PDA

View Full Version : Telemarketing Yang Menjengkelkan



etjiptn3
22nd August 2009, 08:03 PM
Mungkin ada rekan-rekan ikastarans yg mengalami hal seperti ini? Ditelpon berkali-kali untuk ditawari kartu kredit atau produk lainnya?

Saya sering sekali seperti itu. Hampir setiap hari. Karena saya konsisten ketus dan mematikan telpon dengan cepat, pernah ada masa sekitar 2 bulan dimana HP bebas dari telpon semacam itu. Tapi sudah 2 minggu terakhir berulang lagi. Tentunya, saya tetap pakai strategi yang sama, ketus dan cepat menutup. Apalagi di lokasi saya berada, terkadang tidak memungkinkan melihat caller ID, karena yang muncul "unknown", jadi mau gak mau, panggilan telpon itu dijawab karena ditakutkan itu benar-benar telepon yang urgent, penting, apalagi dari keluarga dan teman.

Cara/dialog yang biasa saya lakukan adalah sbb:

Customer Service (CS) kartu kredit: Selamat pagi/siang/sore, bisa bicara dengan bapak ETJ (dia menyebutkan nama saya lengkap, plus kesulitan sang CS dalam mengeja/spell out nama akhir/keluarga saya).
ETJ: (dengan cepat tanpa menunggu si CS sampai bisa mengeja dengan benar nama TJ saya) Darimana?
CS: Begini pak, bapak terpilih sebagai......
ETJ: ( langsung motong ), dari bank apa, mau apa? Cepat, cepat, saya sedang sibuk....
CS: ( rada bingung ) begini, kami menawarkan kartu kredit.....
ETJ: (langsung memotong) tidak tertarik. Klik. Tutup telpon.....

Saya pernah dengar selentingan bahwa sang CS merekam pembicaraan ini dan inilah dasar kita dikirimi kartu kredit plus tagihan annual fee tentunya. Dan yang saya dengar adalah, proses perekaman ini berusaha mendapatkan suara kita yang bilang "iya", "ya", dan sejenisnya. Oleh karena selentingan itulah saya selalu berusaha konsisten dengan dialog di atas supaya tidak ada kata-kata "iya"/"ya" dan cepat menutup telpon (lagian sapa yg mo bayarin roaming aye punya kalo kelamaan?:mbom:).

Bagi yang berkecimpung di dunia telemarketing, betulkah selentingan di atas?

Bagi saya, yang lebih mengkhawatirkan adalah bagaimana bisa data kita (nomor telpon, nama, entah apalagi data kita yang lain) bisa beredar dari satu CS ke CS lain dan digunakan oleh bank yang berbeda-beda pula? Saya masih bisa memaklumi kalau data ini digunakan secara konsisten oleh bank yang sama. Tapi dalam hal ini sama sekali tidak seperti itu.


Salah satu contoh dari keluhan di Surat Pembaca Kompas online (http://www.kompas.com/suratpembaca/read/9556) atau (http://www.kompas.com/suratpembaca/read/9564)

========================
Marketing Kartu Kredit Perbankan
Terganggu dengan Perilaku Marketing Kartu Kredit Perbankan
Jumat, 21 Agustus 2009 | 10:43 WIB

Sudah beberapa lama ini saya selalu ditelpon oleh pihak perbankan setiap hari untuk ditawarkan kartu kredit, pihak bank yang menelpon pun bermacam-macam.

Dalam satu hari saya bisa menerima panggilan telpon sampai 3 kali dari pihak yang berbeda-beda. Walaupun sudah saya tolak, keesokannya atau seterusnya masih saya pihak bank yang pernah menelpon saya menawari kembali. Terus terang saya merasa terganggu sekali dengan perilaku pihak Marketing Banking untuk menawarkan kartu kredit. Yang saya heran seharusnya data nasabah itu kan rahasia kenapa bisa sampai tersebar kemana-mana?

Seharusnya instansi keuangan Indonesia memegang komitmennya sebagai lembaga profesional untuk tidak membocorkan data nasabahnya dan juga sebaiknya instansi keuangan pemerintah mengeluarkan peraturan seperti dimana 1 orang hanya boleh memiliki kartu kredit maksimal dari 2 lembaga perbankan yang berbeda, sehingga tidak terjadi perlombaan menarik-narik nasabah dengan cara yang sangat mengganggu.

========================

amelia
22nd August 2009, 09:14 PM
gw juga lagi dikejer2 agen HSBC yg nelpun2 ke nomer hp gw... ngakunya dapet data dari tempat fitness langganan gw... lah kok bisa2nya...:mpanas:

pake nelpun ke kantor, pas gw yg angkat telpon gw ga ngaku itu gw, ngakunya sekretaris gitu.. ehh berani2nya dia nanyain no hp gw yg laen untuk dihubungi...
tentunya gak tak kasih...:msokimut:

saran tepat seperti yg di atas : langsung bilang ga tertarik at the first place dan tutup teleponnya... jangan ditanggepi ato kasih2 alesan lain such as lagi sibuk, ga ngerti program yg dia tawarkan, udah punya kartu kredit bank lain dll... soalnya dia pasti punya jawaban tangkas trengginas buat merayu dan telepon gangguan itu akan makin berlarut2...

kartu kredit yg pertamaxxxx cukup sih...:msokimut:

etjiptn3
22nd August 2009, 09:59 PM
he eh... berarti tidak ada etika sama sekali dalam berbisnis ya? semua cara dihalalkan, termasuk membocorkan informasi yang seharusnya menjadi suatu kerahasiaan?

Hmmmm... busuk sekali berarti cara mereka menyebar-nyebarkan data tanpa persetujuan sang pemilik data... emang perlu :mbom::mbom::mbom::mbom::mbom::mtimpuk::mtimpuk: :mtimpuk: :mtimpuk: :mbom:

Makin bertambah alasan aja untuk semakin ketus.....

* pernah ada teman yang bilang gini ke saya "jangan begitulah, kan mereka juga cari makan". Yah, kalo cari makan sih, orang berprofesi jadi pencuri/perampok bank juga sama. Koruptor pun begitu. Tapi apakah alasan "cari makan" bisa dibuat sebagai pembenaran? Menurut aye mah kagak. *

etjiptn3
22nd August 2009, 10:02 PM
pake nelpun ke kantor, pas gw yg angkat telpon gw ga ngaku itu gw, ngakunya sekretaris gitu.. ehh berani2nya dia nanyain no hp gw yg laen untuk dihubungi...
tentunya gak tak kasih...:msokimut:
Kasih aja nomor hape ngarang Mel... biar pusing sekalian itu orang-orang...:mpanas::mpanas:

fixshine
23rd August 2009, 04:41 AM
Threadnya kupindah yak ke forum yg pas

walaupun bukan dr dunia produk perbankan. coba berkomentar ya bang
silakan merefer di thread ini : http://ikastara.org/forum/showthread.php?t=1299
dimana dunia bisnis juga menggunakan layanan telpon senjata "senjata service dan sales"

kalau point2 dari saya :
1. kalau hape anda diketahui pihak lain truss ditawarkan produk, ya itu se"gondok" apapun adalah realita bahwa memang data base diperjualbelikan, pertanyaannya apakah ketika anda pernah memberikan no hape/telpon ada klausa tidak memberikan data pelanggan tersebut ke pihak ketiga ?

2. cara ketus yang disampaikan di atas, ya meskipun ada ngaruhnya tapi jangan salah setiap sales force sudah disiapkan dengan motivasi dan handbook meng-handle negatif customer. Jadi sekali no hape/no telp anda masuk dalam database list prospek tidak akan dilepas, Menyebalkan ? ya dari sisi yang ditelpon. Tapi big chalenge buat si sales person yang akan terus dcari cara spy anda menjawab ya dan mau membeli produk company

3. Telepon/hape telah menjadi jalur penawaran bisnis potensial, seperti halnya :
a. offering door to door
b. advertising via media TV, radio, media cetak, atau semacam spanduk, pamflet, brosur yang disebar/ditempel
c. sponsorhip kegiatan acara/pagelaran seni
d. sms iklan yg skr jg marak

4. recording cst ya jelas ada, bahkan mungkin history penolakan anda pun ada. Karena seakan-akan dunia marketing itu bilang tidak pernah ada negatif cst, yang ada seberapa kuat anda menggedornya. Menyebalkan ? ya mungkin bagi si penerima telpon. Tapi bagi sales force itu berarti tantangan kreatifitas memoles produk2 yang ditawarkan. Maka di dunia sales, secara umum ada 3 jenis cst :
a. new cst => customer baru, yang belum mengenal produk company
b. prospek upselling => cst yang mempunyai prospek, ditawarkan terus variasi produk company agar ARPU ( average revenue per unit ) naek, cirinya pada script penawaran," terima kasih telah menikmati produk kami, kami tawarkan produk lain .. bla bla ..."
c. vip cst => kakap neh, ...cst yg punya relasi ma bos, biasanya malah dikasih free, dan yg balik nguber2 company spy ngasih service perfect

5. Kalau anda sebal, percayalah setiap sales person tidak mau juga ko, nelponin negatif cst. Tapi ya inilah bisnis, klo semua orang menolak terus menyerah ... bisnis ndak akan jalan. dan prinsip pareto biasanya jadi pegangan. selalu ada plan dan target keberhasilan dalam sekian banyak list kombinasi positif-negatif cst

6. saran saya karena ini realita, ganti saja nomor telepon anda atau "maaf salah sambung"
kalau nomor hape private ya jangan pernah berikan ke siapapun, lagian kan sekarang lazim punya 2-3 nomor simcard hehehe ...

nekotisme
23rd August 2009, 08:19 AM
kejadian yg sama menghantui sya 2 minggu ini....skrg sya kerjainnya kalo lg gak meeting,hp di loudspeaker,jawab 'hmm','apa','gmana',dsb....gak cpk ya ngomong 6 mnt gak diwaro....:p
cma kalo lg ketus,ya kya b etjip,tanya mau apa,bilang gak tertarik,tanya tau no hp dr siapa....
iseng laen kalo yg nawarin personal loan,lgsg sya tanggepin....'kalo bunganya 0% sya ambil 500jt skrg'...bwahahaha!paling dia sndiri yg keheul pgn cpt2 nutup tlp...

fixshine
23rd August 2009, 12:46 PM
ya itulah mereka sdh terlatih dng training tertentu mengenai macam2 penolakan, dan itu setiap hari mereka hadapi kebal dahh ... so ga usah ketus and be-te, no hape/telepon bukan lagi ranah private ko dalam dunia bisnis dan bukankah no telepon anda ada di yellow pages ?

jadi inget kmr g jalan2 di mall, ada trik lucu si sales person
- kasih browsur ( lgs gue tolak ini mah )

- ga menyerah, malah dibilang skr lg promo ada hadiah gratisan tp suruh duduk dulu ngisi data

- gue ikutin dunk pengin tau, tp jng harap punya hape-ku kasih ja ngasal

- abis itu suruh pilih 3 kartu, kartu pertama "anda blm beruntung', baguslah. eh die kagak menyerah ... suruh ngambil lagi ( gue curiga undian ko suruh ngambil lagi ) wal hasil ada tulisa anda mendapat kompor gas !! wakaka untung anak kosan ga butuh lah yaw

- abis itu die bilang, wah selamat pak, boleh duduk lagi ? mau cek data dulu, sepertinya kmr bapak pernah membeli produk dll .... ( dah abis kesabaran gue ngawur dan ngasalanya keterlaluan ) gue bilang engga usah, eh masih juga berani ngomong sayang lho pak kompor gas gratis ini, yakin ga diambil ? walaupun salut jg usaha penawaran sambil tipu2 begini, pakai team lempar sana-sini .....

- ya akhirnya gue balikin, berbalik ga nengok2 lagi

kesimpulan gue, ilmu memanipulasi orang itu memang ada tapi tergantung orang yg dimanipulasi mau apa ga. klo anda bersikap ketus, ya berarti termasuk "berhasil" dimanipulasi => terpancing emosi. maka anehnya anda akan terus ditelponin, akan terus "disiksa" dng cara begitu, bukankah tidak enak bersikap 'ketus' terus menerus ? cape lho. Tanya temen2 ce yang terus ditelpon or di sms rayuan oleh orang yg ga disukainya pasti mereka akan merasa tersiksa, jadi semakin ketus, akan semakin dikerjai, krn mereka juga seakan2 balas dendam dengan cara begitu, toh mereka kebal dengan tanggapan ketus, udah gitu nelpon gratis lagi wekeekekekew. dan bukankah banyak cerita bny ce cakep didapetin pejuang tangguh yg bahkan tampangnya naudzubillah bahkan awalnya dibenci setengah mati. so beware, kaum hawa anda target empuk serangan psikologis para pejuang tangguh spt ini

cara yg paling bagus ya :
- ganti no telpon

- jangan angkat no telpon tak dikenal

- no hp pribadi jng pernah diberikan selain orang dekat, klo mo dikasih kasih aja no lain entah no berapa, or bilang aja 'salah sambung'

- klo terlanjur angkat telpon, akhiri dengan nada biasa "trims saya tidak tertarik" dan segera tutup telpon. krn membiarkan dia bicara memberikan ruang untuk si sales memanipulasi

- klo ditelpon lagi, 'mana manager anda saya mau bicara ?' setelah itu bilang nomor hape anda di release dr list prospek, ancem aja tulis ke media bahwa ada perampokan data pribadi, jurus itu adalah serangan buat sales person untuk mengintimidasi balik, apapun si sales ngomong ulang2 saja kalimat itu 'mana manager anda saya mau bicara ?'

nekotisme
23rd August 2009, 01:35 PM
saya akuin bahwa mereka itu 'kebal' nya luar biasa seperti yang b sigit sampaikan......
pernah saking keheul nya, ta'umpat umpat pake bahasa paling kasar pun tetep tahan banting.....

intinya,bisnis memang 'kejam'.....:mlewat:

nah ada satu pertanyaan, saya apal banget nomer nomer yang hub ke hp saya, kalo depan nya 300XXXXX, sudah barang tentu M*nd*ri Card Center....52XXXXXX bisa M*nd*ri ato C*ti.....yang paling sering ya kedua bank itu yang nyasar......sudah ditolak berkali kali, sudah dibilang gak tertarik, teteup aja ada yang telp min 2 minggu sekali.Emang gak ada klausul kalo seseorang sudah tidak tertarik,ya jangan dihubungi lagi...toh nanti kalo kita tertarik,kita bisa hubungi mereka kok....Yah walaupun ada excuse hmmm namanya juga usaha....:mtimpuk:

papabonbon
23rd August 2009, 03:56 PM
gue yg sebel, dulu pernah apply kartu kredit citibank di jogja, dari salah satu alumni.
dan sekarang ini tiap hari ada sales kartu kredit bank lain dari jogja yg nawarin,
selain itu ada loan, dan macam macam lagi.

udah dibilang ane di ambon, bukan di jogja, masih di teleponin juga :D hahaha

fixshine
23rd August 2009, 04:30 PM
he he ...
memang sales force doktrinnya begitu ko, krn database phone itu aset dan sehari die bisa call 100an prospek. harapannya di thread ini ga cmn cuman menghujat lah.
gue pribadi salah satu pelaku yang mengarahkan sales force team ini, ga bicara ideal lah krn jg ga bawa bendera company, let's talk as a friend for share knowledge biar bisa saling memahami

Wesmant
23rd August 2009, 05:39 PM
kita semua menghadapi masalah yang sama, gak cuma di beda propinsi, tapi juga di beda negara, bahkan om Etjip di gurun pasir sana juga.

ada 2 hal dari saya:

1. mengenai dapet no kita. wajar mereka dapet, karena telesales ini biasanya gak langsung di handle sama bank/institusi itu sendiri. biasanya telesales ini di kontrakin lagi, sama seperti CS. jadi, data kita akan dipake oleh si kontraktor telesales ini untuk berbagai promosi dan jualannya. jadi jangan heran kalau berbagai bank dan club akan menelpon anda, sepertinya. tapi pada prinsipnya telpon itu berasal dari perusahaan yang sama, sang kontraktor, tapi mewakili institusi yang berbeda.

2. mengenai cara menjawab, saya biasanya juga menjawab "not interested" dan klik, tutup. tapi setelah saya pikir2, mungkin saran sigit lebih baek, dengan bilang "salah sambung". nanti saya praktekkan dulu, kalau ada yang nelponin saya.

fixshine
23rd August 2009, 05:56 PM
yess betul Ted, gue lupa ngasie tau soal outsourcing itu
yang seringkali krn target, humanity sering dikesampingkeun

buat tambah2 knowledge,
klo mau cara bagus sie, faktor building team itu penting. Karena filosofi "layanilah internal cst sebelum melayani external cst" itu juga jadi kunci. klo bosna ga peduli cara building team hanya mau hasil ya begitu hasilnya. tapi klo bosna peduli sekali tentang building team maka akan tercermin dari cara agent melakukan penawaran.

ke depannya seharusnya people terbiasa menerima telpon penawaran produk, seperti halnya kita terbiasa menonton tayangan tv dengan iklan

etjiptn3
23rd August 2009, 09:41 PM
gue yg sebel, dulu pernah apply kartu kredit citibank di jogja, dari salah satu alumni.
dan sekarang ini tiap hari ada sales kartu kredit bank lain dari jogja yg nawarin,
selain itu ada loan, dan macam macam lagi.

udah dibilang ane di ambon, bukan di jogja, masih di teleponin juga :D hahaha

yah... selamat, itu dia......... (yg ngebocorin)...

etjiptn3
23rd August 2009, 09:47 PM
kalau point2 dari saya :
1. kalau hape anda diketahui pihak lain truss ditawarkan produk, ya itu se"gondok" apapun adalah realita bahwa memang data base diperjualbelikan, pertanyaannya apakah ketika anda pernah memberikan no hape/telpon ada klausa tidak memberikan data pelanggan tersebut ke pihak ketiga ?

2. cara ketus yang disampaikan di atas, ya meskipun ada ngaruhnya tapi jangan salah setiap sales force sudah disiapkan dengan motivasi dan handbook meng-handle negatif customer. Jadi sekali no hape/no telp anda masuk dalam database list prospek tidak akan dilepas, Menyebalkan ? ya dari sisi yang ditelpon. Tapi big chalenge buat si sales person yang akan terus dcari cara spy anda menjawab ya dan mau membeli produk company

3. Telepon/hape telah menjadi jalur penawaran bisnis potensial, seperti halnya :
a. offering door to door
b. advertising via media TV, radio, media cetak, atau semacam spanduk, pamflet, brosur yang disebar/ditempel
c. sponsorhip kegiatan acara/pagelaran seni
d. sms iklan yg skr jg marak

4. recording cst ya jelas ada, bahkan mungkin history penolakan anda pun ada. Karena seakan-akan dunia marketing itu bilang tidak pernah ada negatif cst, yang ada seberapa kuat anda menggedornya. Menyebalkan ? ya mungkin bagi si penerima telpon. Tapi bagi sales force itu berarti tantangan kreatifitas memoles produk2 yang ditawarkan. Maka di dunia sales, secara umum ada 3 jenis cst :
a. new cst => customer baru, yang belum mengenal produk company
b. prospek upselling => cst yang mempunyai prospek, ditawarkan terus variasi produk company agar ARPU ( average revenue per unit ) naek, cirinya pada script penawaran," terima kasih telah menikmati produk kami, kami tawarkan produk lain .. bla bla ..."
c. vip cst => kakap neh, ...cst yg punya relasi ma bos, biasanya malah dikasih free, dan yg balik nguber2 company spy ngasih service perfect

5. Kalau anda sebal, percayalah setiap sales person tidak mau juga ko, nelponin negatif cst. Tapi ya inilah bisnis, klo semua orang menolak terus menyerah ... bisnis ndak akan jalan. dan prinsip pareto biasanya jadi pegangan. selalu ada plan dan target keberhasilan dalam sekian banyak list kombinasi positif-negatif cst

6. saran saya karena ini realita, ganti saja nomor telepon anda atau "maaf salah sambung"
kalau nomor hape private ya jangan pernah berikan ke siapapun, lagian kan sekarang lazim punya 2-3 nomor simcard hehehe ...

Makasih bro, udah dipindah ke kamar yg bener...


Hmmm, kalo berpegang pada klausul "tidak ada klausul kerahasiaan", berarti aye udah bisa tega nih. Sebelumnya aye masih rada terngiang kata-kata teman yg masalah "sama-sama cari makan"... Serius, aye terkadang mikir sendiri... "iya, yah, kalo dipikir kasian...." Tapi kalo pake cara licik seperti itu, yah, berarti udah tidak perlu dikasihani lagi, cukup :mtimpuk::mbom:....

Kalo ganti nomor telpon emang rada susah Bro.. soalnya nomor cukup cantik dan udah dipakai 10 tahun....

Berarti emang kalo realitanya begitu, yah, sudahlah, harus "dikerasi" dan "ditipu" kembali... kalau nomornya muncul di screen hape, ya, di reject saja. Kalo yg muncul unknown, dijawab sebentar, kalo pake "kata-kata standar", langsung dimatiin.

Jadi penasaran nih, kuat-kuatan mana sama CS.......

etjiptn3
23rd August 2009, 09:52 PM
kesimpulan gue, ilmu memanipulasi orang itu memang ada tapi tergantung orang yg dimanipulasi mau apa ga. klo anda bersikap ketus, ya berarti termasuk "berhasil" dimanipulasi => terpancing emosi. maka anehnya anda akan terus ditelponin, akan terus "disiksa" dng cara begitu, bukankah tidak enak bersikap 'ketus' terus menerus ? cape lho. Tanya temen2 ce yang terus ditelpon or di sms rayuan oleh orang yg ga disukainya pasti mereka akan merasa tersiksa, jadi semakin ketus, akan semakin dikerjai, krn mereka juga seakan2 balas dendam dengan cara begitu, toh mereka kebal dengan tanggapan ketus, udah gitu nelpon gratis lagi wekeekekekew. dan bukankah banyak cerita bny ce cakep didapetin pejuang tangguh yg bahkan tampangnya naudzubillah bahkan awalnya dibenci setengah mati. so beware, kaum hawa anda target empuk serangan psikologis para pejuang tangguh spt ini

cara yg paling bagus ya :
- ganti no telpon

- jangan angkat no telpon tak dikenal

- no hp pribadi jng pernah diberikan selain orang dekat, klo mo dikasih kasih aja no lain entah no berapa, or bilang aja 'salah sambung'

- klo terlanjur angkat telpon, akhiri dengan nada biasa "trims saya tidak tertarik" dan segera tutup telpon. krn membiarkan dia bicara memberikan ruang untuk si sales memanipulasi

- klo ditelpon lagi, 'mana manager anda saya mau bicara ?' setelah itu bilang nomor hape anda di release dr list prospek, ancem aja tulis ke media bahwa ada perampokan data pribadi, jurus itu adalah serangan buat sales person untuk mengintimidasi balik, apapun si sales ngomong ulang2 saja kalimat itu 'mana manager anda saya mau bicara ?'
yah, sarannya Oom Sigit sih malah bikin tagihan bengkak, roamingnya....
Yg jelas, saya mah kagak pernah bilang terima kasih, bilangnya cuma pendek aja "gak tertarik" dan tanpa menunggu si CS komentar, langsung ditutup.

Tapi emang cara ini cukup efektif kok.... awal 2009 ini cukup tenang, gak ada telpon, mulai lagi sebulanan yg lalu... mungkin datanya udah dijual dan dipakai sama outsourced CS dari company lain.


Baidewe, jadi kalo ketus itu, justru malah "kemakan" sama trik si CS ya? hhmmmm.... perlu diingat-ingat nih... :mmikir::p:mgeer:

Yg jelas, aye mah kagak capek kalo cuma ketus doang.... udah gak level sih kalo cuma ketus doang.... ngamuk aja gak capek-capek kok....:msokimut::mbisik:

etjiptn3
23rd August 2009, 09:57 PM
saya akuin bahwa mereka itu 'kebal' nya luar biasa seperti yang b sigit sampaikan......
pernah saking keheul nya, ta'umpat umpat pake bahasa paling kasar pun tetep tahan banting.....

intinya,bisnis memang 'kejam'.....:mlewat:

nah ada satu pertanyaan, saya apal banget nomer nomer yang hub ke hp saya, kalo depan nya 300XXXXX, sudah barang tentu M*nd*ri Card Center....52XXXXXX bisa M*nd*ri ato C*ti.....yang paling sering ya kedua bank itu yang nyasar......sudah ditolak berkali kali, sudah dibilang gak tertarik, teteup aja ada yang telp min 2 minggu sekali.Emang gak ada klausul kalo seseorang sudah tidak tertarik,ya jangan dihubungi lagi...toh nanti kalo kita tertarik,kita bisa hubungi mereka kok....Yah walaupun ada excuse hmmm namanya juga usaha....:mtimpuk:

Ditambahin lagi nih nomor telponnya: 25528100, 25528000, 25501100. Kartu kredit apaan, udah lupa....:p:mgeer::p:p:mgeer::mketawa::mketawa:.. soalnya sebelum si CS memperkenalkan lembaga yang meng-outsource-kan dia, aye udah keburu ngomong "gak tertarik" dan langsung nutup telepon....

fixshine
23rd August 2009, 11:43 PM
to bang etjip; seneng gue nanggepin klo semangat gini :

- pasti klo maen kuat2an, jamin kuat cs na, abang satu dikeroyok ganti2 orang wekekew
lagian blon pernah ada training menghadapi "teror cs" macem gini, pasukan anti teror nurdin m top malah ada

- klo soal tega ga tega, ya tega saja ... ini pure bisnis ko, bukan amal sholeh sedekah anak yatim. lagian kita bukan satu2nya prospek, tidak usah merasa ga enak apalagi berdosa. dan dalam bisnis ini faktor penolakan dan kegagalan sdh ada prediksinya

- yah soal ketus2an, kan saran aye kagak buat abang doang or mang neko, gue sie prihatin ma mereka yang ga tegaan nutup telpon; dulu mamaku di rumah sampe alergi trm telpon krn model penawaran kartu kredit model begini

- intinya klo memang menolak tunjukkan tegas ketidak tertarikannya, sedikit aja peluang akan selalu dicari cara. walaupun pelanggan2 yg mau jadi subscriber krn cara2 diteror begini jg msh meragukan loyalitasnya. shg perputaran new subcriber vs customer churn (berhenti) besar. gpp sih kalau new cst nya dibulan2 awal tetap ngasie revenue, klo ga dodol namanya.

papabonbon
24th August 2009, 12:24 AM
cs akan mengurangi nelpon kita kalau :

1. nomor telepon sudah dialihkan ke orang lain, jadi emang bener bilang aja salah sambung
2. kita tidak masuk dalam segmen pasar mereka

jadi kasih rangkaian data yg mendukung, misal :


saya dulu office boy nya bapak x yg dulu punya nomer ini, dapat lungsuran nomer dari bapak x (tapi gak bakal dipercaya kalo nomernya 0811 kali yah hahaha),
sekarang lokasi di pulau antah berantah (yg bakal bikin cs mikir kalo tagihan telpon yg refer ke nomer dia bengkak),
bilang baru kena phk dan skrg ini pulang kampung, hehehe

papabonbon
24th August 2009, 12:26 AM
btw, untuk nomer yg udah ketahuan kalo emang cs kartu kredit, kalo hp sekarang bukannya ada fasilitas blokir nomor telepon tertentu. bisa di coba tuh. kalo lom ada fasilitasnya, yah, ganti hp. hp china aja ada lho fasilitas blokir ini hehehe :p

fixshine
24th August 2009, 01:01 AM
ah iya makasih papah,

- gue lupa nyebutin soal segmen pasar itu tadi, sepanjang msh dianggap potensial seketus apapun pasti akan diteror
- klo soal blokir wekekew, sekedar inpoh saja klo ku nelpon dr kantor hanya bakal sama 4 digit awalnya saja, krn telponnya segambreng2

etjiptn3
24th August 2009, 01:33 AM
ah iya makasih papah,

- gue lupa nyebutin soal segmen pasar itu tadi, sepanjang msh dianggap potensial seketus apapun pasti akan diteror
- klo soal blokir wekekew, sekedar inpoh saja klo ku nelpon dr kantor hanya bakal sama 4 digit awalnya saja, krn telponnya segambreng2

Penentuan segmen pasar ini kriterianya apa Oom Sigit? Apakah benar-benar sang CS (tentunya lembaga yang mempelopori pencurian dan penyebaran data secara tidak sah) memiliki informasi yang selengkap-lengkapnya, misalkan sampai ke kredit limit dan angka gaji/penghasilan?
Apakah cukup bermodalkan nomor telpon 0811-xxxxxxx bakalan dianggap sebagai potential customer? Tambah menarik nih, pencarian pelanggan potensial....:mmikir:

Yoi, bener tuh, kalo pake sistem hunting, emang kagak ngaruh mau diblokir... karena pas nelpon, sistem PABX-nya akan ngacak nomor yg keluar (tergantung berapa banyak juga sih subscribed nomor telkom yg dikoneksikan ke sistem PABX). Contoh: salah satu employer aye jaman dulluuuuu kalo pake nelpon ke hape, pasti munculnya nomor aneh-aneh.... jelas-jelas nomor telpon ke operator maupun direct ke ruangan pasti nomor 57xxxxxxx, kalo buat nelpon ke hape dari ruangan, munculnya 231xxxxxxxxxx (digitnya banyak)....:mgeer::p:mpanas:

papabonbon
24th August 2009, 04:25 AM
segmen pasar. biasanya terbagi tiga lapisan :


pemakai baru
loyal customer
kompetitor


kalau belum pernah pakai kartu kredit, kayaknya,
- penghasilan smp 5 jt ditawarin silver, clear card, discount card, dll
- penghasilan 5-8 jt ditawarin gold
- di atas 8 ditawarin platinum

loyal customer biasanya dijadikan ajang pemasaran lini bisnis baru, kayak loan/kredit tanpa agunan, naik peringkat ke kartu lain, ditawarin kartu jenis lain, ditawarin kartu buat pasangan atau anak, atau whatever lah

kompetitor dikejar kejar buat nambahin market base.

biasanya, kalo masih blue ocean, yg dikejar new customer, tapi begitu udah red ocean, maka insentif bagi telesales buat ngedapetin customer dari kompetitor, biasanya komisinya juga gede.

buat bikin kita keluar dari 3 segmen di atas :

- new customer --> bilang kita office boy, dapat lungsuran kartu
- loyal customer --> susah nih oom buat mengelak, tapi coba bilang kita kena phk, atau usaha bankrut, terus ngarepin dapat loan diatas 50 jt dan dapat grace period 3 tahun :p
- kompetitor --> bilang kita kena phk, terpaksa pulang kampung

buat oom etjip, yg kartunya roaming, ente dapat telpon dari keluarga maupun sales, sama sama roaming kan ? so, mau gak mau, ganti aja kartunya, yg boleh tahu nomer itu hanya keluarga.sementara yg aktif beneran yah kartunya si etisalat itu ajah hehehe ...

buat nomer lama, kalo masih sayang, jadiin kartu flash unlimited aja, buat dipasang di modem atau leptopnya istri, jadi ada sms penting pun gak masalah, kan ada sms centre. tapi yah gak perlu dipake buat nerima dan nelepon lah. ntar kagak dipake barang 6 bulanan, sales bakalan berkurang kok. ntar dipakenya kalo di indonesia aja.

fixshine
24th August 2009, 04:34 AM
hahaha knp jadinya kita yg susah kek maling diuber2 sie
seru ajeee :mpanas:

nekotisme
24th August 2009, 06:40 AM
hahahaha....b etjip,255xxxx skarang juga sering tlp ane,kalo ga salah C*ti....:p

resiko laen yg ane tanggung saat ini,biarpun no XL ini dah daku pake sktar 5 taun,tapi krn eks org,msh ada tawaran CC ke no ini atas nama dia....:p resiko nomer cantik...

penghasilan di atas 8 jt di tawarin platinum?ah,lha sya penghasilan sdikit di atas umr aja kmaren 'dipaksa' platinum....haduh....btw,menjelang akhir taun ini kayaknya gak pandang bulu lg kejar target...yg plg krasa 2 mgu ini,ada aja yg tlp....

Wesmant
24th August 2009, 08:02 AM
saya dulu office boy nya bapak x yg dulu punya nomer ini, dapat lungsuran nomer dari bapak x (tapi gak bakal dipercaya kalo nomernya 0811 kali yah hahaha),
sekarang lokasi di pulau antah berantah (yg bakal bikin cs mikir kalo tagihan telpon yg refer ke nomer dia bengkak),
bilang baru kena phk dan skrg ini pulang kampung, hehehe

ini gak bisa dipraktekan di SG nih :p

- new customer --> bilang kita office boy, dapat lungsuran kartu
- loyal customer --> susah nih oom buat mengelak, tapi coba bilang kita kena phk, atau usaha bankrut, terus ngarepin dapat loan diatas 50 jt dan dapat grace period 3 tahun :p
- kompetitor --> bilang kita kena phk, terpaksa pulang kampung

kayaknya yang kedua bisa dipertimbangkan buat testign nih ';)

etjiptn3
24th August 2009, 08:44 AM
segmen pasar. biasanya terbagi tiga lapisan :


pemakai baru
loyal customer
kompetitor


kalau belum pernah pakai kartu kredit, kayaknya,
- penghasilan smp 5 jt ditawarin silver, clear card, discount card, dll
- penghasilan 5-8 jt ditawarin gold
- di atas 8 ditawarin platinum
loyal customer biasanya dijadikan ajang pemasaran lini bisnis baru, kayak loan/kredit tanpa agunan, naik peringkat ke kartu lain, ditawarin kartu jenis lain, ditawarin kartu buat pasangan atau anak, atau whatever lah

kompetitor dikejar kejar buat nambahin market base.

biasanya, kalo masih blue ocean, yg dikejar new customer, tapi begitu udah red ocean, maka insentif bagi telesales buat ngedapetin customer dari kompetitor, biasanya komisinya juga gede.
Nah, ini pertanyaan aye pah. Seberapa detilkah database yang sudah pindah tangan dari satu CS ke CS yg lain itu? Apakah terbatas sekedar nama, nomor telpon, alamat saja, ato sampai ke kredit limit dan angka gaji/penghasilan?

Iya, satu lagi tentang platinum. Kenapa sekarang banyak yah, yang nawarin platinum? Baidewe, annual fee-nya berapa sekarang? 700 ribu yak? Emang, tuh, kayaknya emang banyak yg begitu... Padahal kalo aye sih maunya limitnya gede, annual fee-nya cukup seharga silver saja....

Jadi untuk platinum limit penghasilannya 8 juta ya? Sepertinya secara riil, turun nih? Seingat aye jaman tahun 2000 waktu gaji masih sekitar 2.5 jutaan, denger orang ditawarin platinum itu sepertinya wah sekali.... karena minimum income per tahunnya mesti 100 juta...(ya, 8 jutaan juga sih). Secara nominal sih sama, cuma orang bergaji 8 juta tahun 2000 kalo dikonversi ke nilai sekarang 2009 mungkin gak sampai segitu yak - considering inflasi?


buat oom etjip, yg kartunya roaming, ente dapat telpon dari keluarga maupun sales, sama sama roaming kan ? so, mau gak mau, ganti aja kartunya, yg boleh tahu nomer itu hanya keluarga.sementara yg aktif beneran yah kartunya si etisalat itu ajah hehehe ...

buat nomer lama, kalo masih sayang, jadiin kartu flash unlimited aja, buat dipasang di modem atau leptopnya istri, jadi ada sms penting pun gak masalah, kan ada sms centre. tapi yah gak perlu dipake buat nerima dan nelepon lah. ntar kagak dipake barang 6 bulanan, sales bakalan berkurang kok. ntar dipakenya kalo di indonesia aja.
Kalo roaming dari keluarga dan teman sih, gak masalah ya... namanya juga silaturahmi... OK lah..... kalo buat urusan gak penting kayak penawaran kartu kredit dan lainnya, gak rela aja sih. Apalagi datanya hasil kongkalikong/curi mencuri dan main disebar-sebar seenaknya. Lagian kan nomor telpon keluarga ato teman umumnya udah ada di phonebook, jadi muncul caller ID, dimanapun kita berada.... kalo ada nomor "mencurigakan" kayak nomor-nomor di atas, ya, tinggal di-reject saja. Kalo aye sih biasanya dibiarin aja, wong pake silent mode.....

Buat flash? wah, ya, kagak lah yawwww... telkomselnya gombal sekali soal service. HSPDA seringan cuma sekian menit pertama, terus gradually turun ke GPRS...:mtimpuk:... untung sekarang cuma pake simpati flash prepaid... kalo pake post-paid, gak worth sama marah-marahnya deh.... kalo prepaid kan, begitu selesai/limit habis, ya, udah.... buang aja itu nomor.

Kalo mengenai telpon, aye pernah nyobain call forwarding, tapi gagal....:p..ntah, kenapa.. apa gara-gara hape aye sonyericcson j508 500 rebu-an, ato telkomselnya yg error..... baidewe, kalo call forward ini berhasil, yg bayar hasil forward-an-nya siapa ya? si pemilik hape/nomor telpon hape itu, atau pihak yang menelepon.

Yang jelas, kalo jawaban kita konsisten tidak, sebenarnya setelah 2-3 minggu, gangguan hilang dengan sendirinya kok. Kalau dimulai lagi, berarti data itu udah dijual ke company outsource kartu kredit yg lain lagi....:mketawa::mbom:

etjiptn3
24th August 2009, 08:48 AM
hahahaha....b etjip,255xxxx skarang juga sering tlp ane,kalo ga salah C*ti....:p

resiko laen yg ane tanggung saat ini,biarpun no XL ini dah daku pake sktar 5 taun,tapi krn eks org,msh ada tawaran CC ke no ini atas nama dia....:p resiko nomer cantik...

penghasilan di atas 8 jt di tawarin platinum?ah,lha sya penghasilan sdikit di atas umr aja kmaren 'dipaksa' platinum....haduh....btw,menjelang akhir taun ini kayaknya gak pandang bulu lg kejar target...yg plg krasa 2 mgu ini,ada aja yg tlp....Nah, itu dia Mank. Kalo namanya bank-nya, aye mah kagak ingat (ato malah gak sempat dengar?....:mketawa: :p:p
Yg jelas nomor itu tinggal di-reject saja.

Kalo dugaan aye benar, mungkin faktor dikasih platinum ato bukan, tidak semata-mata angka gaji ya... Kalo berhasil jadi platinum, kan bank dapat, minimal, annual fee yg entah berapa sekarang, 700 ribu? Ya, berarti di CS dapat komisi juga...

nekotisme
24th August 2009, 09:24 AM
Kalo dugaan aye benar, mungkin faktor dikasih platinum ato bukan, tidak semata-mata angka gaji ya... Kalo berhasil jadi platinum, kan bank dapat, minimal, annual fee yg entah berapa sekarang, 700 ribu? Ya, berarti di CS dapat komisi juga...

kmaren dia nawarin 600rb per tahun dengan privilllege bla bla bla......:p
saya mah dengan santai nya sambil nyetir,lah di loudspeaker..paling agak berinterferensi suaranya dengan Jak FM...halah halah....:p

sambil merajuk si CS merayu...bener nih pak tidak berminat, sayang loh bla bla bla.....

hehehehe..maaf ya CS, cukup satu aja yang bebas annual fee seumur hidup,limit gede,bebas dimanapun executive lounge airport Indonesia,banyak diskon 50%.....:p

Wesmant
24th August 2009, 09:54 AM
Kalo berhasil jadi platinum, kan bank dapat, minimal, annual fee yg entah berapa sekarang, 700 ribu? Ya, berarti di CS dapat komisi juga...

hari gini masih bayar annual fee, bang?

hahahaha

amelia
24th August 2009, 11:42 AM
barusan mempraktekkan jurus AT : maaf, saya tidak tertarik...

jurus tangkisan dari si CS : baiklah, kl begitu saya bisa rekomendasi teman ato saudara yang kira2 membutuhkan atau tertarik dgn produk kami?

AT : maaf, ga ada tuh, klik....

beres..:p

Wesmant
24th August 2009, 12:56 PM
pagi ini menerima 3 telpon, sayang gak sempet praktek jurus pak sigit, soalnya
1. nomernya di sembunyiin, kirain dari indo, penting kali
2. yang telemarketing udah nanya nama dulu.

ya udah, gue bilang gue lagi sibuk aja

dwijako
24th August 2009, 02:42 PM
kalo lg kerja tetap diangkat, biasanya sih tanya dulu dengan nama lengkap.... pura2 meeting dan kalo nanya bisa ditelpon lg jam berapa aku kasih waktu di jam 16.30... yang udah2 sih gak nelpon lg, gak tau kalo dia udah ganti shift ato siap2 mo pulang...:P

kalo lg gak ada kerjaan biasanya didengerin dulu sampe abis sambil bilang iya..., iya...., terus terakhirnya tolak mentah2... biar tau kalo tawarannya mau ditolak perlu perjuangan dulu hehehehehe....

amelia
24th August 2009, 02:49 PM
kalo lg kerja tetap diangkat, biasanya sih tanya dulu dengan nama lengkap.... pura2 meeting dan kalo nanya bisa ditelpon lg jam berapa aku kasih waktu di jam 16.30... yang udah2 sih gak nelpon lg, gak tau kalo dia udah ganti shift ato siap2 mo pulang...:P

kalo lg gak ada kerjaan biasanya didengerin dulu sampe abis sambil bilang iya..., iya...., terus terakhirnya tolak mentah2... biar tau kalo tawarannya mau ditolak perlu perjuangan dulu hehehehehe....
weh jgn salah bang... saya pernah kedapetan mbak2 tele yg niat bgt... persis dibilangin lg sibuk, dianya nanya kapan ga sibuk, tak bilang lewat jam 5 an... mikir2 siapa tau dah lewat jam kerja ga bakal nelpun... eh tetep nelpun tuh pake telpun cdma pribadi & emang dah lewat shiftnya...:msokimut:

papabonbon
24th August 2009, 04:43 PM
Nah, ini pertanyaan aye pah. Seberapa detilkah database yang sudah pindah tangan dari satu CS ke CS yg lain itu? Apakah terbatas sekedar nama, nomor telpon, alamat saja, ato sampai ke kredit limit dan angka gaji/penghasilan?



kalau yg dijual ke perusahaan lain, kayaknya cuman nama, alamat dan telepon (nggak sampai nama ibu, ttl).

tapi kalo yg nawarin KTA dari bank lain, gue kok curiga kredit limit kita di bank x udah diketahui sama bank Y, selain itu gaji kita pas apply kartu kredit di bank sebelumnya juga udah ketahuan.

oh ya, buat penawaran lini produk lain, yg dari internal - bank yg sama, buat nawarin loan atau KTA, yah seluruh data kita ada di sana.

etjiptn3
24th August 2009, 08:29 PM
barusan mempraktekkan jurus AT : maaf, saya tidak tertarik...

jurus tangkisan dari si CS : baiklah, kl begitu saya bisa rekomendasi teman ato saudara yang kira2 membutuhkan atau tertarik dgn produk kami?

AT : maaf, ga ada tuh, klik....

beres..:p
Aduh, Uni Amel ini. Sopan sekali...:p.... gak usah bilang "maaf" atuh...
Kan kata Oom Sigit. Ini cuma bisnis dan nama prospek kan cuma sekedar satu dari sekian puluh nama dan nomor telpon yg ada di database si CS. Tega aja, wong cuma bisnis kok....:mbisik:

etjiptn3
24th August 2009, 08:33 PM
kalau yg dijual ke perusahaan lain, kayaknya cuman nama, alamat dan telepon (nggak sampai nama ibu, ttl).

tapi kalo yg nawarin KTA dari bank lain, gue kok curiga kredit limit kita di bank x udah diketahui sama bank Y, selain itu gaji kita pas apply kartu kredit di bank sebelumnya juga udah ketahuan.

oh ya, buat penawaran lini produk lain, yg dari internal - bank yg sama, buat nawarin loan atau KTA, yah seluruh data kita ada di sana.
Hmm.... gitu ya pah?

Yg jelas sih, saran aye, gak usah ambil KTA. Bunganya gila, urusannya panjang. Yah, mudah-mudahan rekan-rekan tidak ada yang mesti berurusan sama KTA.....

Yg jelas gak masuk akal, masak bunga >2% per bulan, berarti per tahun 24% dong? Itu kalo cuma 2%.. padahal kayaknya banyak yg 3%-an...


Bener kata Oom Ma2nk, "ambil KTA kalo bunganya 0%"....:mngintip:

fixshine
24th August 2009, 09:41 PM
Aduh, Uni Amel ini. Sopan sekali...:p.... gak usah bilang "maaf" atuh...
Kan kata Oom Sigit. Ini cuma bisnis dan nama prospek kan cuma sekedar satu dari sekian puluh nama dan nomor telpon yg ada di database si CS. Tega aja, wong cuma bisnis kok....:mbisik:

absolutely right brother ...
just pure bisnis,

crushadi
25th August 2009, 07:48 AM
kalo ane tergantung penawaran si telemarketing, seperti asuransi biasanya sih coba dikorek dulu informasi yg ada, fasilitas yg didapet, kelebihan dan kekurangan dibanding produk yg sejenis, lumayan lah dapat nambah ilmu, tapi klo kartu kredit biasanya sih alasannya lsg bilang aja "wah gak butuh tuh, saya masih bisa bayar cash"(pdhal dah punya 2 cc 1 visa 1 master:p:p)
klo KTA betul banget jgn pernah ambil, mgkn keliatan kecil tapi harus dilihat suku bunga efektifnya (mending sekolahin SK di kantor:mbisik::mbisik:, dah bunga flat makin tahun makin gak kerasa klo naek gaji terus yah:mpanas::mpanas:)

amelia
25th August 2009, 10:32 AM
Aduh, Uni Amel ini. Sopan sekali...:p.... gak usah bilang "maaf" atuh...
Kan kata Oom Sigit. Ini cuma bisnis dan nama prospek kan cuma sekedar satu dari sekian puluh nama dan nomor telpon yg ada di database si CS. Tega aja, wong cuma bisnis kok....:mbisik:

sopan santun dalem berbisnis is a must dong...

siapa tau bokapnya CS itu klien besar gw yg kerjaannya sedang gw garap...:mgeer:

lagian ga ada salahnya bersikap baik selama dia ngomongnya baik2... kl udah ngaco & maksa2 sih... yah... saya semi baik2 aja lah...:msokimut:

Wesmant
25th August 2009, 01:27 PM
sopan santun dalem berbisnis is a must dong...

siapa tau bokapnya CS itu klien besar gw yg kerjaannya sedang gw garap...:mgeer:

lagian ga ada salahnya bersikap baik selama dia ngomongnya baik2... kl udah ngaco & maksa2 sih... yah... saya semi baik2 aja lah...:msokimut:

kalau bokapnya CS klien besar lo terus kerjaan lo terganggu karena urusan elu sama si CS, yang gak santun dan tidak professional berarti si Klien lo ;)

nekotisme
25th August 2009, 02:12 PM
kalau bokapnya CS klien besar lo terus kerjaan lo terganggu karena urusan elu sama si CS, yang gak santun dan tidak professional berarti si Klien lo ;)

macak cih bokapnya kokai bohai anaknya jadi CS?:mmikir:

Wesmant
25th August 2009, 03:27 PM
macak cih bokapnya kokai bohai anaknya jadi CS?:mmikir:

yang pasti kalau bokapnya kokai, anaknya paling mungkin sih bakalan jadi soasialis, eh, socialite jakarte :p

etjiptn3
25th August 2009, 07:11 PM
sopan santun dalem berbisnis is a must dong...

siapa tau bokapnya CS itu klien besar gw yg kerjaannya sedang gw garap...:mgeer:

lagian ga ada salahnya bersikap baik selama dia ngomongnya baik2... kl udah ngaco & maksa2 sih... yah... saya semi baik2 aja lah...:msokimut:
Kalo sopan sih tetap ya... maksudnya, gak usah bilang "maaf" itu kan karena Uni tidak bersalah sesuatu apapun ke si CS... (kalo aye soalnya terpengaruh mantan lingkungan...:p "you're right until you're wrong or make mistake. Until then, don't say sorry".....)...:p:p:mbisik:

Lagian kayaknya gak mungkin banget di jakarta, babenya kaya tapi anaknya jadi CS... walaupun bukannya tidak mungkin....:mmikir:

etjiptn3
25th August 2009, 07:12 PM
yang pasti kalau bokapnya kokai, anaknya paling mungkin sih bakalan jadi soasialis, eh, socialite jakarte :p

yoi, nongkrong di sency tiap siang sambil arisan... gak mungkin pegang headset nyari calon pelanggan...:mlewat::mlewat:

Wesmant
25th August 2009, 08:13 PM
yoi, nongkrong di sency tiap siang sambil arisan... gak mungkin pegang headset nyari calon pelanggan...:mlewat::mlewat:

yup, dan pastinya ditelponin Telesales juga :p

fixshine
25th August 2009, 11:13 PM
Lagian kayaknya gak mungkin banget di jakarta, babenya kaya tapi anaknya jadi CS... walaupun bukannya tidak mungkin....:mmikir:

aku punya lho bang, di team ku sendiri, bokapnya kaya raya, punya jalur metro mini sendiri, dan kmr cutinya ja ke singapore

klo dulu kutanya knp masuk CS : ".. males nganggur di rumah Pak "
and .. she is my best performer agent, kalau mau ditelpon die buat pasang fastnet call me :mbisik: ( oya, msh single pulak )

GQ
25th August 2009, 11:14 PM
dulu sempet setahun handle telesales di Bank BUMN di bilangan Sudirman ..

papabonbon
26th August 2009, 05:51 AM
cowok apa cewek tuh, git, huehehhe
jangan jangan jebakan batman :mgeer:



aku punya lho bang, di team ku sendiri, bokapnya kaya raya, punya jalur metro mini sendiri, dan kmr cutinya ja ke singapore

klo dulu kutanya knp masuk CS : ".. males nganggur di rumah Pak "
and .. she is my best performer agent, kalau mau ditelpon die buat pasang fastnet call me :mbisik: ( oya, msh single pulak )

papabonbon
26th August 2009, 05:52 AM
dulu sempet setahun handle telesales di Bank BUMN di bilangan Sudirman ..

pantesan elu jadi comel, gam. hahaha ... :mgeer:

nekotisme
26th August 2009, 06:30 AM
cowok apa cewek tuh, git, huehehhe
jangan jangan jebakan batman :mgeer:

dia '(s)he' kok bang....:p

*abis sahur,tlp 13897 mau pesen tiket KA online,dibilang untuk arus balik pemesanan mulai H-40,skrg tiket KA dah abis....iklan nya ada di tv dan koran pak...

eh,loe kire gw orang kagak pernah naek KA?Dirut KAI aja bilang H-30 dul....tp bhbung pake GSM ya ditahan td marahnya,males...padahal blm imsak...:p

Wesmant
26th August 2009, 08:05 AM
aku punya lho bang, di team ku sendiri, bokapnya kaya raya, punya jalur metro mini sendiri, dan kmr cutinya ja ke singapore

klo dulu kutanya knp masuk CS : ".. males nganggur di rumah Pak "
and .. she is my best performer agent, kalau mau ditelpon die buat pasang fastnet call me :mbisik: ( oya, msh single pulak )

suruh nelponnya kalau udah sampe singapur aja ya Git :p

GQ
26th August 2009, 08:25 AM
pantesan elu jadi comel, gam. hahaha ... :mgeer:

:mbom::mbom::mbom:

gw cuma memanage kok .. nggak ikutan bawel .. :msokimut:

fixshine
26th August 2009, 12:56 PM
cowok apa cewek tuh, git, huehehhe
jangan jangan jebakan batman :mgeer:

ga lah ane juzurrrr ko; cmn mbantuin die achieve target bulannanya aja

hyperion
27th August 2009, 11:32 AM
Gue rasa udah jadi standar di negara-negara maju untuk menjadikan privasi itu hukum legal. Contoh di tempat gue, entitas bisnis ga bisa menghubungi klien/calon klien lewat telpon kalo ga ada surat legal dimana si klien/calon klien membolehkan dia dihubungi lewat jalur tersebut. Melanggar berarti penalti yang ga sedikit jumlah nominalnya.

Gue ga tau di Indonesia gimana hukum legal tentang privasi? Apa udah ada undang-undang yang mengatur hal ini?

1. Kalau ada UUnya, dan emang bener-bener serius tentang hal ini, ya bikin aja lawsuit. Ga perlu pribadi nyewa lawyer, lewat badan-badan perlindungan konsumen udah cukup.

2. Kalau belum ada UUnya, bikin petisi ke DPR supaya dibuat.

Idealnya sih gitu.

nekotisme
27th August 2009, 11:54 AM
kmaren sore ditelp ama C*ti Card maning, eh baru awal telp dibilang 'bapak kemaren sudah menyetujui..... melalui teman saya ya?'...

Langsung gw potong,saya nggak pernah stuju dan dari kmaren sudah saya tolak itu tawaran.....trus dia bilang, oh maaf pak, ditolak ya.....Kurangggg ajar!!!!!

Dia bilang maaf dan terputus sudah pembicaraan gak penting itu.....

fixshine
31st August 2009, 12:52 AM
to Hyperion: ya itu idealnya; tp sapa mau susah2 contact pengacara ? wkekeke
to mamang: itu namanya teknik closing ko, tp ya emang kebangetan, klo ga da basa basi begitu

papabonbon
1st September 2009, 01:49 AM
Gue rasa udah jadi standar di negara-negara maju untuk menjadikan privasi itu hukum legal. Contoh di tempat gue, entitas bisnis ga bisa menghubungi klien/calon klien lewat telpon kalo ga ada surat legal dimana si klien/calon klien membolehkan dia dihubungi lewat jalur tersebut. Melanggar berarti penalti yang ga sedikit jumlah nominalnya.

Gue ga tau di Indonesia gimana hukum legal tentang privasi? Apa udah ada undang-undang yang mengatur hal ini?



kalau di tempat gue, ada form kesediaan kalau mau jadi member club nut***** dan kesediaan untuk menerima sms blast ttg info kesehatan, diskon harga, dll