PDA

View Full Version : [cerbung] Maaf (Sebuah Cerminan Cinta Sepenuh Hati 2)



Yeyep Imoetz
15th October 2009, 11:16 AM
"Para penumpang yang terhormat, dalam beberapa menit lagi pesawat ini akan mendarat. Silakan duduk di kursi Anda masing-masing serta pasang sabuk pengaman Anda!" Sang pramugari memberikan informasi penerbangan melalui speakerphone di pesawat. Teddy memperbaiki sabuk pengamannya yang memang tidak pernah dia buka sejak duduk di pesawat ini. Pesawat yang membawanya pulang ke Kota Kayu. Pulang kepada Karen.

Karen, ada rasa bersalah terbersit di hati Teddy. Sejak kejadian malam itu, dia dan Karen tak pernah membicarakannya. Namun, Teddy tahu, Karen tidak akan pernah lupa.

Teddy teringat akan malam sebelum keberangkatannya ke Kota Buaya. Karen menjamu kepulangannya dari lembur di kantor dengan lingerie Fairy Princess lengkap dengan sayapnya. Lingerie cantik yang membuat tubuh putih dan mulus Karen makin memesona. Terbuat dari bahan kain putih yang lembut namun tembus pandang. Hanya ada ornamen dua bunga yang letaknya di puncak dada Karen. Menggemaskan.

Suami mana yang tidak bahagia ketika lelahnya mendera, dia pulang dan disambut istri dengan penuh gairah? Teddy tiba-tiba menjadi segar kembali. Karen berhasil mengembalikan gairahnya. Karen begitu cantik!.

Seperti biasa, Karen meraih tangan Teddy dan menciumnya. Namun, tak seperti biasa – Teddy mencium kening Karen – kali ini Teddy langsung meraih istrinya itu. Diciumnya bibir Karen. Yang dicium balas mencium. Makin lama makin dalam sehingga mereka berdua tidak ingat lagi dimana mereka. Teddy menggendong Karen menuju kamar mereka, gairah membuat Teddy hanya melihat Karen begitupun sebaliknya.

Dan tiba saat Teddy harus melakukan kewajiban sebagai suami terhadap Karen, wajah Karen langsung pucat. Teddy tahu, Karen pasti ketakutan sekarang.

"Karen, kamu mau punya anak?" Bisik Teddy lembut. Karen mengangguk cepat. Sisa rangsangan bertubi-tubi Teddy masih melekat di otaknya.

"Kalau gitu, tahan ya, Sayang!" Bimbing Teddy. Teddy pun membaringkan Karen. Dia melakukannya sepelan mungkin. Teddy tahu dia tidak bisa tergesa-gesa. Karen akan kesakitan bila dia tergesa-gesa. Dan semuanya akan berantakan. Percobaan enam bulan yang melelahkan.

Tiba-tiba Karen berteriak, "Aduuuhhh!!! Teddy, sakiiittt!!! Sakiiittt!"

"Tahan ya, Sayang! Tahan! Kamu pingin hamil, kan?" Teddy mencoba meredakan kepanikan Karen. Selalu begitu! batin Teddy. Namun, sekali lagi, setelah berulang kali, Karen menendang Teddy. Teddy termangu. Hilang sudah birahinya. Lemas sudah semuanya. Teddy merasa kesal sekali pada Karen. Selalu begini! Kata Teddy dalam hati.

"Salahku apa, sih? Kenapa kamu nolak aku terus, Ren?" Teddy sedikit membentak.

Karen terdiam, meringkuk di balik selimut, menutupi tubuhnya yang tak berbusana. Teddy melihat air mata Karen. Namun, entah kenapa kali ini dia tak tersentuh hatinya sedikitpun. Teddy merasa sudah jengah menghadapi semua ini.

"Aku gak nolak kamu, Ted. Aku kesakitan. Rasanya seperti sekarat." Jawab Karen tersedu,

"Ah, lebai! Mana ada orang bercinta sesakit itu?" Sahut Teddy kesal. "Ini sudah enam bulan, Ren! Aku malu ditanya terus sama teman-teman. Dianggap aku gak mampu bikin anak!"

Karen masih menangis. Teddy menarik selimut untuk dirinya dan tidur memunggungi Karen.

"Sudahlah! Gak usah nangis! Besok juga kamu pasti lupa!" Kata Teddy sebelum tidur.

"Aku gak akan lupa, Ted. Aku gak pernah lupa." Jawab Karen masih tersedu.

Karen benar. Teddy tahu siapa Karen. Teddy tahu Karen tidak akan pernah melupakan apapun yang berkaitan dengan masalah ini. Berapa kali mereka bercinta, dan gagal, berapa kali yang berhasil walau sedikit. Karen ingat semuanya. Termasuk rasa sakit membakar itu. Apa benar rasanya seperti orang sekarat?

Pesawat mulai bergoncang, pramugari menginformasikan bahwa pesawat melewati gugusan awan tebal. Rasanya seperti naik mobil di atas jalan makadam. Orang yang duduk di sebelah kanan dan kiri Teddy terbangun. Di kanan Teddy, di dekat jendela, duduk seorang gadis yang sepantaran adiknya yang masih kuliah semester tiga di ITS. Di kirinya, di dekat lorong, duduk bapak separuh baya yang sepertinya pernah menjadi mitra kerja perusahaan Teddy. Tapi Teddy tak ambil pusing dengan mengajak bapak ini mengobrol, Teddy tak ingat di mana dan kapan mereka bekerja sama. Lagipula, bapak ini tidur sepanjang perjalanan.

Pesawat masih bergoncang, Teddy teringat pada Karen. Sedang apa dia sekarang? Apakah dia menangis lagi setelah mengantarnya ke bandara? Rasa bersalah kembali mendera Teddy. Kalau sampai aku melihat mata Karen sembab saat menjemputku, akan kupeluk dan kucium dia saat itu juga! Aku gak peduli sama orang lain! Batin Teddy.

Saat pertama Teddy melihat Karen, dia langsung jatuh cinta kepada gadis itu, gadis yang aktif di organisasi kampus. Karen bukan gadis tercantik di kampusnya. Wajahnya rata-rata. Hanya saja, dia manis sekali. Senyumnya memesona Teddy. Dan setelah enam tahun berpacaran, mereka menikah. Sebelumnya Teddy mengira pernikahannya dengan Karen baik-baik saja, seperti layaknya kawan-kawannya yang lain. Sebulan setelah pernikahan, Karen akan hamil, dan melahirkan sembilan bulan kemudian. Apa salah dia sampai ini terjadi padanya dan Karen?

Pesawat terbang rendah, sebentar lagi mendarat. Wajah Karen terbayang oleh Teddy. Baru dua hari dirinya meninggalkan Karen, tapi rindunya tak tertahankan. Teddy menyadari, bagaimanapun keadaan Karen, dia mencintai istrinya. Dia mencintai Karen sehingga tak mungkin rasanya dia mengikuti kata-kata Karen untuk menikah lagi saat dirinya mengeluh akan ketidakmampuan Karen di atas ranjang.

"Mau sampai kapan kita seperti ini, Ren? Aku ingin merasakan yang suami lain rasakan. Dari sejak menikah sampai sekarang, aku tidak tahu bagaimana rasanya bercinta itu!"

Seperti biasa, Karen mulai menangis, sedih akan ucapan Teddy.

"Bukan maksudku, Ted. Aku juga ingin ngerasain yang kayak di tivi-tivi tuh. Perempuannya rasanya nikmatin banget! Aku pengen kayak gitu juga! Tapi gimana lagi? Sakitnya aku gak tahan, Ted!

