PDA

View Full Version : Immigran Gelap di Indo?



Wesmant
30th March 2009, 04:27 PM
Ah, bukan rahasia lagi..

Tapi at least, ada yang nulis di Koki:

1/2


Imigran Gelap di Indonesia
Josh Chen - Global Citizen


Hello Z, AsMod, KoKiers – KoKoers...


Menyambung artikel RYc no mama “Imigran Gelap di Jepang” di http://community.kompas.com/read/artikel/2532 dan menyambut ‘tantangan’ pertanyaan apakah ada imigran gelap di Indonesia? Lha wong Indonesia dianggap cuma sebagai negara dunia ketiga, negara berkembang yang amburadul, semrawut, kotor, kacau, korup, dsb, masa iya sih bisa jadi tujuan para penggelap....

Penasaran akan semua pertanyaan dan komentar-komentar di artikel Imigran Gelap di Jepang tsb, saya segera mengubek ke sana kemari....dan mata saya terbelalak mendapati fakta bahwa Indonesia adalah salah satu tujuan favorit para penggelap dari Timur Tengah.

No offense....sebelum ada yang merasa tidak nyaman dan nyolot menyimpang ke sana kemari, lebih baik dibaca dan dibuka dulu baik-baik sumber dan referensi di bawah.....terutama silakan diubek dan dibaca di http://www.iom.int/jahia/jsp/index.jsp yaitu situs resmi dari International Organization for Migration. Tapi kalau dibilang organisasi ini hanya asal nulis supaya menjatuhkan citra atau menaikkan citra entah apa, ya sudah tidak bisa ngomong lagi......

Mengutip sedikit dari situs tsb: Indonesia is a prime destination and transit country for migrants due to its numerous entry/exit points and weaknesses in its border and immigration management system.

Makin membaca makin terpana saya mendapati bahwa Indonesia walaupun digolongkan bukan negara maju, tapi ternyata menjadi salah satu tujuan favorit untuk imigran gelap.

Menurut IOM, saat ini: "Paling tinggi berasal dari Irak disusul Iran, Afghanistan dan Pakistan," kata Pengurus International Organization for Migration (IOM) Indonesia Ronnie Bala di sela-sela "Workhsop Pengaggulangan Imigran Gelap" di Hotel Sindu Beach, Jalan Pantai Sindu, Sanur, Bali, Selasa (25/3/2008). Modus mereka datang ke Indonesia rata-rata dengan cara menyelundup atau memalsukan dokumen keimigrasian. Alasan utamanya karena negara asal imigran dalam kondisi perang atau kemiskinan. Masih menurut IOM, yang sudah pernah ditangani secara resmi sejak tahun 1999 mencapai angka 5.000’an, belum lagi yang tidak terdeteksi dan tidak terlacak.

Saya membagi para imigran gelap di Indonesia sbb:

Negara-negara Muslim

Negara-negara Muslim (sekali lagi NO OFFENSE) menjadikan Indonesia sebagai tujuan utama untuk masuk secara ilegal, dikarenakan lemahnya sistem di Indonesia yang kita semua tahu sama tahu. Tidak bisa disalahkan karena yang terjadi di negeri mereka adalah peperangan, konflik berdarah, bahkan mungkin genocide. Sebut saja mulai dari Irak (tertinggi), Iran, Afghanistan, Sri Lanka dan Pakistan menempati urutan tertinggi sebagai imigran gelap yang masuk ke Indonesia dengan berbagai cara. Bagaimana penanganannya setelah mereka tertangkap? Tidak ada satu pun sumber berita atau informasi yang bisa didapatkan....

Dugaan saya sementara, karena korupnya sistem di Indonesia, para imigran gelap ini dengan mudah ‘berbaur’ dan hilang jejak setelah mereka masuk ke Indonesia. Setahu saya, belum satu pun investigasi mengenai hal ini.... Apa yang tidak bisa dilakukan di Indonesia? Mulai dari passport, KTP tembak, Kartu Keluarga, semua bisa diatur dengan gampang, cepat dan aman, karena semua dokumen itu pasti terjamin keasliannya, yang mengeluarkan kantor resmi masing-masing, ya dilihat dari mana pun tetap saja dokumen-dokumen itu ‘ASLI’.

China dan Negara Eropa Timur atau Ex Uni Soviet

Di kisaran awal tahun 2000’an, harus diakui bahwa aliran imigran gelap asal China, terutama wanita dari berbagai umur memang banyak. Mulai dari PSK, penyanyi, penari, tukang obat, tukang pijat, engineer, guru, teknisi, tenaga ahli, dsb, cukup banyak membanjiri Indonesia. Belakangan mulai berkurang dan digantikan dengan aliran imigran gelap dari Eropa Timur atau negeri-negeri ex Uni Soviet. Kazakhstan, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, Ukraina, Russia, Polandia, dsb.

Kebanyakan dari mereka ini (maaf) bekerja menjadi pemuas syahwat tingkat tinggi, yang sekali booking harganya berbilang juta. Jaringan PSK asal negeri-negeri –STAN dan Russia, serta negeri Eropa Timur lainnya di Indonesia cukup kuat. Bisa dirasakan, ada, tapi tak tersentuh. Menurut teman yang sudah pernah mencicipinya, katanya ‘sungguh luar biasa’. Dan tarifnya pun juga luar biasa, berkisar dari Rp. 5juta ke atas, sampai belasan bahkan puluhan juta, tergantung dari ‘kelas’nya (umur, kecantikan, kepiawaian, dsb). Tempat-tempat mereka tersebar di seluruh Jakarta, tapi terkonsentrasi di Pusat dan Utara.

Secara psikologis, menurut para penikmat sajian –STAN dan negeri Eropa Timur lainnya sebagian besar mengatakan, senang melihat mereka yang berambut blonde, berhidung mancung, bermata biru atau hijau menggeliat di bawah tubuh mereka, menimbulkan rasa superioritas tertentu yang menambah gairah dan ledakan sensasional mereka. Superiority dan inferiority tidak terhindarkan, bahkan sampai ke urusan arus bawah pun juga terjadi. Superiority orang kulit putih selama ini menurut mereka ‘terbalas’ dalam moment intim seperti itu. Luar biasa jawaban mereka ini....

Wesmant
30th March 2009, 04:28 PM
2/2

Drug Dealers & Formulator Narkoba

Kebanyakan dari mereka ini adalah dari Afrika. Inilah yang paling mengerikan dan memprihatikan tanpa adanya pengawasan dan penanganan yang masif. Selama ini di seluruh media, baik cetak maupun elektronik jelas terpampang bahwa bandar narkoba di Indonesia yang berasal dari luar negeri kebanyakan adalah orang-orang dari Afrika. Mereka masuk Indonesia dengan berbagai cara, baik sebagai turis, pedagang atau pebisnis. Tanah Abang merupakan salah satu sentra kegiatan para orang Afrika di Jakarta. Sudah tidak jelas lagi apakah para orang Afrika yang di sana adalah pendatang gelap atau terang. Jaringan yang sudah terkenal adalah jaringan Afrika Barat.



Foto oleh: Karel Prinsloo - AP


Belum lagi para pendatang yang dengan kepentingan scam business. Mungkin sudah banyak dari anda yang mendengar tentang scam ini. Saya cukup yakin kalau anda semua sudah pernah terima e-mail entah dari mana, dengan isi: menang lottery dari mana, dapat undian apa, dari organisasi mana, dari istri atau anak seorang tokoh politik negeri mana, yang ketakutan ingin lari keluar dan mengirimkan uang dalam jumlah fantastis, ada lagi yang sudah hampir mati dengan foto-foto mengenaskan ingin menyumbangkan kekayaannya ke lembaga agama tertentu dsb, dsb, dsb, masih banyak lagi. Untuk lebih asik, silakan masuk ke http://www.419eater.com/ dan masuklah ke Letters Archive, banyak sekali cerita menarik di situ.

Dan golongan yang satu lagi adalah formulator atau pengoplos atau pembuat narkoba. Beberapa waktu lalu, ditangkap sindikat besar pabrik narkoba di Tangerang, para aktor intelektual (formulator, pengoplos, supervisor, kepala produksi), semuanya adalah pendatang gelap ini. Mulai dari Hongkong, Taiwan, Russia, Belanda dan entah negara mana lagi. Mereka ini sebenarnya para ahli kimia dan psikotropika di negeri masing-masing, dan menjadi outsourcing mafia besar sindikat international untuk menjalankan tugasnya di negeri-negeri yang dijadikan target tempat produksi narkoba ini.


Indonesia boleh ‘berbangga’ karena narkoba made in Indonesia dikenal luas sebagai narkoba berkualitas tinggi, nomer satu di dunia.

Entry Points

Karena kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari sekitar 17ribu pulau, jadi bisa dibayangkan berapa panjang pantainya, dan juga keterbatasan kekuatan penjagaan baik di darat, laut dan udara, juga masih lemahnya teknologi canggih untuk memantau seluruh wilayah Nusantara, menjadikan Indonesia sangat rentan masuknya imigran gelap.

Entry points yang populer dan biasa digunakan para pendatang gelap ini adalah: Tanjung Balai, Batam, Bali, perairan teluk Banten, Medan, Kepulauan Riau, Mataram, juga Indonesia Timur. Kebanyakan mereka masuk melalui laut, tapi tidak jarang melalui udara, bandara international Soekarno Hatta juga rentan dimasuki para imigran gelap ini. Mereka masuk dengan dokumen asli dan setelah di wilayah Indonesia, dalam sekejap mereka berganti identitas yang sudah sulit dilacak. Kelemahan seluruh sistem di Indonesia: database, computer, server, online service, menjadikan hal-hal ini sangat mudah dilakukan di Indonesia.

Bali adalah entry point favorit para pendatang gelap ke Indonesia, karena by nature, Bali menjadi salah satu tujuan utama pariwisata, siapapun yang masuk ke sana, akan dengan mudah berbaur, dan jarang sekali ada yang memerhatikan apakah akhirnya turis si A, si B dari negeri C atau D keluar lagi dari Indonesia atau tidak.

Apa kesimpulannya?

Di mana saja bisa terjadi pendatang gelap atau imigran gelap, dari negeri super power Amerika yang pernah ditulis beberapa kali, salah satunya oleh HL yang menjadi kontroversi dan polemik cukup panjang, kemudian terakhir oleh RYc no mama, imigran gelap di Negeri Matahari Terbit yang juga mengundang polemik bahkan keluar dari topik yang ditulis, sampai dengan tulisan semrawut saya ini, ternyata di negara berkembang pun, yang masuk dianggap negara jelek, kotor, semrawut, amburadul, toh menjadi salah satu tujuan favorit para pendatang gelap ini.

Jadi tidak benar sama sekali bahwa tujuan imigran gelap adalah selalu negara barat atau negara maju dan modern.....

Apapun alasannya, ekonomi, kemanusiaan, perang, konflik, dsb....pendatang gelap adalah pendatang gelap, yang biasanya akan menimbulkan masalah di host country, entah apapun alasannya....banyak sekali faktor, mulai dari kendala bahasa, budaya, tata cara, agama, dsb....apalagi untuk Indonesia, di mana semua pintu masuk terbuka lebar byak dari mana saja, darat, laut dan udara (antimo kaleee.....). Apalagi untuk kasus di Indonesia di mana kebanyakan pendatang gelap ini masuk ke Indonesia dengan tujuan negatif, di mana menurut pendapat saya potensi masalah terbesar adalah potensi masalah narkoba, karena saat ini Indonesia sudah dikenal dan masuk dalam world map untuk jaringan narkoba international.

Potensi masalah yang lain adalah terorisme, di mana kita tahu, dengan sistem yang ada di Indonesia, dengan gampang mendapatkan dokumentasi kependudukan yang ‘asli’. Dari semua aksi terorisme di Indonesia, terbukti semuanya terhubung dengan jaringan international yang masuk keluar Indonesia serasa rumah sendiri, baik pintu depan, belakang atau samping dengan mudah dan nyaman.....


Beberapa kutipan wawancara dengan beberapa pendatang gelap (sekali lagi no offense):

“Kami terpaksa meninggalkan negeri kami karena kondisi di sana tidak aman, kami berupaya mencari suaka di Indonesia maka mohon agar kami diberikan kemudahan untuk sampai ke Jakarta,” ungkap Ammed menggunakan bahasa Inggris.....
Sementara itu imigran lainnya Ali Ada mengatakan,di Afghanistan keluarga mereka diteror dan terancam oleh kelompok Taliban. Bahkan ia dan istrinya Sherin sudah pernah mendapat penyiksaan dari tentara Taliban. “Kami tidak mau lagi pulang ke negara kami karena kami takut akan dianiaya bahkan dibunuh dan berilah kami peluang untuk mendapatkan suaka,” ujarnya....
Menurut pengakuan Masood, keluarganya meninggalkan Afghanistan karena tak tahan hidup di negara itu. "Taliban atau Aliansi Utara yang berkuasa bagi kami sama saja. Kami akan dikejar dan dibunuh," jelas Masood dalam bahasa Inggris yang lancar. Untuk 'kabur' dari Afghanistan, Masood harus membayar USD 7000 per kepala. Atau, USD 35000 untuk dirinya, istri dan 3 orang anaknya kepada agen. Setelah membayar uang dan persyaratan lainnya (paspor ditahan agen), Masood diberangkatkan ke Malaysia kemudian menuju Medan. "Perjalanan kami difasilitasi sebuah agen di Pakistan," kata pendukung Partai Nasional Demokratik itu.....
Data Polda Bali menyebutkan ada 106 orang yang pernah ditangani. Mereka berasal dari Pakistan, Afghanistan, Iran, Saudi Arabia, Yordania, Irak dan Irlandia.

Sumber (http://community.kompas.com/index.php/read/artikel/2587)

Cutegigi
30th March 2009, 04:35 PM
wah uzbek...
lom nyobaaa...:(

nekotisme
30th March 2009, 04:35 PM
2/2

Drug Dealers & Formulator Narkoba

Kebanyakan dari mereka ini adalah dari Afrika. Inilah yang paling mengerikan dan memprihatikan tanpa adanya pengawasan dan penanganan yang masif. Selama ini di seluruh media, baik cetak maupun elektronik jelas terpampang bahwa bandar narkoba di Indonesia yang berasal dari luar negeri kebanyakan adalah orang-orang dari Afrika. Mereka masuk Indonesia dengan berbagai cara, baik sebagai turis, pedagang atau pebisnis. Tanah Abang merupakan salah satu sentra kegiatan para orang Afrika di Jakarta. Sudah tidak jelas lagi apakah para orang Afrika yang di sana adalah pendatang gelap atau terang. Jaringan yang sudah terkenal adalah jaringan Afrika Barat.




mohon maaf kalo salah....saya menengarai kalo yang sering saya jumpai setiap hari di sekitar an tanah abang mungkin termasuk golongan yang ini...
walaupun ada alibi laen bahwa mereka pedagang kain....

Wesmant
30th March 2009, 04:37 PM
wah uzbek...
lom nyobaaa...:(
Al-Exis aja langsung Gi :p

mohon maaf kalo salah....saya menengarai kalo yang sering saya jumpai setiap hari di sekitar an tanah abang mungkin termasuk golongan yang ini...
walaupun ada alibi laen bahwa mereka pedagang kain....

tangkapin aja Mang. Kalau gak punya surat2 yang jelas, jangan deportasi, jadaiin Romusha :p
kalau deportasi bakalan balik lagi soalnya :p

nekotisme
30th March 2009, 04:48 PM
Al-Exis aja langsung Gi :p


tangkapin aja Mang. Kalau gak punya surat2 yang jelas, jangan deportasi, jadaiin Romusha :p
kalau deportasi bakalan balik lagi soalnya :p

kami tidak mempunyai kewenangan publik dan kewenangan teknis...

*birokratstylemodeonketikadwawancarajebolnyasitugi ntung...

Wesmant
30th March 2009, 04:50 PM
kami tidak mempunyai kewenangan publik dan kewenangan teknis...

*birokratstylemodeonketikadwawancarajebolnyasitugi ntung...

jangan kalah ama malingsia dong Mang, yang bikin PETA itu loh ;)

*bangkeemangpejabat,gilirantanggungjawabpadakabur, giliranmalakdanmintaduit,palingdepan

bani
30th March 2009, 07:52 PM
kami tidak mempunyai kewenangan publik dan kewenangan teknis...

*birokratstylemodeonketikadwawancarajebolnyasitugi ntung...
bs tolong dijelaskan 'kewenangan publik' dan 'kewenangan teknis' terkait dengan penanganan masalah imigran gelap ini? siapa dan apa kewenangannya ya?
:mmikir:


*nggakngertigayabahasabirokrat...

*bangkeemangpejabat,gilirantanggungjawabpadakabur, giliranmalakdanmintaduit,palingdepan
wah...men-generalisir ni abang...:mlewat:

getepe
30th March 2009, 08:22 PM
di Indonesia emang banyak imigran gelap koq..baik untuk transit maupun untuk menetap.. Coba liat kalo ke daerah harmoni kota jakarta, banyak tuh cina2 yg jualan barang2 keliling n ga bisa bhs Indonesia. Kalo kita ke daerah Puncak banyak juga orang2 afganistan disitu..dari Afrika yg jadi bandar narkoba juga banyak, cek aja di Tn Abang..

Ada bbrp alasan mengapa imigran gelap tsb susah untuk ditangkap.. pertama orang Indonesia yg cenderung baik pada pendatang shingga tidak menanyakan data2 identitas imigran tsb. Hubungan kekeluargaan yg kuat misal untuk imigran dari cina.. Dan yg terpenting, luas negara Indonesia yg bisa membuat ssorang bpindah2 dg gampang.. toh ga mungkin diwilayah Indonesia kita ditanyain macam2 ktika ke kota lain naek bus or kreta.. Ksalahan dari birokrasi ya gue rasa kita smua tau lah ga gitu susah bikin ktp disuatu tempat..

Hal yg ga suka dari imigran tsb adl jika mereka tidak mau bradaptasi dg lingkungan.. Daerah petamburan - tn abang sering banget tjadi perkelahian etc akibat imigran2 gelap tsb..

*gayabirokratmenjelaskanyangmogamogalebihbaikdario mneko :p

Wesmant
11th June 2009, 04:42 PM
di Indonesia emang banyak imigran gelap koq..baik untuk transit maupun untuk menetap.. Coba liat kalo ke daerah harmoni kota jakarta, banyak tuh cina2 yg jualan barang2 keliling n ga bisa bhs Indonesia. Kalo kita ke daerah Puncak banyak juga orang2 afganistan disitu..dari Afrika yg jadi bandar narkoba juga banyak, cek aja di Tn Abang..

Ada bbrp alasan mengapa imigran gelap tsb susah untuk ditangkap.. pertama orang Indonesia yg cenderung baik pada pendatang shingga tidak menanyakan data2 identitas imigran tsb. Hubungan kekeluargaan yg kuat misal untuk imigran dari cina.. Dan yg terpenting, luas negara Indonesia yg bisa membuat ssorang bpindah2 dg gampang.. toh ga mungkin diwilayah Indonesia kita ditanyain macam2 ktika ke kota lain naek bus or kreta.. Ksalahan dari birokrasi ya gue rasa kita smua tau lah ga gitu susah bikin ktp disuatu tempat..

Hal yg ga suka dari imigran tsb adl jika mereka tidak mau bradaptasi dg lingkungan.. Daerah petamburan - tn abang sering banget tjadi perkelahian etc akibat imigran2 gelap tsb..

*gayabirokratmenjelaskanyangmogamogalebihbaikdario mneko :ppemerintah pura2 gak liat aja??? apa gimana nih?

unusual_suspect
11th June 2009, 04:46 PM
di Indonesia emang banyak imigran gelap koq..baik untuk transit maupun untuk menetap.. Coba liat kalo ke daerah harmoni kota jakarta, banyak tuh cina2 yg jualan barang2 keliling n ga bisa bhs Indonesia. Kalo kita ke daerah Puncak banyak juga orang2 afganistan disitu..dari Afrika yg jadi bandar narkoba juga banyak, cek aja di Tn Abang..

Ada bbrp alasan mengapa imigran gelap tsb susah untuk ditangkap.. pertama orang Indonesia yg cenderung baik pada pendatang shingga tidak menanyakan data2 identitas imigran tsb. Hubungan kekeluargaan yg kuat misal untuk imigran dari cina.. Dan yg terpenting, luas negara Indonesia yg bisa membuat ssorang bpindah2 dg gampang.. toh ga mungkin diwilayah Indonesia kita ditanyain macam2 ktika ke kota lain naek bus or kreta.. Ksalahan dari birokrasi ya gue rasa kita smua tau lah ga gitu susah bikin ktp disuatu tempat..

Hal yg ga suka dari imigran tsb adl jika mereka tidak mau bradaptasi dg lingkungan.. Daerah petamburan - tn abang sering banget tjadi perkelahian etc akibat imigran2 gelap tsb..

*gayabirokratmenjelaskanyangmogamogalebihbaikdario mneko :p

kalo cina mah bukan imigra gelap bang. mereka ras kuning :)

ecieci
11th June 2009, 10:30 PM
jadi inget ceritanya si neo. dia kerja di imigrasi n skrg katanya lg pusing nangkepin illegal sexual workers from china.

Wesmant
12th June 2009, 08:56 AM
jadi inget ceritanya si neo. dia kerja di imigrasi n skrg katanya lg pusing nangkepin illegal sexual workers from china.

itu jadi part and parcel dari sistim imigrasi kita yang tidak sistematik dalam mendata trafik keluar masuk indonesia deh kayanya

ecieci
12th June 2009, 10:07 PM
trus katanya banyak war refugees skrg di tempat penampungan, sampe ga muat lg.
i suggest a dedicated island for all illegal immigrants, like in australia, where they can't leave until they become legal, and there is a system to ensure they stay illegal, so they will rot in that island and consequently one day people will give up entering indonesia illegally.

Wesmant
13th June 2009, 08:27 AM
sayangnya, urusan illegal imigran ini tidak ada dalam agenda pemerintah indonesia.

jangankan untuk kasih 1 dedicated small island, apa standard procedure buat orang2 perahu ini aja gak ada, seinget gw.

seharusnya, urusan ini yang udah merupakan kejadian berulang2, kudu dikasih suatu SOP, biar jelas apa aja yang perlu dikerjain buat orang2 ini. Toh, masih banyak expected orang perahu yang akan dateng in future kok, dari Myanmar, mungkin Thai Selatan, Iraq, Afghanistan, dllsb.

Kalau gak salah, terakhir kemaen ini dari Iraq yah? yang katanya mereka menuju OZ?

ecieci
14th June 2009, 02:04 AM
good luck aja, oz skrg judes ama war refugees. yg masi mau nerima mungkin europe (walau udah mulai susah jg sejak pemilu EU kemaren dimenangkan partai2 anti-immigration) ato kanada, negara suwung gitu.
mungkin krn itu mrk pada lari ke indo yg illegal immigration systemnya virtually non-existent n ekonomi masi menikmati positive growth. after years of brain drain now we're experiencing brawl flood, shall we be proud? :mgeer:

papabonbon
14th June 2009, 05:56 AM
dari imigran ilegal, yg punya talent dan doku serta bekingnya kuat, kayaknya gak ada maalah bukannya diterima jadi penduduk indonesia secara legal ? suruh aja ngembangin ekonomi indonesia, atau suruh transmigrasi sekalian huehehe

rfauzi
18th June 2009, 11:23 AM
pemerintah pura2 gak liat aja??? apa gimana nih?

gitu ya?
maaf, kami justru baru mengetahui beritanya dari Anda
dalam waktu dekat kami akan agendakan pembahasan mengenai hal tersebut.

:msokimut:

Wesmant
18th June 2009, 12:37 PM
gitu ya?
maaf, kami justru baru mengetahui beritanya dari Anda
dalam waktu dekat kami akan agendakan pembahasan mengenai hal tersebut.

:msokimut:

wah, lambat nih...

makanya, lebih cepat lebih baik :p

rfauzi
18th June 2009, 01:16 PM
urusan migrasi ini nampaknya memang menarik

mungkin beberapa abad lagi -kalo masih ada bumi :( - sudah ada beberapa suku baru yang memperkaya khazanah budaya nusantara :mmikir:

Cutegigi
18th June 2009, 01:58 PM
urusan migrasi ini nampaknya memang menarik

mungkin beberapa abad lagi -kalo masih ada bumi :( - sudah ada beberapa suku baru yang memperkaya khazanah budaya nusantara :mmikir:
amin.
dengan masuknya suku uzbek ke indo gua ramalkan beberapa tahun lagi generasi pemaen sinetron di indo bakal makin cuakep cuakeeeep.....

alhamdulillah.....

aditkus
18th June 2009, 02:17 PM
amin.
dengan masuknya suku uzbek ke indo gua ramalkan beberapa tahun lagi generasi pemaen sinetron di indo bakal makin cuakep cuakeeeep.....

alhamdulillah.....

kyk mesti sabar nih nyari bini, sapa tau ad org uzbek kecantol sm aq

papabonbon
18th June 2009, 03:38 PM
ntar s2 ambil beasiswa di uzbekistan aja dit ..!!!
http://www.tempus.europahouse.uz/uzbhes.htm

Wesmant
18th June 2009, 03:39 PM
amin.
dengan masuknya suku uzbek ke indo gua ramalkan beberapa tahun lagi generasi pemaen sinetron di indo bakal makin cuakep cuakeeeep.....

alhamdulillah.....


kyk mesti sabar nih nyari bini, sapa tau ad org uzbek kecantol sm aq


ntar s2 ambil beasiswa di uzbekistan aja dit ..!!!
masih ada jatah kosong 3 slot lagi nih:mlewat:

Wesmant
29th September 2009, 09:36 AM
NMT ama Dr Azahari itu termasuk imigran gelap gak sih?