PDA

View Full Version : Satu Cinta



fixshine
12th March 2010, 12:58 PM
Untukmu cuma ada satu cinta, itu yang kau ucapkan padaku berulang kali.

Pagi ini gerimis. Mungkin itulah sebabnya jarimu tak henti bergetar walau pendingin di ruang dua puluh meter persegi ini mati, seperti tujuh tahun silam saat kita bergulat disini melawan monster bernama HER. Bertahun lalu saat kita masih berseragam putih abu, aku selalu duduk satu bangku di sebelahmu, mengagumi bibirmu yang mengatup pelan dalam doa panjang sebelum soal dibagikan, getar bulu matamu yang mengejap kaget menekuri soal kalkulus, anak-anak rambut jatuh di tengkukmu, atau sekedar senyum simpulmu saat menangkap basah aku dari ekor matamu. Hari ini kita ada di tempat yang sama, namun jari itu bergetar untuk alasan yang berbeda. Kamu berdoa pelan, mungkin agar bibirmu tak keburu kaku saat dia tiba, atau mungkin agar jantungmu kuat memompa darah ke nadi telunjukmu yang mulai beku.

Tepuk tangan itu mulai berganti. Acara bergulir, satu per satu alumni bernostalgia di depan sana, mengenang puluhan tahun yang telah bergulir. Matamu mulai terlihat gelisah, tak hentinya kamu melirik, mencari dia. Lalu kamu menoleh ke arahku, tersenyum kecil. Aku tahu matamu mencari sedikit kekuatan disana untuk sekedar membuatmu tenang, membayangkan semua kemungkinan. Apakah dia berubah dalam tujuh tahun terakhir ini, masihkah senyumnya semanis dulu, akankah dia mengiyakan cerita lama untuk diulang kembali… dan benarkah dia datang ke reuni ini?

Alumni-alumni berkeliling, bernostalgia. Matanya masih berkeliling, dan dia mulai melangkah. Satu putaran, dua putaran.. aku menjaga jarak mengikuti langkahnya sambil bertanya-tanya sejak kapan kah berjalan keliling balairung seberat samapta dua ronde. Lima putaran.. dia berhenti. Diseberanginya lapangan apel kelas tiga dan duduklah dia di bangku ruang baca. Ditekurinya segelas aqua, menggigit-gigit sedotannya dengan gelisah. Air menggantung di ujung sedotan, menetesi celana jeans biru gelapnya. Bersama dengan keringnya sedotan tak berupa, bulir-bulir hangat sekarang turun satu per satu. Dia menangis, ditemani aku yang duduk tak bersuara dan sepasang adik lulusan baru yang sedang nostalgia dan memilih menyingkir jauh-jauh karena takut mengganggu syuting telenovela.

Gerimis yang mengguyur Magelang sejak pagi mulai menipis. Bahkan matamu sudah kering, berganti senyum simpul yang tak bisa kutebak apa maknanya. Mungkin kini kamu mulai mengerti bahwa kamu tak perlu lagi mengirim sms ke nomor yang sudah kadaluwarsa, email yang tak pernah ada jawabannya, atau kartu pos yang seperti merpati, selalu kembali menyesaki laci mejamu. Mungkin, kini kamu mengerti bahwa selama tujuh tahun ini tak mungkin dia masih sendiri. Mungkin kini kamu mulai mengerti mengapa tujuh tahun ini aku sanggup hidup memandangi punggungmu. Mungkin.. aku tidak pernah tahu apa yang kaupikirkan saat kau larut dalam pelukanku.

Ada hiruk pikuk di balairung Pancasila.
Ruang baca kelas tiga, deretan koran, dan bangku panjang.
Ada dua anak manusia berpelukan.
Ada dua jagra berlari mencoba menyelamatkan jemuran.
Ada sunyi senyap dan keheningan.
Ada seorang lelaki yang terdiam di balik pilar. Memandang cinta pertamanya bersama sahabat baiknya waktu SMA.
Ada seorang sahabat, memeluk erat gadis berambut panjang saat ekor matanya menangkap sosok yang familiar.
Ada seorang gadis, menyerah pada ambiguitas penantian.

Sayangku, akhirnya aku mengerti. Jika cinta itu bahagia melihatmu dengan lelaki lain, aku tidak akan pernah memilih cinta.



Untukmu cuma ada satu cinta, itu kau ulang padaku di setiap percakapan kita.