"Gini aja lah, kalau kamu memang pingin banget ngerasain apa yang suami lain rasain, menikah sajalah lagi! Aku sadar aku yang gak bisa membahagiakan kamu. Aku ijinkan kamu menikah!" Karen berkata menggebu-gebu, dirinya lelah didera rasa bersalahnya.

"Dan kalau kamu merasa gak mampu punya dua istri, aku rela mengalah. Aku rela kamu ceraikan supaya kamu ngedapetin kebahagiaan yang kamu inginkan." Karen mengakhiri kata-katanya dengan masih menangis.

Teddy terdiam. Percakapan mereka tidak berakhir. Seperti biasa, mereka menganggap tidak ada apa-apa lagi. Selesai. Mereka pun melanjutkan hari seperti biasa. Malamnya bercinta seperti biasa, dan gagal seperti biasa.

Pesawat yang harusnya sudah mendarat tiba-tiba terbang kembali. Sang pilot tidak dapat menemukan celah di antara tebalnya awan agak pesawat mendarat dengan baik. Gadis di sebelah kanan Teddy gemetar, memegang rosarionya dan berdoa. Bapak sebelah kiri Teddy berkomat-kamit mengucapkan Doa Nabi Yunus. Semua penumpang panik.

Teddy malah teringat Karen. Akankah dia hidup untuk meminta maaf pada kekasihnya itu? Karen, maafkan aku.

Setelah beberapa kali berputar di udara, dan membuat semua penumpang panik, pesawat itu akhirnya mendarat. Teddy segera keluar di saat-saat pertama ia bisa keluar. Dicarinya Karen, ia merindukan Karen.

Wajah yang dirindukannya itu akhirnya muncul di sela-sela kerumunan penjemput. Teddy segera menghampiri Karen. Senyum Karen, senyum yang membuat Teddy nyaris menangis karena bersalah. Karen meraih tangan Teddy dan menciumnya. Teddy meraih Karen dan memeluknya, Erat.

"Maafkan aku, Sayang! Maafkan aku! Tahukah kamu betapa aku merindukanmu?" Seru Teddy memeluk erat Karen.

Karen hanya terdiam, sedikit tersenyum. Sebelum Teddy meminta maaf, Karen sudah memafkannya. Bagaimana tidak? Karen mencintai suaminya, bagaimana bisa karen tidak memaafkan Teddy.

Karen menyerahkan kunci mobil pada Teddy, Teddy meraihnya dan menggandeng tangan Karen untuk pulang. Ada janji di hati Teddy, dia akan menemani Karen sampai kapanpun. Dia akan sabar terhadap apa yang Karen hadapi. Dia tidak akan mengecewakan Karen lagi.

GQ
15th October 2009, 11:18 AM
hmm .. :mmikir:

Yeyep Imoetz
15th October 2009, 11:22 AM
komentarnya jangan cuma hmm doank donk.. :msokimut:

nad3418
15th October 2009, 11:39 AM
Hm ... ada yg janggal.

violace
15th October 2009, 11:49 AM
Hmm.. :mmikir:

zatria
15th October 2009, 12:01 PM
woi ...
tahu cerita hidup saya dari mana ?
cuma beda tidak banyak sama yang saya alami ...
tapi bukan bagian yang "sakit" itu ...
melainkan bagian kerinduan untuk memiliki anak ...

by the way,
menurut pendapat saya yang lumayan banyak membaca cerpen dll. (tapi ngga bisa buat ;D)
cerpen ini tidak menggigit ...
jalan cerita kurang enak dibaca ...
demikian ...


zatria

Yeyep Imoetz
15th October 2009, 12:03 PM
apa..apa yang janggal... ayo kasih tau yeyep biar cerpen selanjutnya bisa makin bagus.. :p

violace
15th October 2009, 12:27 PM
Mungkin bener kata b sigit d cerpen sbelum nya dek. Perbanyak metafora nya. Liat tulisan b nade, critanya simple, tapi bahasanya n penyampaian nya menarik.. Coba bandingin cara yep nyampein teddy lg d pesawat pulang, dg cara b nade gambarin enade jalan k arah sungai amstel..
Misalnya d kalimat yg ngegambarin pesawat terbang rendah dan mau mendarat. B nade mungkin bs nulis 1paragraf buat 1kalimat yep itu.. (maaf bgt, tp pengen blg kalo b sigit pasti bs nulisnya dalam 3 paragraf..hehe..).
Tlalu cepat yep, cuma kalimat2 berita, bukan cerita..
Mungkiiin yaaaa... *sok tau mode*

Yeyep Imoetz
15th October 2009, 02:56 PM
oh.. oke.. masukan yang berarti banget kak... nih kan cerpen2 pertama yeyep yang menggambarkan keadaan sekitar.. :p

Ayo maju Yeyep!!! :)

nad3418
15th October 2009, 03:56 PM
Yup,

Aku sependapat dengan Cece. Dan yang ditulis di bagian kedua ini lebih janggal karena memang lebih sulit: Yeyep seorang wanita dan mencoba mendeskripsikan perasaan Teddy yang laki-laki dan suami. It's not trivial.

Aku merasa ada beberapa yang janggal, salah satu yang paling terasa adalah dibagian:

"Gini aja lah, kalau kamu memang pingin banget ngerasain apa yang suami lain rasain, menikah sajalah lagi! Aku sadar aku yang gak bisa membahagiakan kamu. Aku ijinkan kamu menikah!" Karen berkata menggebu-gebu, dirinya lelah didera rasa bersalahnya.

"Dan kalau kamu merasa gak mampu punya dua istri, aku rela mengalah. Aku rela kamu ceraikan supaya kamu ngedapetin kebahagiaan yang kamu inginkan." Karen mengakhiri kata-katanya dengan masih menangis.

Teddy terdiam. Percakapan mereka tidak berakhir. Seperti biasa, mereka menganggap tidak ada apa-apa lagi. Selesai. Mereka pun melanjutkan hari seperti biasa. Malamnya bercinta seperti biasa, dan gagal seperti biasa.

Yeyep Imoetz
15th October 2009, 04:38 PM
iya, ternyata bikin cerpen yang tokohnya laki-laki, susah banget.. :p

Wesmant
15th October 2009, 05:01 PM
:mlewat::mlewat::mlewat:

bani
15th October 2009, 05:11 PM
tergantung siapa tokohnya sih kak....mungkin kk salah milih tokoh....
:mbisik::mlewat:

Wesmant
15th October 2009, 06:13 PM
tergantung siapa tokohnya sih kak....mungkin kk salah milih tokoh....
:mbisik::mlewat:
semuga bukan salah menggambarkan tokohnya ;)

lanymm
15th October 2009, 07:36 PM
iya, ternyata bikin cerpen yang tokohnya laki-laki, susah banget.. :p

:mpanas: makanya mau komen *pedes* : mana ada cowo kek gitu?? cowo gitu lohh!! bulshit banget bisa sesabar itu,, 6 bulan lho..
berarti kan sang suami maen solo

tapi,, kalo emang ada cowo kek gini, haha,, :msembah:
keren yep,, hampir nangis bacanya...

nad3418
15th October 2009, 07:56 PM
:mpanas: makanya mau komen *pedes* : mana ada cowo kek gitu?? cowo gitu lohh!! bulshit banget bisa sesabar itu,, 6 bulan lho..
berarti kan sang suami maen solo

tapi,, kalo emang ada cowo kek gini, haha,, :msembah:
keren yep,, hampir nangis bacanya...

Tidak semua laki-laki seperti itu Lan ... :mbisik:

Sepertinya ada tipe setia juga. Dan kalau dia tipe setia, dia akan marah, sangat marah (atau sebaliknya sangat sedih) mendengar komentar Karen untuk menikah lagi. Itu baru 6 bulan.

Sepertinya untuk tema yang mirip, Yeyep perlu baca novel "test pack" karangan Ninit Yunita sebagai pembanding.

Benny_BA
15th October 2009, 09:16 PM
KDRT

Kekerasan Dalam Rxxxs Txxxd

hihhihiihi....

tapi saya membayangkan itu adalah saya... kasudnya... justru si istri yang marah2 kok dah 6 bulan "persamaan kalkulus tingkat tiga" nya gak tembus2...

jadi takut...:(

fixshine
15th October 2009, 09:40 PM
tips nya, beginilah klo mo nulis perasaan co explore bagian fisik ce, sebaliknya klo mo nulis perasaan ce explore bagian emosional ce, kubantu yak contohnya

"...
Saat pertama Teddy melihat Karen, dia langsung jatuh cinta kepada gadis itu, gadis yang aktif di organisasi kampus.


Teddy menemukan Karen di sebuah bangku panjang rerindangan pohon - pohon asri di kampusnya. Entah mengapa ia ingin memperhatikan gadis itu, kata orang jangan pandangi gadis yang menunduk lama-lama, dan benar juga ... gadis itu mendongakkan muka parasnya bagi Teddy, kedua tatap mata itu beradu dalam momen yang tak pernah diduga keduanya. Itulah awal cerita mereka

Karen bukan gadis tercantik di kampusnya. Wajahnya rata-rata. Hanya saja, dia manis sekali. Senyumnya memesona Teddy.


Karen cantik ? siapa yang meragukan ? bahkan dalam obrolan sesama cowok Teddy sering jadi bahan ledekan pertanyaan, bagaimana hangatnya pelukan Karen, ciumannya, dan ukuran-ukuran lainnya. Apa jawabanya Teddy ... ukuran bukan segalanya, namun karakter itu harus. Karen memang ditempa secara alamiah oleh kegiatan-kegiatan organisasi kampus. Kecekatannya membuat proposal, kreatifitas membuat acara-acara yang menarik, kepopulerannya menjadi MC di panggung-panggung pagelaran kampus, woww ... dialah bintang yang bersinar. Dari segala kelelahan akan kesibukan kampus, Karen bukanlah cewek yang cuek, penampilan tak pernah ia lupakan, apalagi jika Teddy hadir, jika Karen kabur ke toilet itu artinya dia sedang membetulkan make up, jika tampak tidak pe-de bukan karena dia grogi demam panggung, tapi dia menantikan kedipan mata Teddy dari ujung sana dan itu artinya ".. semangat sayang, kamu yang tercantik malam ini "

fixshine
15th October 2009, 09:49 PM
banyak2 baca aja biar tekniknya nambah hehe ... ato ya perhatiin kejadian sehari2 dibuat heboh sendiri ceritanya, tapi pujiannya kalimat2 langsung sdh lancar ngalir walo masih standar sie

Wesmant
15th October 2009, 09:58 PM
:mpanas: makanya mau komen *pedes* : mana ada cowo kek gitu?? cowo gitu lohh!! bulshit banget bisa sesabar itu,, 6 bulan lho..
berarti kan sang suami maen solo

tapi,, kalo emang ada cowo kek gini, haha,, :msembah:
keren yep,, hampir nangis bacanya...

Lany pengalaman banget sepertinya ;)

violace
15th October 2009, 10:02 PM
Haha.. Tuh kan yep.. B sigit bisa ubah satu kalimat jadi separagraf..
@b sigit: Ak br tau ttg teori cowo-fisik, cewe-perasaan. Jadi slama ini tulisan ak yg pake tokoh utama cowo, penggambaran nya ga bgt dunk??

nad3418
15th October 2009, 10:46 PM
Haha.. Tuh kan yep.. B sigit bisa ubah satu kalimat jadi separagraf..
@b sigit: Ak br tau ttg teori cowo-fisik, cewe-perasaan. Jadi slama ini tulisan ak yg pake tokoh utama cowo, penggambaran nya ga bgt dunk??

Ndak.

Itu teorinya Sigit ajah. Sigit gampang menggambarkan tentang Teddy karena dia Cowok. Aku sendiri lebih berpegang pada pendapat bahwa cewek mudah bercerita dengan sudut pandang cewek dan sebaliknya.

:mlewat::mlewat::mlewat::mlewat:

fixshine
15th October 2009, 11:26 PM
silakan di nikmati cerpenku lebih ke panjang sie :) di
http://fixshine.wordpress.com/2008/08/08/kay-mataharimu-sudah-kembali-1/

disitu sisi cowok (Angkasa) dan sisi cewek (Kay) ditulis menurut teoriku

fixshine
15th October 2009, 11:36 PM
Haha.. Tuh kan yep.. B sigit bisa ubah satu kalimat jadi separagraf..
@b sigit: Ak br tau ttg teori cowo-fisik, cewe-perasaan. Jadi slama ini tulisan ak yg pake tokoh utama cowo, penggambaran nya ga bgt dunk??

banci kalie wekekekew ... ga gitu lha ce, itu kan teori dasar
dan kalau ekstrim mempertemukan co vs ce dalam percintaan biar keliatan bedanya, see cerpenna yeyep or cerpenku yg linknya kukasih

tp scr advance jk memang ingin ditampilkan cewek yg macho, ato sebaliknya co yg lagi ingin mencurahkan perasaan ya beda kasus

Yeyep Imoetz
16th October 2009, 09:48 AM
wah.. makasih banget.. kritikan dan sarannya berarti banget :)
Cowok-fisik ya? itulah bang, saya suka susah banget mengexplore fisik perempuan, secara saya sendiri perempuan :p

Tapi tar, seiring berjalannya waktu, saya coba menulis cerpern dengan tokoh laki-laki yang berjiwa laki-laki..

dipikir-pikir.. iya juga ya.. karakter Teddy terlalu sabar :p

Wesmant
16th October 2009, 10:52 AM
wah.. makasih banget.. kritikan dan sarannya berarti banget :)
Cowok-fisik ya? itulah bang, saya suka susah banget mengexplore fisik perempuan, secara saya sendiri perempuan :p

Tapi tar, seiring berjalannya waktu, saya coba menulis cerpern dengan tokoh laki-laki yang berjiwa laki-laki..

dipikir-pikir.. iya juga ya.. karakter Teddy terlalu sabar :p

mungkin ada yang berminat untuk explose gaya lain, semisal, cewe yang sangat mementingkan fisik, atau cowok yang terlalu melow?



#Teddy emang terlalu baek ;)

fixshine
16th October 2009, 10:51 PM
lebih tepatnya sie Teddy malah terlalu standard, sekedar saran juga
menulis itu juga tergantung tujuannya klo cuman untuk pelepasan ya ga ada tulisan jelek ato bagus. tapi klo untuk membuat kesan bagi pembaca ya kenalilah apa maunya pembaca, termasuk intrik2 yg mereka maui, maka disini detil konflik itu penting

@yeyep : semangat2 menulis itu sangat2 positif, krn kamu ga akan bisa menulis bagus sebelum memahami benar bagaimana seorang tokoh secara detil memaninkan peranannya. dan itu berarti juga kamu harus explore bahan dasarnya. contoh soal penyakit Karen ya analisis dokternya bisa dimasukin, terus adegan suami istri, biar tahu detilnya ya musti pernah lihat adegan mesranya, bisa pengalaman pribadi, lewat film, atau teknik2 penulisan2 dari bacaan serupa ( bukan ngajari porno lho ) tp teknik pengemasan dalam sastra itulah seninya

pelajarannya yeyep bakal bisa lebih belajar mendengar dan memperhatikan segala sesuatu dan bukan sebaliknya ngejudge segala sesuatu menurut pemikirannya sendiri

Yeyep Imoetz
17th October 2009, 07:40 AM
iya bener bang... yep coba deh untuk cerpen selanjutnya :p
Makasih banyak bang..

Benny_BA
17th October 2009, 08:32 AM
iya bener bang... yep coba deh untuk cerpen selanjutnya :p
Makasih banyak bang..

Ditunggu yah kak!

:)

ecieci
4th February 2010, 04:27 AM
eh daku baru baca cerpen ini. hebat sekali ny. yeyep, bikin cerita tentang hubungan suami istri. 4-4nya jempolku untuk idenya :-D
jadinya ini sudah tamat ato masi nyambung?

dina kharisma
4th February 2010, 07:23 AM
eh kok ada angka 2 nya?
nomer 1 nya dmana kak?

Yeyep Imoetz
23rd June 2010, 05:45 PM
eh daku baru baca cerpen ini. hebat sekali ny. yeyep, bikin cerita tentang hubungan suami istri. 4-4nya jempolku untuk idenya :-D
jadinya ini sudah tamat ato masi nyambung?

tamat kak... cerpen ini membuatku mengerahkan semua imajinasiku (dan rasa malu :D) tentang hubungan suami istri... ya ampun, ternyata susah loh bikin cerita tentang hubungan suami istri di atas ranjang, tapi yang gak porno... aku malu pas nulisnya hehehe...

pas baca lagi, aku mikir, "ya ampun, aku nulis adegan ranjang yak?" keringet dinginku ngalir lagi, seperti pas aku nulis cerpen ini... wakakaka... *it means aku belum jadi ahli... n mesti berguru ke Bang Nade lagi* :D

ntah apa aku mo bikin cerita kayak gini lagi ya? ntah apa aku berani apa nggak :mpanas:

---------- Post added at 05:45 PM ---------- Previous post was at 05:45 PM ----------


eh kok ada angka 2 nya?
nomer 1 nya dmana kak?

yang pertama judulnya "apapun untukmu"

nad3418
23rd June 2010, 08:42 PM
tamat kak... cerpen ini membuatku mengerahkan semua imajinasiku (dan rasa malu :D) tentang hubungan suami istri... ya ampun, ternyata susah loh bikin cerita tentang hubungan suami istri di atas ranjang, tapi yang gak porno... aku malu pas nulisnya hehehe...

pas baca lagi, aku mikir, "ya ampun, aku nulis adegan ranjang yak?" keringet dinginku ngalir lagi, seperti pas aku nulis cerpen ini... wakakaka... *it means aku belum jadi ahli... n mesti berguru ke Bang Nade lagi* :D

ntah apa aku mo bikin cerita kayak gini lagi ya? ntah apa aku berani apa nggak :mpanas:

---------- Post added at 05:45 PM ---------- Previous post was at 05:45 PM ----------



yang pertama judulnya "apapun untukmu"

Berguru? Masih perlukah? :p

ecieci
23rd June 2010, 09:33 PM
tamat kak... cerpen ini membuatku mengerahkan semua imajinasiku (dan rasa malu :D) tentang hubungan suami istri... ya ampun, ternyata susah loh bikin cerita tentang hubungan suami istri di atas ranjang, tapi yang gak porno... aku malu pas nulisnya hehehe...

daku bacanya aja malu, boro2 disuruh nulis :D

Yeyep Imoetz
24th June 2010, 12:41 PM
Berguru? Masih perlukah? :p

masih, bang... aku muji banget cara bang nade nyampein adegan ranjang yang romantis tapi tidak erotis.. soalnya aku gak suka gaya novel dewasa yang bumbu ranjangnya cenderung erotis ketimbang romantis...

aku masih malu2 nulisnya...

apa kiat2nya supaya gak pake keringet dingin bang? :D