk kak....:msenyum:
khan saya udah janji nggak bakalan sedih :mtengsin:
lagian khan itu pasti udah keputusan terbaik dari Tuhan YME khan...

*kalo dari segi sastranya gimana kak ?? :mtengsin:

asri.putri.xii
1st April 2010, 12:09 AM
Iya dong, Yang Punya minta balik masa kita ga ikhlas :)

bagus goes, terus belajar dan berkarya aja yaaa... ;)

fixshine
6th April 2010, 04:27 PM
kebanyakan pengantar ga da klimaks lgs game over, tp klo maksudnya buat olahraga coret2 lmyn keren

goesgoes
6th April 2010, 05:51 PM
Iya bang,males manjang2in bagian masalahnya :mtengsin:
Jadi ya langsung dibuat ending :mpanas:

ecieci
16th June 2010, 05:35 PM
Iya bang,males manjang2in bagian masalahnya :mtengsin:
Jadi ya langsung dibuat ending :mpanas:

ini kisah nyata goes?

goesgoes
22nd June 2010, 12:08 AM
Ehm,dibeberapa tempat dilebih2kan kak