( anonym , tetap menghormati req yg menulis; tp dah pada taulah siapa yg nulis dari stylenya nulis hehehe )

violace
12th March 2010, 02:41 PM
ga suka anonim2 gini deh.. Hehe.. :p

gitafh
12th March 2010, 02:44 PM
hq kah? hehe

nad3418
12th March 2010, 02:48 PM
Aku terharu. Romantis tragis dipadu jadi satu dalam sudut pandang orang yang, IMHO, sepertinya berharap mendapat limpahan. Ini kisah yang aku yakin lebih banyak terjadi di TN daripada yang "happily ever after".:mcengir:

violace
12th March 2010, 04:37 PM
Aku terharu. Romantis tragis dipadu jadi satu dalam sudut pandang orang yang, IMHO, sepertinya berharap mendapat limpahan. Ini kisah yang aku yakin lebih banyak terjadi di TN daripada yang "happily ever after".:mcengir:

haha.. sepertinya iya bang...
suka gaya bahasanya juga..
masuk cepern fav aku...
tapi ada yang bilang ini maksa... :mbisik:
hehe...

crimehunter
12th March 2010, 06:50 PM
keren bangeeet... Gw jadi tersentuh bacanya... serasa bisa memahami gimana perasaan dia... gila asli keren...

lanymm
12th March 2010, 08:20 PM
bang sonjay : perasaan yg baru hadir saat kami masuk, hahaha.. *jumawa*

yup yup..stuju sama semua..
It's cool.. :msembah:

ini kok ga masuk nominasi sih? Pengen vote ini deh.. :mcengir:

dina kharisma
12th March 2010, 11:40 PM
emang cuman ada 3 nominasi +1 karya baru ya yang masuk?
kasian amat yang ini ga masuk sendirian.. :p

eniwe, pas reuni akbar nanti bakal ada yang kayak gini ga ye..
*wondering

fixshine
13th March 2010, 01:38 AM
emang cuman ada 3 nominasi +1 karya baru ya yang masuk?
kasian amat yang ini ga masuk sendirian.. :p


bilang ja ge-er din halahhh

ecieci
13th March 2010, 03:04 AM
ini gaya nulisnya mirip ama yg 'macam2 orang aneh'.
penulisnya sama kah?

fixshine
13th March 2010, 12:05 PM
ini gaya nulisnya mirip ama yg 'macam2 orang aneh'.
penulisnya sama kah?

beda cie cmn temenan kekna jadi contek2an

shanro
13th March 2010, 03:18 PM
Kereenn,,karna lahir dr kenyataan yg miris (ada lagi,,;)

emang bener apa kt seorang tmn : "hidup di TN masalah utamanya cuman atu : masalah HATI !!"

ecieci
13th March 2010, 03:43 PM
beda cie cmn temenan kekna jadi contek2an

ah so ...
tapi karena udah baca yg macam2 orang aneh jadi efek surprisenya ga ada lagi pas baca ini.
kayanya gaya ini cuma bisa dipake sekali krn mengandalkan efek surprise di endingnya. ya ga seh?

violace
13th March 2010, 05:17 PM
ah so ...
tapi karena udah baca yg macam2 orang aneh jadi efek surprisenya ga ada lagi pas baca ini.
kayanya gaya ini cuma bisa dipake sekali krn mengandalkan efek surprise di endingnya. ya ga seh?

gaya apa sie maksudnya ci?
kalo gaya bahasanya menurut gw beda banget..
tema nya kah? ato gaya penyampaian cerita nya ya?

ecieci
13th March 2010, 06:21 PM
gaya penyampaian ceritanya, yg agak misterius awalnya trus pas di ending baru dijelasin tokoh2nya (ada si ini lagi begini, ada si itu lagi begitu, etc.)
menarik pas baca satu tapi baca yg lain jadi ga kaget lagi. kalo daku baca yg ini lebih dulu daripada yg macam2 orang aneh mungkin daku jadi terkesan.

lanymm
13th March 2010, 08:26 PM
Shanro,, kan ada lagunya shan,, ''nostalgia SMU kita''..

Ada yang saling cinta, hanya jadi saudara..
S'lalu berdua, berjalan, di sela sela, koridor graha kita, oh tragisnya..

Nostalgia SMU kita.. Tidak lucu banyak derita..
Masa masa kita dijajah, masa paling parah
Nostalgia SMU kita.. Tak kan hilang begitu saja..
Walau kini kita berdua tak ada cerita..

violace
14th March 2010, 06:58 AM
gaya penyampaian ceritanya, yg agak misterius awalnya trus pas di ending baru dijelasin tokoh2nya (ada si ini lagi begini, ada si itu lagi begitu, etc.)
menarik pas baca satu tapi baca yg lain jadi ga kaget lagi. kalo daku baca yg ini lebih dulu daripada yg macam2 orang aneh mungkin daku jadi terkesan.

ow.. iya.. iya...

fixshine
14th March 2010, 09:11 AM
gue bilang jg apa ce rada maksa wekekew secara teknik nulisnya memang bagus tp secara originalitas kurang lepas mungkin klo bukan tema smu yg ditulis lebih ok jadinya

violace
14th March 2010, 10:49 AM
gue bilang jg apa ce rada maksa wekekew secara teknik nulisnya memang bagus tp secara originalitas kurang lepas mungkin klo bukan tema smu yg ditulis lebih ok jadinya

biar deh.. tetap suka ma tulisan ini. walo ga mau terus terang penulisnya, spertinya udah bisa duga sapa yang nulis dari komen2 dsini nie...
buat penulis nya: gue suka gaya lu...:cool: