View Full Version : omni banting harga boo....
fixshine
11th December 2009, 04:13 PM
VIVAnews - Perseteruan antara RS Omni Internasional dan Prita Mulyasari yang kembali memanas memberikan pukulan telak bagi rumah sakit yang berlokasi di Kota Tangerang itu. Rumah sakit itu makin ditinggalkan pasiennya.
Pantauan VIVAnews baru-baru ini, rumah sakit terlihat lengang. Tidak banyak kendaraan yang terparkir di halaman rumah sakit tersebut. Hanya tampak beberapa mobil berjejer di lahan parkir depan rumah sakit dan kendaraan roda dua di parkir basemen.
"Pastinya ada penurunan,” kata Sekretaris Manager RS Omni Internasional Lalu Hadi saat ditemui VIVAnews di Kota Tangerang Selatan Fair, Kamis 10 Desember 2009. Meskipun mengakui adanya penurunan, Lalu Hadi tidak mau menyebutkan berapa prosentasenya.
Pengakuan serupa juga diungkapkan Promotion Communication RS Omni Internaional Ogi Anna. "Sejak pertama kali kasus Prita mencuat, terjadi penurunan yang sangat signifikan. Namun, untuk gerakan kumpul poin, kami belum terlalu pantau angka penurunannya,” kata Ogi.
Ogi mengaku harus bekerja lebih berat lagi untuk meyakinkan masyarakat akan pelayanan RS Omni Internasional. "Opini masyarakat tentang RS Omni yang sudah berkembang akan selalu tetap ada di pikiran mereka. Karena itu saya selaku promotion communication melakukan upaya turun langsung ke lapangan dengan memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat,” terangnya.
Selain melakukan upaya pemulihan imej, RS Omni juga membuat progam special edition sebagai langkah promosi dengan sistem package (paket). "Tentu harga paket ini lebih murah dari harga normal. Karena sudah dikemas menjadi satu, tidak terpisah-pisah," ujar Ogi yang membantah ada isu RS Omni Internasional memberlakukan diskon hingga 75 sejak sejak imej negatif melekat ke rumah sakit tersebut. "Kalau ada diskon 75 persen, kita dan pegawai tidak makan dan punya gaji dong," tandasnya.
source : http://metro.vivanews.com/news/read/113007-pasien_merosot__rs_omni__banting_harga_
nekotisme
11th December 2009, 04:16 PM
harga murah?jangan2 pasien di kasi minum PERTAMAX!
ecieci
11th December 2009, 10:41 PM
tentu saja ga ada yg berani ke RS Omni, udah terbukti 2 kali salah diagnosa gitu. edukasi kesehatan? kayanya pihak RS yg lebih butuh edukasi kesehatan daripada masyarakat.
etjiptn3
12th December 2009, 06:59 PM
cuma 1 kata buat omni... sukurin.....
jadi rumah sakit kok sombong gitu....
salah "berteman" sih itu rumah sakit....
etjiptn3
12th December 2009, 07:01 PM
kayaknya gak heran sih, kenapa ngotot begini.....:mlewat::mbisik:
==================
http://nasional.vivanews.com/news/read/112979-mereka_yang_ngotot_memenjarakan_prita
Mereka yang Ngotot Memenjarakan Prita
Adalah Jaksa Riyadi dan Rahmawati Utami yang melontarkan bersikeras memenjarakan Prita.
Jum'at, 11 Desember 2009, 06:53 WIBPipiet Tri Noorastuti
Prita Mulyasari Dituntut 6 Bulan Penjara (ANTARA/Ismar Patrizki)
BERITA TERKAIT
Yang Unik dari Penghitungan Koin untuk Prita
Truk-truk Ditawarkan untuk Angkut Koin Prita
Tembus Rp 151 Juta, Koin Prita Masih Segunung
Mengapa RS Omni Dinyatakan Tidak Malpraktik
Koin untuk Prita Telah Terkumpul Rp 151 Juta
web tools
VIVAnews - Prita Mulyasari dituntut hukuman enam bulan penjara. Ia didakwa melakukan pencemaran nama baik terhadap Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutera.
Adalah Jaksa Riyadi dan Rahmawati Utami yang melontarkan tuntutan dan dakwaan itu. Mereka bersikeras untuk memenjarakan Prita. Mereka bergeming di tengah derasnya dukungan masyarakat terhadap Prita. "Meski banyak dukungan masyarakat yang mengalir saya tidak terpengaruh gerakan masyarakat," kata Riyadi.
Riyadi meminta majelis hakim membuat vonis berdasarkan fakta persidangan. Ia berharap keputusan yang dibuat majelis hakim bukan berdasarkan opini publik. "Jangan sampai opini publik yang digunakan, karena masyarakat tidak menghadiri persidangan dan membaca berkas perkara," katanya.
Riyadi dan Rachmawati merupakan tim jaksa penuntut umum kasus Prita. Keduanya pula yang melayangkan gugatan atas penghentian kasus Prita. Dan, keduanya berhasil mengembalikan status Prita sebagai terdakwa setelah gugatan mereka dikabulkan Pengadilan Tinggi Banten.
Rahmawati yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Orang dan Benda Kejaksaan Tinggi Banten adalah jaksa yang menambahkan Pasal 27 dan Pasal 45 Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pada berkas perkara Prita.
Dengan dasar dua pasal tambahan yang memuat ancaman enam tahun penjara itulah, Jaksa Rahmawati kemudian mengajukan permohonan penahanan Prita ke Penjara Wanita Tangerang. Itulah mengapa Prita sempat mendekam di penjara selama tiga minggu.
Hasil eksaminasi yang dilakukan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) AH Ritonga atas kasus itu menyimpulkan, Jaksa Rahmawati tidak profesional saat menangani berkas perkara dari penyidik kepolisian.
Tak hanya Jaksa Rahmawati, tim Kejaksaan Agung juga memeriksa Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Suyono serta dua jaksa lainnya, yaitu Jaksa Penuntut Umum Riyadi dan Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tangerang, Irvan Jaya Azis pada Juni lalu. Mereka diperiksa terkait sejumlah pasal yang didakwakan kepada Prita.
• VIVAnews
==================
ecieci
13th December 2009, 12:38 AM
mana berkas perkaranya, tunjukin ke publik dunk kalo berani.
gw sebel bgt sama aparat2 yg menindas orang kecil macam gini.
zatria
14th December 2009, 08:05 AM
mana berkas perkaranya, tunjukin ke publik dunk kalo berani.
gw sebel bgt sama aparat2 yg menindas orang kecil macam gini.
bu Prita bukan orang kecil-kecil amat ...
buktinya dulu dia berani "bertransaksi" di RS Omni ...
kalo mau lihat yang beneran "kecil" ...
ya di Tarakan atau di Sumber waras ...
yang nungguin sampe ketiduran dan gelar tiker ...
karena ngga segera di layani ...
karena mereka pakai "kartu miskin" :(
sebenarnya yang dirasakan oleh publik adalah rasa ketidak adaan keadilan ...
ini adalah akumulasi dari uneg-uneg bertahun-tahun sedari dulu,
sampai ganti pemerintah berapa kali,
pelayanan kesehatan teteup kaya gitu ...
dan menemukan momentum nya oleh kasus Prita ...
mangka nya banyak anak SD bahkan TK yang juga turut menyumbang uang jajan koin nya ...
karena mungkin mereka sudah mulai merasakan jeleknya pelayanan kesehatan di negeri kita ...
mungkin anak-anak itu juga sudah mulai sadar ...
ketika di Puskesmas mereka antri ber jam-jam ...
sudah ketemu dokter dikemplang ongkos dokter yang mahal ...
plus nebus obat yang juga luar biasa mahal ...
karena walaupun generik ...
sekali tebus obat harus lengkap ...
sakit pilek dikasih anti biotik ...
demam dikasih anti biotik ...
plus segerendel obat lain yang ngga tahu fungsi nya apa ...
zatria
fixshine
14th December 2009, 08:11 AM
Adalah Jaksa Riyadi dan Rahmawati Utami yang melontarkan tuntutan dan dakwaan itu. Mereka bersikeras untuk memenjarakan Prita. Mereka bergeming di tengah derasnya dukungan masyarakat terhadap Prita. "Meski banyak dukungan masyarakat yang mengalir saya tidak terpengaruh gerakan masyarakat," kata Riyadi.
==================
ya jelas da pa2 nya di belakang ma omni, lagian emang kerjaannya nuntut mo ngapain lagi
ecieci
14th December 2009, 05:06 PM
wah, gw ga tau kalo keadaan sampe separah itu. kartu miskin itu apaan?
sebenarnya ga bagus kalo terus2an pake antibiotik. skrg yg lagi dipromosikan di europe tuh omnöpathie, obat2an natural yg ga pake antibiotik. krn kebanyakan antibiotik bikin virusnya mutan n akhirnya jadi ga mempan lg.
gw lg flu n obatnya omnöpathie ama jeruk nipis saja. lama sembuhnya seh tapi daripada virusnya mutan di badan gw ... hiiiy.
Pychill
14th December 2009, 05:10 PM
askes gakin = asuransi kesehatan utk keluarga miskin by pt. askes kan masih bermasalah sampe skrg
tagihan dr pt. askes yg blm dilunasin pemerintah lumayan banyak
blm lagi ga semua yg pake gakin itu sbnrnya berhak, bisa keluarganya pak rt, kenalan pak rt, atw nyogok pak rt
ecieci
14th December 2009, 08:29 PM
parah ya, padahal niatnya baik, asuransi buat orang miskin.
johanpoer
8th January 2010, 08:32 AM
Ikut nimbrung, ya.
Tersebutlah seorang teman yang harus rutin terapi karena kanker. Dia memilih terapi ke Penang, Malaysia. Ketika aku tanya ," Kok ga di Indonesia aja, emang RS di sini ga sanggup menangani?"
Ternyata jawabannya sungguh mengejutkan bagiku,katanya biaya di Penang lebih murah, padahal sudah memperhitungkan ongkos pesawat kesana plus akomodasi selama di sana.
Kok bisa ya??
etjiptn3
8th January 2010, 11:26 PM
yak, betul. Apalagi kalo orang tersebut pemegang paspor sumbar dan riau, bebas fiskal 2.5 juta itu (asumsi gak punya NPWP)......
At least yg aye tahu persis, tahun 2006, LASIK di mount elizabeth kena sekitar SGD 3500 (kira2 30 juta). Di sebuah rumah sakit di bilanagan jakarta selatan kena sekitar 20 juta. Tapi yg mount elizabeth 2 jam setelah operasi bisa langsung ng-orchard, blanja-blanji... yg di dalam negeri, mesti pulang ke rumah, bubu jelita, biar matanya gak kena iritasi udara kotor jakarta.
entah, teknologinya yang beda, ato kualitas udaranya yg beda.... :p :mtengsin:
ongkos sakit di indonesia emang mahal kok.....:mnyerah:
ecieci
9th January 2010, 04:20 AM
kenapa banyak orang indo yg berobat ke mount E? that's just another expensive private hospital. rumah sakit lain di sg banyak yg kualitas sama ato lebih bagus dari mount E n harga jauh di bawah mount E. contohnya NUH, raffles hospital (ini jg mahal seh tapi ga semahal mount E) n skrg alexandra hospital jg bagus. kalo mau lasik klinik2 khusus lasik lebih bagus menurut gw.
aditkus
9th January 2010, 06:00 PM
waktu ngeliat tret ini aku kira Omni samsung...ternyata masalhnya bu Prita, maklum ga baca dari awal
etjiptn3
10th January 2010, 12:58 AM
kenapa banyak orang indo yg berobat ke mount E? that's just another expensive private hospital. rumah sakit lain di sg banyak yg kualitas sama ato lebih bagus dari mount E n harga jauh di bawah mount E. contohnya NUH, raffles hospital (ini jg mahal seh tapi ga semahal mount E) n skrg alexandra hospital jg bagus. kalo mau lasik klinik2 khusus lasik lebih bagus menurut gw.
soalnya secara historis gunungnye si elisabet ini nyang paling terkenal.
ecieci
10th January 2010, 01:29 AM
mesti disebar ke orang2 kalo mt. E ini pemborosan besar2an.
dina kharisma
10th January 2010, 02:00 PM
yak, betul. Apalagi kalo orang tersebut pemegang paspor sumbar dan riau, bebas fiskal 2.5 juta itu (asumsi gak punya NPWP)......
At least yg aye tahu persis, tahun 2006, LASIK di mount elizabeth kena sekitar SGD 3500 (kira2 30 juta). Di sebuah rumah sakit di bilanagan jakarta selatan kena sekitar 20 juta. Tapi yg mount elizabeth 2 jam setelah operasi bisa langsung ng-orchard, blanja-blanji... yg di dalam negeri, mesti pulang ke rumah, bubu jelita, biar matanya gak kena iritasi udara kotor jakarta.
kenapa banyak orang indo yg berobat ke mount E? that's just another expensive private hospital. rumah sakit lain di sg banyak yg kualitas sama ato lebih bagus dari mount E n harga jauh di bawah mount E. contohnya NUH, raffles hospital (ini jg mahal seh tapi ga semahal mount E) n skrg alexandra hospital jg bagus. kalo mau lasik klinik2 khusus lasik lebih bagus menurut gw.
kata temen mala bagusan di SNEC (Singapore National Eye center)
sekitar 2k/ eye
perasaan lebi murah kalo di govt gini de bang, lebi murah juga
misalnya pasang brace katanya si lebi murah juga. private hospitals cost a bomb :)
ecieci
10th January 2010, 04:23 PM
betul, n ga selalu lebih bagus kualitasnya jg. mt. E itu kan milking from ignorant indonesian tourists.
unusual_suspect
11th January 2010, 10:05 AM
buat rs omni: "makan tuh pride.." hehehehe.
Ray Kelly
11th January 2010, 02:51 PM
Mengingatkan diri sendiri supaya tidak sombong........
Wesmant
12th January 2010, 06:50 AM
kok jadi pada ngomongin MtE?
ngomong2 setau aye yah, di SG mau ke rumah sakit swasta, tanpa subsidi at any level, tapi kalau ke RS pemerintah, ada yang bersubsidi dan ada yang tidak.
Yang bersubsidi emang murah, asal mau empet2an masuk kelas C (8 orang per kamar) atau B2 (6 orang per kamar) tanpa AC alias pake baling2 bambu aja. Kalau B2+ keatas udah pake AC, dan B2 subsidi lebih dikit, B1, hampir tidak bersubsidi, dan kelas A tanpa subsidi.
Siapa yang eligible dimana? Hanya Singaporean dan PR yang eligible di kelas high subsidi (baca B2 kebawah), sedangkan non S'porean atau Non-PR, at least harus masuk kelas B2+, which simply translates to sama aja biayanya sama RS swasta.
Considering orang dari Indo mau berobat, pastinya eligibile buat masuk kelas non-subsidi dong. Makanya orang2 dari Indo bejibunnya ke MtE+Glenagles (satu grup) atau Raffles. Udah pelayanan lebih asoy, karena banyakan dokter dan perawatnya pada belajar bahasa Indo, yang namanya masuk ke RS swasta ya dilayani kayak Raja dong (emangnya Omni? :P). Kalau servis RS pemerentah mah 11-12 aja ama RS pemerintah dimana2.
Glen-MtE mahal? ah, tidak juga, kalau dibanding lain2 yang sekelas. tidak juga bukan berarti tidak. emang lebih mahal di kadar ~5% dibanding RS lain. tapi, considering orang2 Indo bawa engkong2 ke RS, mending cari dr yang bisa bahasa Indo dong? Jadi, mungkin itulah sekelumit alasan kenapa orang Indo pada ke MtE.
Lanjut, soal harga dibanding Indo. Kalau penyakit tropis seperti demam berdarah dan teman2nya, gue yakin dr di Indo lebih jago daripada dr di SG. kalau mau ke dr disini, buat penyakit yang butuh rawatan high tech aja, semisal: bedah syaraf, ortopedi dan lain2 sejenis. itu gue yakin, kalau SG can provide better service. dan hanya 1-2 tempat di indo yang bisa nyaingin expertise orang2 sini untuk hal2 sedemikian.
Harga untuk yang begini? kalau untuk kelas berat, di Indo apa di SG, kagak jauh beda. pernah ada relative yang mau bedah syaraf, di Indo kena hampir 200jt, dari SG quotationnya 25 ribuan. dan di Indo cuma ada beberapa tempat yang punya expertise begitu, Siloam, Cipto, ama Carolus kalau gak salah. sama aja kan?
ok, mungkin demikian sekelumit tentang advance medical service di SG.
ecieci
12th January 2010, 09:31 PM
contoh aja, daku pernah bersihin gigi n cabut gigi belakang di mt.E kena 2500 dolar.
cabut giginya sebenarnya ga niat, cuma mau bersihin gigi aja, tapi dokternya maksa, katanya pertumbuhannya bakal ganggu gigi lain, dicabut aja mendingan. krn daku masi muda n polos ga bisa nolak :-(
etjiptn3
16th January 2010, 11:29 AM
kata temen mala bagusan di SNEC (Singapore National Eye center)
sekitar 2k/ eye
perasaan lebi murah kalo di govt gini de bang, lebi murah juga
misalnya pasang brace katanya si lebi murah juga. private hospitals cost a bomb :)
Yg di gunung mbak elisabet itu 3500 2 mata lho.
*baidewe, tetep sih gak jadi LASIK. takut booowwww......... meski dulu udah sempat email-email sama dokter yg mau menangani. Temen sebelah ruangan di kantor lama yang akhirnya jadi ke si dokter tsb yg ada di gunung mpok elisabet - diganti kantor lagi*
ecieci
16th January 2010, 05:31 PM
daku jg takut lasik. matanya diiris2 le. lagian sama aja ntar kalo tua mata yg minus akan balik normal sementara mata normal bakal jadi plus.
Powered by vBulletin® Version 4.2.0 Copyright © 2013 vBulletin Solutions, Inc. All rights reserved.